Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

AS Bekukan Aset Bank Sentral Afghanistan Rp133 T dari Taliban

- Apahabar.com     Kamis, 19 Agustus 2021 - 11:06 WITA

AS Bekukan Aset Bank Sentral Afghanistan Rp133 T dari Taliban

AS membekukan aset senilai Rp133 triliun milik bank sentral Afghanistan. Ini dilakukan untuk memutus akses pendanaan Taliban. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah AS membekukan aset senilai hampir US$9,5 miliar atau setara Rp133 triliun (kurs Rp14 ribu) milik bank sentral Afganistan.

Pembekukan dilakukan untuk memutus akses pendanaan pemerintahan Afghanistan yang sekarang ini dikendalikan Taliban.

Administrasi bank sentral Afghanistan pada Selasa (17/8) menyebut dengan kebijakan ini, aset apapun yang dimiliki pemerintah Afghanistan di AS tidak akan bisa diakses Taliban.

Gubernur bank sentral Afghanistan atau Da Afghan Bank (DAB) Ajmal Ahmady, mencuitkan bahwa mulai Jumat (20/8) pengiriman dolar akan berhenti akibat upaya AS tersebut.

Melansir Aljazeera, DAB memiliki aset senilai US$9,5 miliar. Sebagian besar aset itu ada di rekening Federal Reserve New York dan lembaga keuangan yang berbasis di AS.

Taliban sendiri masuk dalam daftar organisasi yang mendapat sanksi Kementerian Keuangan AS. Artinya, mereka tidak dapat mengakses dana apa pun dari Negeri Paman Sam.

Sedangkan sebagian besar aset DAB saat ini tidak disimpan di Afghanistan, menurut dua orang yang mengetahui masalah tersebut.

Mengutip AFP, Ahmady juga menyinggung terkait kabar yang menyebutkan bahwa Taliban tengah menanyai staf bank sentral terkait lokasi aset negara tersebut.

“Bila berita itu benar, jelas mereka sangat perlu menambahkan seorang ekonom di tim mereka,” kata Ahmady.

Ia juga menyinggung keputusan Washington pada Jumat (13/8) yang membatasi pengiriman ke Afghanistan berkenaan situasi keamanan yang makin memburuk.

Hal itu diduga memicu laporan yang menyebut Taliban mencuri cadangan uang karena bank-bank negara tersebut tidak dapat mengembalikan dolar kepada para pemegang rekening.

“Harap dicatat bahwa cadangan internasional Afghanistan tidak pernah dikompromikan dan disimpan dalam akun yang mudah diaudit,” kata Ahmady.

Sementara itu, Washington juga memungkinkan memblokade bantuan untuk Afghanistan dari sejumlah lembaga pendanaan internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Hal itu pernah dilakukan kepada negara yang penguasanya tidak diakui oleh AS, seperti Venezuela.

AFP menyebut pihak IMF tidak merespons permintaan tanggapan terkait status terkini Afghanistan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Joe Biden Menang, Pemimpin Dunia Beri Ucapan Selamat
apahabar.com

Internasional

Kim Jong Un: Tak Akan Ada lagi Perang, Senjata Nuklir Hanya untuk Bertahan
apahabar.com

Internasional

Terinfeksi Covid-19, Desainer Kenzo Takada Meninggal Dunia
apahabar.com

Internasional

Kabar Baik, Vaksin Covid-19 Buatan China Siap Dipasarkan Akhir Tahun

Internasional

Laporan UHRP: Tokoh Agama Uighur Jadi Sasaran Persekusi
apahabar.com

Internasional

Jelang Peluncuran Vaksin Covid-19, Unicef Amankan Ratusan Juta Jarum Suntik
apahabar.com

Internasional

Update Hasil Pilpres AS, Biden Tinggal 6 Suara, Trump Ajukan Gugatan Setop Penghitungan di Michigan
apahabar.com

Internasional

AS Memanas Pasca-Kematian George Flyod, Protes Meluas dari LA hingga Chicago
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com