Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Kronologi Lengkap Pembunuhan di Pelambuan Gara-Gara Istri Diganggu Fakta Baru Duel Maut di Sungai Miai Banjarmasin, Hanya Gara-Gara Rumput Laka di Kapar HST: Pengendara Vario Nyungsep ke Kolong Colt L-300

Dongkrak Sektor Pertanian, Kalsel Tilik Pengembangan Food Estate Kalteng

- Apahabar.com     Minggu, 15 Agustus 2021 - 22:16 WITA

Dongkrak Sektor Pertanian, Kalsel Tilik Pengembangan Food Estate Kalteng

Dongkrak sektor pertanian, Kalsel tilik Food Estate Kalteng. Foto-apahabar.com/ilustrasi

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) tilik pengembangan program Food Estate di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kabupaten Kapuas, merupakan satu dari dua lokasi Food Estate di Kalteng selain Pulang Pisau, dalam rangka pemenuhan pangan nasional.

Program itu sebelumnya bikin ‘iri’ Kalsel, lantas mengundang anggota DPRD Kalsel berkunjung ke Kapuas, 12-14 Agustus tadi.

Tujuan mereka datang ke sana pengembangan Food Estate juga bisa ditarik ke Kalsel dalam rangka meningkatkan sektor pertanian.

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Syaripuddin mengatakan, salah satu prioritas pembangunan Kalsel saat ini yaitu sektor pertanian di antaranya subsektor pertanian tanaman pangan dan perkebunan.

Salah satu program yang mungkin dikembangkan untuk meningkatkan sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat Kalsel adalah Food Estate seperti di Kalteng.

“Pada kunjugan kerja ke luar daerah, 12 – 14 Agustus 2021, kami Komisi II ke Kapuas, menggali informasi program peningkatan penyediaan pangan nasional melalui pengembangan kawasan food estate,” katanya dilansir Antara, Minggu (15/8).

Food Estate merupakan rencana pengembangan terintegrasi antara pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Tegus Setio Utomo mengatakan latar belakang keberadaan Food Estate di Kalteng, karena luas lahan rawanya 3,57 juta hektare atau 37 persen dari total potensi nasional.

Sementara pemanfaatan lahan rawa untuk usaha pertanian kurang dari 20 persen, padahal aktivitas budi daya komoditas padi di lahan rawa pasang surut berpotensi ditingkatkan baik produktivitas lahan maupun varietasnya.

Lahannya merupakan eks-pengembangan lahan gambut (PLG) sejuta hektare pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, yang secara infrastruktur lahan dan air masih dapat dimanfaatkan.

“Melihat potensi itulah Presiden Joko Widodo memutuskan, membangun lumbung pangan di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau Kalteng dengan Program Food Estate,” ujarnya.

Pembangunan food estate tersebut, rencananya pada lahan potensial seluas 165 ribu hektare yang merupakan bekas PLG, sebuah program peningkatan pangan tahun 1990-an.

“Pemerintah mengklaim program food estate bukan cetak sawah baru, lantaran dibangun dari lahan yang dulunya pernah menjadi sawah,” ujarnya.

Program Strategis Nasional Food Estate melibatkan lintas kementerian yang diyakini akan mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Disamping itu sekaligus juga mendukung upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani dan diproyeksikan menjadi lumbung pangan baru di Indonesia.

Diam-diam Rupanya Food Estate Kalteng Bikin ‘Iri’ Kalsel

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Menteri Bambang ke Balikpapan, KA Kalimantan dan Ibu Kota Masuk Prioritas

Nasional

Syarat Baru Perjalanan di Indonesia dan Masa Berlaku PCR-Antigen-GeNose
apahabar.com

Nasional

Tudingan Tanpa Bukti Jokowi Pakai Wireless Earphone
lapas

Nasional

Wow, Lapas Narkotika Jakarta Dilengkapi Lapangan Tembak
apahabar.com

Nasional

Berkaca dari Kasus Kendari, Prajurit Wajib Kendalikan Jari
apahabar.com

Nasional

Apresiasi Gerak Cepat Jokowi, JMSI Ajak Media Jernihkan Informasi

Nasional

Polda Jabar Periksa 83 Pegawai Kantor Pinjol di Sleman
apahabar.com

Nasional

Covid-19 Tembus 20 Ribu Kasus, Cuncung: Tingkatkan Kewaspadaan!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com