Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

Berkat Baliho, Puan Maharani Kini Makin Populer

Sistem monitoring percakapan di platform online berdasarkan big data Drone Emprit menyebutkan percakapan soal baliho Puan Maharani
- Apahabar.com     Senin, 9 Agustus 2021 - 12:20 WITA

Berkat Baliho, Puan Maharani Kini Makin Populer

Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Sistem monitoring percakapan di platform online berdasarkan big data Drone Emprit menyebutkan percakapan soal baliho Puan Maharani di berita online (daring) dan media sosial ternyata ikut menaikkan popularitas Ketua DPR RI tersebut.

Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi menjelaskan hasil monitoring pada 7 Juli 2021 sampai 7 Agustus 2021, dari sejumlah tokoh politik yang memasang baliho, hanya Puan yang popularitas atau eksposurnya di berita online dan Twitter bertengger di urutan empat besar.

Eksposur masing-masing tokoh di berita daring dan Twitter mulai dari yang teratas, yakni Anies baswedan 43 persen berita daring dan 50 persen Twitter, Ganjar Pranowo 25 persen daring serta 27 persen di Twitter.

Berikutnya sosok Ridwan Kamil dengan 19 persen berita daring serta 12 persen Twitter dan Puan Maharani dengan 13 persen berita daring, untuk eksposur di Twitter sebesar 12 persen.

“Anies paling banyak diserang di medsos, popularitasnya selalu tertinggi. Puan juga makin populer, lewat baliho yang banyak disindir dan jadi meme netizen,” kata Ismail Fahmi, dilansir dari Antara, Senin (9/8).

Bahkan, kata Fahmi, tren popularitas Puan dalam sebulan terakhir hampir mengejar tren Ganjar.

Fahmi menjelaskan bahwa popularitas merupakan gabungan percakapan yang bernada positif, negatif, dan netral.

“Tak peduli sentimennya apa,” kata dia.

Dari popularitas diharapkan nanti akan naik favorabilitas-nya (sentimen positif dan negatif), lalu dikapitalisasi jadi elektabilitas.

“Teorinya begitu. Kenyataan di lapangan bisa bermacam-macam faktor yang berpengaruh,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi, menilai baliho atau billboard memberikan “efek oh” untuk pengenalan awal seorang tokoh politik.

“Efek oh itu, maksudnya oh ada menteri namanya ini, oh ternyata ada ketua DPR yang namanya ini,” kata Hasan.

Dijelaskan pula bahwa “efek oh” diperlukan sebagai awal, pengenalan, dari seorang tokoh, kemudian sisanya sang tokoh sendiri yang harus melengkapinya menjadi elektabilitas.

Menurut Hasan elektabilitas tidak mungkin didapat tanpa pengenalan. Oleh karena itu, teknik konvensional lewat baliho bisa menjadi pembuka untuk pengenalan, kemudian dilanjutkan dengan teknik lain yang lebih canggih.

“Jadi, (baliho) menurut saya sah-sah saja dicoba,” ujarnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ilustrasi. Foto-Net.

Nasional

PPKM Level 3 Batal, Muktamar NU Jadi Digelar 23-25 Desember 2021
Vaksin

Nasional

Heboh! Guru Lumpuh Hingga Gejala Kebutaan Usai Vaksin Covid-19
apahabar.com

Nasional

Mengenang Aktor Robby Sugara: ‘The Big Five’ era 90-an
apahabar.com

Nasional

DPR-Kemendikbud Sepakat Pelaksanaan UN Ditiadakan
apahabar.com

Nasional

Prabowo Sujud Syukur Klaim Menang 62 Persen Berdasarkan Real Count
apahabar.com

Nasional

Bupati Kampar Azis Zaenal Tutup Usia
Bantuan Kuota

Nasional

Bantuan Kuota Data Internet Mulai Disalurkan September
apahabar.com

Nasional

Komnas HAM Mendeteksi Ada Kelompok Penyusup di Wamena
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com