Asyik Belanja di Ramayana Banjarmasin, Pelaku Gendam ATM Dingkus Polisi Viral Perkelahian Massal di Siring Banjarmasin: 14 Remaja Diamankan, 1 Bocah SD Siap Siap! Distribusi Air Bersih Sejumlah Wilayah Banjarmasin Terganggu Siang ini Jembatan Alalak Hanya Riak, Habib Banua: Aspirasi Besar Kalsel Adalah Otonomi Khusus Berkuasa, Taliban Buru Harta Karun Paling Berharga Afganistan

Yatim Piatu karena Covid-19, Sandiaga Uno Bantu Beasiswa Rp 25 Juta

- Apahabar.com     Minggu, 25 Juli 2021 - 19:12 WITA

Yatim Piatu karena Covid-19, Sandiaga Uno Bantu Beasiswa Rp 25 Juta

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. Foto-Kemenparekraf RI via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno bersama KAHMI Preneur membantu pemberian beasiswa bagi tiga orang kakak beradik di Madiun, Jawa Timur.

Bantuan itu diberikan ketiganya karena kedua orang tuanya meninggal akibat Covid-19 beberapa waktu lalu.

Ketiga anak tersebut adalah Yudha Saputra Wicaksana (24), Wahyu Khrysna Hermansyah (19), dan Wasyaveera Keysyha Saputri (12).

Bantuan beasiswa senilai Rp 25 juta itu disampaikan secara simbolis oleh Menparekraf Sandiaga dalam “Silaturahmi Virtual Putra-Putri Yatim Piatu”.

“Atas nama keluarga besar kami dan juga tempat kami bekerja, kami menyampaikan rasa duka. Kami sangat merasakan satu keprihatinan dan kami ingin menyampaikan doa terbaik,” kata Menparekraf Sandiaga melalui keterangannya, seperti dilansir Antara, Minggu (25/6).

“Insyaallah bapak dan ibu husnul khotimah diberikan tempat terbaik di sisi Allah, dilapangkan kuburnya, diterangi di alam barzah, dan diampuni segala dosa dan diterima amal baiknya,” imbuhnya.

Sementara itu, turut hadir dalam kesempatan tersebut founder KAHMI Preneur, Kamrussamad.

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Baik secara kesehatan dan juga ekonomi. Pemerintah pun berusaha maksimal melakukan upaya penanganan kesehatan dan ekonomi.

Namun, Sandiaga menjelaskan, masyarakat terkadang lupa bahwa ada sisi kemanusiaan yang harus tetap ditunjukkan antara sesama.

“Kita doakan Mas Yuda dan Mas Krishna serta Mba Keisha tetap semangat menyelesaikan sekolahnya. Mungkin kita tidak bisa membantu banyak, jangan dilihat dari jumlahnya tapi dari niat kami untuk meringankan beban adik-adik dalam menyelesaikan tugas belajar,” kata Menparekraf.

“Harapan kami, beasiswa yang akan disampaikan ini bisa memberikan motivasi dan memberikan satu optimisme bahwa Insyaallah bapak dan ibu sangat disayang Allah subhanahu wa ta’ala dan sudah berada di tempat yang lebih baik,” tambah dia.

Bersama KAHMI Preneur, Sandiaga sebelumnya juga meluncurkan program bantuan beasiswa untuk anak pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak akibat pemberlakukan PPKM Level 4.

Bantuan beasiswa menyasar anak dari PKL yang berstatus pelajar SMP/Tsanawiyah dengan besaran Rp 300 ribu per bulan, pelajar SMA/Aliyah sebesar Rp 400 ribu per bulan, dan mahasiswa Rp 500 ribu per bulan.

Sementara itu Yudha Saputra Wicaksana mewakili kedua adiknya bercerita tentang Covid-19 yang menerpa mereka sekeluarga.

Awalnya, Covid-19 menyerang sang ibu pada awal Juli lalu sehingga membuat sang ibu tidak bisa masuk kerja selama satu pekan.

Selang tiga hari, gejala seperti pusing, rasa lelah yang mendalam, serta hilangnya indera penciuman dan perasa juga dirasakan oleh Yudha. Kemudian disusul oleh kedua adik dan sang ayah.

“Dan tanggal 4 [Juli] ibu saya meninggal dan seminggu setelahnya disusul bapak,” kata Yudha.

Mereka, kata Yudha, tidak pernah menyangka ditinggal oleh kedua orang tuanya dengan begitu cepat dan dalam waktu yang berdekatan. Terlebih mereka tidak bisa menunaikan kewajiban sebagai anak untuk memakamkan orang tua karena mereka juga tengah menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Hanya bisa lihat dari rumah saat dimakamkan. Walaupun saya sudah 24 tahun, tapi kedua adik saya masih sangat membutuhkan kasih sayang orang tua. Rasanya tentu sangat sulit, tidak enak, kehilangan orang tua di umur yang masih sangat muda ini,” kata Yudha yang saat ini tengah kuliah semester akhir di Universitas Brawijaya.

Ia pun menyampaikan pesan agar masyarakat di luar sana untuk benar-benar patuh terhadap protokol kesehatan serta vaksinasi agar dapat terhindar dari Covid-19.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Skandal Seks Mahasiswi Banjarmasin, Polisi Panggil Saksi dan Pemeran Perempuan
apahabar.com

Nasional

Ikadi: Ulama Mestinya Menyatukan Masyarakat
apahabar.com

Nasional

Mulai Bertugas di Washington, Dubes Baru RI untuk AS Siap Perkuat Hubungan Bilateral
apahabar.com

Nasional

14 Hari Lagi Umrah Dibuka, Kemenhub: Nggak Ada Kabar

Nasional

Kereta Cepat Beres, Besok Presiden Jokowi Cek LRT

Nasional

Heboh, Begini Momen Plt Kadis Parekraf Jakarta Ditusuk
Angin putingbeliung

Nasional

Puting Beliung Rusak 18 Rumah di Sumenep, 3 Warga Luka-luka
Survei Tingkat Kepercayaan Publik

Nasional

Survei Tingkat Kepercayaan Publik: KPK Makin Tak Dipercaya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com