Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

BMKG: Waspada Banjir dan Cuaca Ekstrem 5 Hari ke Depan di Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem hingga banjir di sejumlah provinsi yang
- Apahabar.com     Minggu, 15 Agustus 2021 - 14:14 WITA

BMKG: Waspada Banjir dan Cuaca Ekstrem 5 Hari ke Depan di Indonesia

Ilustrasi cuaca ektrem. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem hingga banjir di sejumlah provinsi yang diperkirakan akan terjadi pada 15 hingga 20 Agustus 2021.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan provinsi yang diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, dan Banten.

Selain itu cuaca ekstrem juga akan melanda Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

BMKG juga memberi peringatan akan potensi bencana hidrometeorologi untuk lima hari ke depan berupa banjir atau banjir bandang akibat hujan lebat.

“Waspada banjir bandang di Riau, Sumatera Barat dan Jambi,” kata Guswanto dilansir dari Antara, Minggu (15/8).

Selain itu, BMKG juga mengamati adanya daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di perairan barat Sumatera Barat dan dari Riau hingga Sumatera Utara yang dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan.

“Adanya kondisi-kondisi dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan pada periode satu pekan ke depan di beberapa wilayah Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa potensi pertumbuhan awan hujan merupakan dampak dari peningkatan aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby Ekuatorial.

“MJO dan Gelombang Rossby Ekuatorial adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah yang dilewatinya,” kata Guswanto.

Ia menambahkan fenomena MJO bergerak dari arah Samudera Hindia ke arah Samudera Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus 30 hari hingga 40 hari, sedangkan fenomena Gelombang Rossby bergerak dari arah Samudera Pasifik ke arah Samudera Hindia dengan melewati wilayah Indonesia.

“Sama halnya seperti MJO, ketika Gelombang Rossby aktif di wilayah Indonesia maka dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia,” katanya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

BMKG: Munculnya Ribuan Cacing di Solo Belum Tentu Pertanda Gempa

Nasional

BMKG: Munculnya Ribuan Cacing di Solo Belum Tentu Pertanda Gempa
apahabar.com

Nasional

Ifan Seventeen Lepas Kepergian Gitaris Korban Tsunami
apahabar.com

Nasional

Pakar AS Bicara Penyebab Peringatan Tsunami Banten tak Aktif
Gunung Merapi. Foto-AP

Nasional

Kubah Lava Gunung Merapi Tumbuh 10.000 Meter Kubik per Hari, Bahaya?
apahabar.com

Nasional

Kabareskrim Peringatkan Tempat Hiburan yang Fasilitasi Narkoba
apahabar.com

Nasional

Bawaslu ‘Buntuti” Langkah Prabowo di Haul Guru Sekumpul

Nasional

Nadiem: 173 Ribu Guru Honorer Lolos Seleksi PPPK
Mobil Meluncur ke Sungai

Nasional

Mobil 8 Penumpang Meluncur ke Sungai Lalu Tenggelam, Berikut Nama Korban
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com