Megaproyek Kereta Api Kalsel Belok ke Jorong: Tak Mudah Mengintegrasikan KEK Breaking News! Bangunan Pasar Lima Ambruk, 4 Orang Sempat Terjebak Pengemudi Ojol Lebih Memilih Pakai Motor Konvensional Dibanding Motor Listrik, Terungkap Alasannya Samsung Galaxy A23 5G Dirilis, Spesifikasinya Dirancang untuk Generasi Milenial Di Tengah Krisis Pangan, Jokowi Sentil Kecilnya Porsi Startup Agrikultur

Biayanya Jutaan, Operasi Caesar Dwi Warga HST Terbantu JKN-KIS

Dwi Rimas Fitriani (26) punya dua pengalaman berbeda ketika akan melahirkan buah hatinya.Dwi ingat betul ketika akan melahirkan anak keduanya
- Apahabar.com     Selasa, 31 Agustus 2021 - 09:48 WITA

Biayanya Jutaan, Operasi Caesar Dwi Warga HST Terbantu JKN-KIS

Dwi usai mengurus administrasi kepesertaannya di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai. Foto-Feri for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Dwi Rimas Fitriani (26) punya dua pengalaman berbeda ketika akan melahirkan buah hatinya.

Dwi ingat betul ketika akan melahirkan anak keduanya pada medio Januari 2021 tadi.

Berbeda dengan anak pertama yang dilahirkan secara normal 2018 silam. Proses kelahiran anak keduanya kali ini diharuskan untuk operasi sesar.

Saat itu Dwi mengalami tekanan darah rendah dan beberapa keluhan lainnya.

Berangkat dari kampungnya, Desa Labunganak Kecamatan Batang Alai Utara (BAU), sang suami mengantarkan Dwi menuju Puskesmas Ilung.

Dari puskesmas ini, Dwi dirujuk ke RSUD H Damanhuri Barabai.

“Seperti kelahiran yang pertama. Saya dapat rujukan dari puskesmas ke rumah sakit untuk proses bersalin,” kata Dwi, Senin (30/8).

Namun, Dokter di RSUD Damanhuri kemudian merujuk Dwi ke RS Hasan Basry di Kandangan Kabupaten HSS. Dia harus dirujuk untuk operasi caesar agar sang buah hati bisa lahir.

“Pada saat itu, kondisi kesehatan saya memang kurang. Tekanan darah saya rendah dan ada beberapa keluhan lain sehingga tidak memungkinkan untuk proses kelahiran normal,” aku Dwi.

Operasi selesai. Dwi rupanya harus rawat inap selama 5 hari disana. Rawat inap selesai, Dwi diizinkan untuk pulang.

Umumnya, biaya operasi caesar di Indonesia bervariasi. Mulai dari Rp11 juta hingga lebih dari Rp50 juta. Tergantung dari rumah sakit dan kelas ruang perawatan. Itu belum termasuk biaya tambahan lainnya yang tak terduga.

Namun, total biaya selama proses kelahiran hingga rawat inap Dwi hanya berkisar Rp8 juta lebih.

Semua biayanya pun bisa diklaim Dwi dengan selembar kartu, JKN-KIS dari BPJS Kesehatan.

“Andai saja tidak punya (KIS), tentu saja harus mengeluarkan uang pribadi dan tidak terpikirkan bagaimana andai saya tidak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS,” ujar Dwi.

Sebelumnya, Dwi dan keluarganya memang sering menggunakan JKN-KIS. Terutama ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat pertamanya, di Puskesmas Ilung.

“Apalagi selama masa kehamilan, saya rutin periksa ke puskesmas untuk memastikan kandungan saya aman,” tutup Dwi.

Saat kelahiran anak pertama, Dwi tidak melakukan operasi alias melahirkan secara normal.

“Saat itu saya hanya dirawat semalam saja karena kesehatan saya cukup baik untuk langsung bisa pulang sehari setelah melahirkan. Pelayanan yang saya terima sangat baik, semua petugasnya langsung sigap ketika saya masuk IGD,” tutup Dwi.

Untuk diketahui, iuran BPJS Kesehatan bagi peserta mandiri yakni, Kelas I = Rp150.000, Kelas II = Rp100.000, Kelas III = Rp 42.000. Khusus untuk Kelas III ini, peserta hanya membayar Rp35.000 saja. Sisanya, Rp7.000 merupakan kompensasi atau kontribusi subsidi iuran dari pemerintah.

Selain biaya di atas, ada lagi khusus untuk peserta penerima upah maupun penerima bantuan dari pemerintah setempat. Hal itu tertera pada Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

BPJS Kesehatan Cabang Barabai

BPJS Kesehatan Barabai

Upayakan UHC di Tapin, BPJS Kesehatan Barabai Gandeng Kejaksaan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Iuran BPJS Kesehatan Kembali ke Aturan Awal
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Pengalaman Mahasiswi Malang Gunakan KIS Berobat di Barabai
KIS

BPJS Kesehatan Barabai

Nenek Dasmiah Asal HST Jadikan KIS Andalan Kesehatan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Warga HST Ini Rasakan Manfaat JKN-KIS BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Barabai

Sambangi BPJS Kesehatan Barabai, Erfan Update Data Kependudukan
Aplikasi P-Care

BPJS Kesehatan Barabai

Aplikasi P-Care Jadi Andalan Pendataan Vaksinasi Boster di HST

BPJS Kesehatan Barabai

Tak Protes Gaji Dipotong, Syaiful Rasakan Manfaat JKN-KIS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com