Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Bupati Probolinggo dan Suaminya Ditetapkan Jadi Tersangka Suap Jual Beli Jabatan

- Apahabar.com     Selasa, 31 Agustus 2021 - 07:32 WITA

Bupati Probolinggo dan Suaminya Ditetapkan Jadi Tersangka Suap Jual Beli Jabatan

Wakil Ketua KPK Alexander Mawarta. Foto-tangkapan layar

apahabar.com, JAKARTA – KPK menetapkan Bupati Probolinggi, Puput Tantriana Sari (PTS) dan suaminya, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi Nasdem, Hasan Aminuddin (HA) sebagai tersangka kasus jual beli jabatan di tingkat desa di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Selain Puput dan Hasan, KPK juga menetapkan dua puluh orang lainnya sebagai tersangka. Mereka sebagai sebagai penerima yakni Doddy Kurniawan (DK) Camat Krejengan, Muhamad Ridwan (MR) Camat Paiton termasuk Puput dan Hasan.

Sedangkan sebagai Pemberi yakni dari pihak ASN Pemkab Probolinggo yaitu Sumarto (SO), Ali Wafa (AW), Mawardi (MW), Maliha (MI), Mohammad Bambang (MB), Masruhen (MH), Abdul Wafi (AW), Kho’im (KO), dan Akhmad Saifullah (AS).

Kemudian Jaelani (JL), Uhar (UR), Nurul, Hadi (NH), Nuruh Huda (NUH), Hasan (HS), Sahir (SR), Sugito (SO), dan Samsuddin (SD).

“KPK meningkatkan status perkara ini ke tingkat penyidikan dengan menetapkan dua puluh dua orang sebagai tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, kutip Okezone, Selasa (31/8/2021).

Atas ulahnya, sebagai pemberi SO dkk disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan sebagai penerima HA, PTS, DK dan MR disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang
Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebelumnya, tim satgas KPK telah mengamankan sepuluh orang saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Probolinggo, Jawa Timur. Dua dari 10 orang yang diamankan tersebut, merupakan Puput Tantriana Sari (PTS) dan suaminya, Hasan Aminuddin (HA).

Puput dan suaminya sempat menjalani pemeriksaan awal di Mapolda Jawa Timur. Usai diperiksa, tim Satgas KPK kemudian menerbangkan keduanya ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Keduanya diterbangkan melalui Bandara Juanda Surabaya, sekira pukul 14.30 WIB.

Tak hanya itu, tim juga mengamankan berbagai dokumen dan uang ratusan juta. Mereka yang diamankan tersebut diduga diduga terlibat kasus dugaan suap terkait jual-beli jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Televisi Analog

Nasional

Siap-Siap, Siaran Televisi Analog Mulai Dihentikan Bertahap
Polda

Nasional

Polda Metro Jaya Siap Bubarkan Aksi 1812
Tahun Baru Islam

Nasional

Menag Minta Tahun Baru Islam Dirayakan Secara Sederhana
Hari Kedua PSBB, Jakarta Lengang

Nasional

Hari Kedua PSBB, Jakarta Lengang
Pengantin Pria

Nasional

Nekat! Pengantin Pria Tewas Usai Lompat dari Lantai 7 Hotel Berbintang
apahabar.com

Nasional

Sudah Satu Mobil Lagi, Istri Ifan Seventeen Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Kirim Tenaga Ahli Pertanian ke Myanmar
apahabar.com

Nasional

Budi Mayat dalam Koper Bawa ‘Banyak Uang’, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com