Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan

Antrean Capai Puluhan Ribu, Dinkes Banjar Baru Terima 2.600 Dosis Vaksin

Antrean pendaftar vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Banjar terus bertambah hingga puluhan ribu orang, sementara vaksin yang datang masih
- Apahabar.com     Kamis, 5 Agustus 2021 - 22:45 WITA

Antrean Capai Puluhan Ribu, Dinkes Banjar Baru Terima 2.600 Dosis Vaksin

Ilustrasi - Petugas medis Kabupaten Banjar mengambil dosis vaksin Sinovac, saat vaksinasi massal di depan Mahligai Sultan Adam, Martapura. Foto-apahabar.com/Hendra Lianor

apahabar.com, MARTAPURA – Antrean pendaftar vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Banjar terus bertambah hingga puluhan ribu orang, sementara vaksin yang datang masih terbatas.

“Antreannya sudah lebih 10 ribu, sementara yang baru datang hari ini untuk Dinas Kesehatan sekitar 2.600 dosis vaksin Sinovac,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banjar, dr Diauddin, Kamis (5/8).

Vaksin tersebut dikatakan Dokter Dia, sapaan akrabnya, diprioritaskan bagi warga sudah vaksin dosis pertama.

“Sekitar lima ribuan warga yang sudah vaksin pertama,” terangnya.

Dengan jumlah vaksin terbatas, ia mengakui cukup kebingungan dalam membagikan vaksin tersebut mengingat masih banyak kekurangan.

“Yang jelas akan kami bagikan ke Puskesmas,” jelasnya.

Disinggung kapan vaksin susulan bakal datang, Dia mengakui belum mengetahui secara pasti. “Kami sifatnya hanya menunggu,” tandasnya.

Kurangnya pasokan vaksin ini juga terjadi di sejumlah provinsi lainnya. Dijelaskan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, vaksinasi sementara ini diprioritaskan di tujuh provinsi Jawa-Bali.

Tujuh provinsi yang dimaksud yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

“Pesan dari Bapak Presiden, mengingat tujuh provinsi Jawa dan Bali ini tinggi sekali kenaikan kasusnya dan juga kematiannya, ini harus diakselerasi vaksinasinya,” tegasnya, dikutip dari Kompas, Selasa (3/8).

Diungkapkannya, baru sebanyak 68 juta-70 juta warga yang mendapatkan vaksin. Sedangkan yang belum divakain 140 juta warga Indonesia.

“Tapi mulai bulan Agustus sampai Desember itu akan datang lebih dari 300 juta dosis vaksin,” kata Budi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Haul ke 4 Orang Tua Sekdaprov Kalsel, Mengenang Sosok H Ahmad Makkie dari HST
apahabar.com

Kalsel

Teledor! 5.543 Guru Honorer di Kalsel Tak Terima THR, Dewan Minta Maaf
Denny Indrayana

Kalsel

BREAKING NEWS: Denny Indrayana Siap Beradu Gugatan di MK
Vaksinasi Covid-19

Kalsel

Jelang Pergantian Tahun, Vaksinasi Covid-19 di Tabalong Makin Digenjot
apahabar.com

Kalsel

Tak Kapok, Polisi HSU Kembali Tangkap Pelangsir BBM
apahabar.com

Kalsel

Gubernur Sahbirin Noor Lantik 3 Pejabat Tinggi Pratama dan Fungsional di Lingkungan Pemprov Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Dari Negara Serikat ke Negara Kesatuan: Memori Lahirnya Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 1950
apahabar.com

Kalsel

Randi Tewas, IMM Kalsel Desak Polisi Mengusut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com