Paman Birin Doktor Kehormatan, Mahasiswa Bergerak ‘Kuningkan’ ULM Bali-Singapura Buka Penerbangan, Kadinkes Banjarmasin Waswas Kata Para Pelaku Usaha di Banjarbaru Soal Wajib PCR Penumpang Pesawat Diadili, Pemenggal Kepala Ibu Muda di Belda Banjarmasin Polemik Gelar Doktor Kehormatan untuk Paman Birin, Alumnus Tantang Uji Publik!

Daerah Sebaran Varian Delta Dapat Alokasi Vaksin Tambahan

- Apahabar.com     Selasa, 10 Agustus 2021 - 16:53 WITA

Daerah Sebaran Varian Delta Dapat Alokasi Vaksin Tambahan

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut provinsi yang mengalami kenaikan kasus mutasi virus corona kategori Variant of Concern (VoC), bakal mendapat tambahan alokasi vaksin Covid-19.

Mutasi virus yang masuk kategori VoC antara lain B117 Alfa, B1351 Beta, dan B1617.2 Delta. Per 7 Agustus 2021, Kemenkes mencatat sebaran kasus VoC di Indonesia sudah mencapai 1.447 kasus. Rinciannya 1.369 varian Delta, kemudian 62 varian Alfa, dan 17 kasus varian Beta.

“Pembagian vaksin itu kita lihat dari jumlah kasus Covid-19, kemudian daerah dengan penularan tinggi, dan daerah yang kena mutasi virus VoC itu akan ditambahkan alokasi vaksinnya berapa persen begitu,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (10/8).

Menurut Nadia penambahan itu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan jumlah sebaran kasus Covid-19 di daerah tersebut. Nadia juga memastikan saat ini distribusi dan alokasi vaksin Covid-19 telah dilakukan secara merata di seluruh provinsi.

Meski begitu, Nadia tidak menampik bahwa distribusi vaksin sebelumnya lebih diprioritaskan di Jawa-Bali lantaran mayoritas kasus Covid-19 secara nasional disumbang oleh dari wilayah itu.

“Karena DKI Jakarta sendiri itu angkanya bisa 40 ribu atau kurang lebih 20-30 persen ada di DKI Jakarta, makanya memang kita memberikan prioritas untuk menyelesaikan vaksinasi di DKI terlebih dahulu,” jelasnya.

Nadia menyebut pemerataan alokasi dan distribusi vaksin Covid-19 mulai dilakukan belakangan lantaran kasus positif di Jawa-Bali mulai melandai, meskipun kasus kematian menurutnya masih perlu menjadi sorotan.

Seiring dengan kondisi perbaikan di Jawa-Bali, beberapa provinsi di luar Jawa Bali mulai memperlihatkan tingkat keterisian rumah sakit yang masih masuk zona merah. Pun dalam beberapa pekan terakhir jumlah kasus covid-19 dan kematian di luar Jawa-Bali mulai mengalami peningkatan.

Provinsi Lampung bahkan tercatat sebagai daerah dengan tingkat kematian Covid-19 atau case fatality rate (CFR) paling tinggi di Indonesia. Data per 1 Januari 2021 hingga 8 Agustus 2021 menyebut tingkat kematian di Lampung mencapai 7,1 persen.

“Ini jadi kita sudah membagi rata saat ini ya untuk vaksinasi, sekarang alokasi luar Jawa-Bali dan Jawa-Bali itu ya sama,” ujar Nadia.

Kemenkes per Senin (9/8) Pukul 12.00 WIB mencatat sebanyak 51.396.079 orang telah menerima suntikan dosis vaksin virus corona. Sementara baru 24.888.506 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin Covid-19 di Indonesia.

Itu artinya, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 24,68 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 11,95 persen.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

BLT Pekerja Gelombang II Cair Akhir Oktober
apahabar.com

Nasional

Prabowo: Indonesia Tak Perlu Ragu Belajar dari China
Istri Chrisye Meninggal, Dimakamkan Satu Liang Lahat

Nasional

Istri Chrisye Meninggal, Dimakamkan Satu Liang Lahat
apahabar.com

Nasional

Imbas Kenaikan Harga Rokok, PHK Massal Mengancam

Nasional

Waspadai Gelombang Hingga 6 Meter di Laut, Kemenhub Rilis Maklumat Pelayaran
Jemaah Pejalan Kaki di Simpang 4 Banjarbaru Diantar Relawan BPK

Nasional

Jemaah Pejalan Kaki di Simpang 4 Banjarbaru Diantar Relawan BPK

Nasional

Menag RI: Jadikan Hari Raya Tri Suci Waisak Perekat Tali Persaudaraan
Habib Rizieq

Nasional

Habib Rizieq Jadi Tersangka, Simak Komentar Waketum MUI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com