Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas Masih Berlangsung! Penggeledahan KPK di Kantor Dinas PUP HSU

Bantahan Istana Cat Ulang Pesawat Kepresidenan Dibilang Foya-foya

- Apahabar.com     Rabu, 4 Agustus 2021 - 07:14 WITA

Bantahan Istana Cat Ulang Pesawat Kepresidenan Dibilang Foya-foya

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pesawat Kepresidenan berubah warna menjadi Merah Putih dari sebelumnya dominan biru.

Pihak Istana telah buka suara, jika perubahan cat warna ini sudah direncanakan sejak 2019 lalu.

Tak cuma Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, sebenarnya ada beberapa pesawat yang juga dicat ulang.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengungkapkan rencana pengecatan ulang ini direncanakan sejak 2019 dan terkait dengan perayaan HUT ke 75 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 2020.

Heru mengatakan proses pengecatan merupakan pekerjaan satu paket dengan heli Super Puma dan pesawat RJ.

Dia menyebutkan pada 2019 Pesawat Kepresidenan-1 atau BBJ 2 belum masuk dalam jadwal perawatan rutin. Sehingga yang dicat lebih dulu adalah heli Super Puma dan pesawat RJ.

Ada jadwal yang harus dipatuhi, sehingga proses pengerjaan harus tepat waktu. Nah pesawat BBJ 2 ini perawatan rutinnya jatuh pada 2021 yang merupakan perawatan Check C sesuai rekomendasi pabrik.

“Maka tahun ini dilaksanakan perawatan sekaligus pengecatan yang bernuansa merah putih sebagaimana telah direncanakan sebelumnya. Waktunya pun lebih efisien karena dilakukan bersamaan dengan proses perawatan,” jelas dia dalam keterangannya, kemarin.

Heru juga mengungkapkan jika pengecatan ulang pesawat ini bukan bentuk foya-foya anggaran negara. Pasalnya anggaran sudah direncanakan sejak 2019 dan masuk dalam APBN.

“Dapat pula kami tambahkan, bahwa proses perawatan dan pengecatan dilakukan di dalam negeri. Sehingga, secara tidak langsung mendukung industri penerbangan dalam negeri yang terdampak pandemi,” jelasnya.

Pernyataan Heru tersebut membantah anggapan yang menyebut bahwa pengecetan ulang pesawat kepresidenan itu adalah bentuk foya-foya anggaran negara di tengah pandemi Covid-19.

Siapa yang menyatakan hal tersebut?

Pengamat Penerbangan Alvin Lie mengungkapkan jika cat ulang atau mengubah warna pesawat ini hanya buang-buang anggaran.

Dari unggahannya di instagram, Alvin menyebut biaya cat ulang pesawat setara B737-800 berkisar US$ 100 ribu hingga US$ 150 ribu. Atau sekitar Rp 1,4 miliar hingga Rp 2,1 miliar.

“Hari gini masih saja foya-foya ubah warna pesawat Kepresidenan. Biaya cat ulang pesawat setara B737 berkisar antara US$ 100 ribu sampai dengan US$ 150 ribu. Sekitar Rp 1,4 miliar sampai dengan Rp 2,1 miliar,” tulisnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pengantin Pria

Nasional

Nekat! Pengantin Pria Tewas Usai Lompat dari Lantai 7 Hotel Berbintang

Nasional

Eks Elite Demokrat Akui Temui Luhut: Terkait Kudeta AHY?

Nasional

Jokowi: Gerakan Bangga Buatan Indonesia Sukses
Denny Indrayana

Nasional

Quick Count Indikator Pilgub Kalsel: Denny-Difriadi Sementara Unggul
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Utamakan Pencegahan Atasi Karhutla
apahabar.com

Nasional

Hercules Mengamuk pada Wartawan Sebelum Jalani Sidang Vonis
Gedung KPK dijaga ketat TNI-Polri. Foto-Kompas

Nasional

Jelang Pelantikan Pegawai, Gedung KPK Dijaga Ketat TNI-Polri

Nasional

Luhut Akui Indeks Kesehatan Laut RI Masih di Bawah Dunia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com