OTT KPK di Amuntai HSU: Kadis PU hingga Eks Ajudan Bupati Diamankan, Modusnya Fee Proyek BREAKING! Polisi HSU Bekuk Pembunuh Brutal di Amuntai Tengah Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang

Biayanya Jutaan, Operasi Caesar Dwi Warga HST Terbantu JKN-KIS

- Apahabar.com     Selasa, 31 Agustus 2021 - 09:48 WITA

Biayanya Jutaan, Operasi Caesar Dwi Warga HST Terbantu JKN-KIS

Dwi usai mengurus administrasi kepesertaannya di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai. Foto-Feri for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Dwi Rimas Fitriani (26) punya dua pengalaman berbeda ketika akan melahirkan buah hatinya.

Dwi ingat betul ketika akan melahirkan anak keduanya pada medio Januari 2021 tadi.

Berbeda dengan anak pertama yang dilahirkan secara normal 2018 silam. Proses kelahiran anak keduanya kali ini diharuskan untuk operasi sesar.

Saat itu Dwi mengalami tekanan darah rendah dan beberapa keluhan lainnya.

Berangkat dari kampungnya, Desa Labunganak Kecamatan Batang Alai Utara (BAU), sang suami mengantarkan Dwi menuju Puskesmas Ilung.

Dari puskesmas ini, Dwi dirujuk ke RSUD H Damanhuri Barabai.

“Seperti kelahiran yang pertama. Saya dapat rujukan dari puskesmas ke rumah sakit untuk proses bersalin,” kata Dwi, Senin (30/8).

Namun, Dokter di RSUD Damanhuri kemudian merujuk Dwi ke RS Hasan Basry di Kandangan Kabupaten HSS. Dia harus dirujuk untuk operasi caesar agar sang buah hati bisa lahir.

“Pada saat itu, kondisi kesehatan saya memang kurang. Tekanan darah saya rendah dan ada beberapa keluhan lain sehingga tidak memungkinkan untuk proses kelahiran normal,” aku Dwi.

Operasi selesai. Dwi rupanya harus rawat inap selama 5 hari disana. Rawat inap selesai, Dwi diizinkan untuk pulang.

Umumnya, biaya operasi caesar di Indonesia bervariasi. Mulai dari Rp11 juta hingga lebih dari Rp50 juta. Tergantung dari rumah sakit dan kelas ruang perawatan. Itu belum termasuk biaya tambahan lainnya yang tak terduga.

Namun, total biaya selama proses kelahiran hingga rawat inap Dwi hanya berkisar Rp8 juta lebih.

Semua biayanya pun bisa diklaim Dwi dengan selembar kartu, JKN-KIS dari BPJS Kesehatan.

“Andai saja tidak punya (KIS), tentu saja harus mengeluarkan uang pribadi dan tidak terpikirkan bagaimana andai saya tidak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS,” ujar Dwi.

Sebelumnya, Dwi dan keluarganya memang sering menggunakan JKN-KIS. Terutama ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat pertamanya, di Puskesmas Ilung.

“Apalagi selama masa kehamilan, saya rutin periksa ke puskesmas untuk memastikan kandungan saya aman,” tutup Dwi.

Saat kelahiran anak pertama, Dwi tidak melakukan operasi alias melahirkan secara normal.

“Saat itu saya hanya dirawat semalam saja karena kesehatan saya cukup baik untuk langsung bisa pulang sehari setelah melahirkan. Pelayanan yang saya terima sangat baik, semua petugasnya langsung sigap ketika saya masuk IGD,” tutup Dwi.

Untuk diketahui, iuran BPJS Kesehatan bagi peserta mandiri yakni, Kelas I = Rp150.000, Kelas II = Rp100.000, Kelas III = Rp 42.000. Khusus untuk Kelas III ini, peserta hanya membayar Rp35.000 saja. Sisanya, Rp7.000 merupakan kompensasi atau kontribusi subsidi iuran dari pemerintah.

Selain biaya di atas, ada lagi khusus untuk peserta penerima upah maupun penerima bantuan dari pemerintah setempat. Hal itu tertera pada Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Simak Perinciannya
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Pengalaman Penderita Gagal Ginjal di HST, Koma 3 Hari Tak Cuci Darah
Luthfi, peserta JKN-KIS yang terdaftar pada segmen PPU./Foto-BPJS Kesehatan Barabai

BPJS Kesehatan Barabai

Meski Dipotong Gaji, JKN-KIS Jadi Berkah Bagi Luthfi

BPJS Kesehatan Barabai

BPJS Kesehatan Luncurkan Program layanan JKN-KIS Terbaru
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Partus dengan JKN-KIS, Mudah dan Tanpa Biaya
Gandeng Kejari HST, BPJS Kesehatan Barabai Tertibkan Pemberi Kerja Tak Patuh

BPJS Kesehatan Barabai

Gandeng Kejari HST, BPJS Kesehatan Barabai Tertibkan Pemberi Kerja Tak Patuh

BPJS Kesehatan Barabai

Beranjak dari Pengalaman, Kepala Perusahaan Ini Daftarkan JKN-KIS Karyawannya
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Saat Petani Limpasu HST yang Terhimpit Ekonomi Terbantu UHC
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com