Braakk! Pemuda “Gaduk” Tubruk Bokong Truk di Kotabaru Golkar Banjar Terbelah, Antung Aman & H Rusli Saling Klaim Kepemimpinan INNALILLAHI, Nelayan Kerumputan Kotabaru Ditemukan Tak Bernyawa Geger Api di Liang Anggang, Relawan Sulit Jangkau Titik Api Kisah Istri Alm Brimob Kalsel Jadi Sopir Travel Demi Hidupi 8 Anak, Gaji Habis Bulan Depan

DPR Dorong Pemerintah Riset Ganja untuk Kesehatan

- Apahabar.com     Rabu, 11 Agustus 2021 - 11:38 WITA

DPR Dorong Pemerintah Riset Ganja untuk Kesehatan

Ilustrasi ganja. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – DPR mendorong Pemerintah melakukan riset ganja untuk kesehatan. DPR berharap permasalahan ganja tidak hanya didekati dengan kacamata hukum semata, tetapi juga kacamata ilmu pengetahuan.

“Jadi, kami (DPR) mendorong Pemerintah agar terus melanjutkan (hasil riset WHO soal ganja untuk kesehatan-red). Menurut saya semestinya memang harus lanjut, dilakukan oleh Pemerintah, supaya kita mendapatkan kepastian, apakah benar, ya, hasil penelitian yang dilakukan expert itu ternyata ada gunanya, misalnya, ataukah tidak. Itu, itu tanggung jawab kita sebagai negara untuk melakukan,” kata anggota DPR Taufik Basari, kutip Detikcom, Rabu (11/8/2021).

Pendapat DPR itu disampaikan dalam sidang di MK, Selasa (10/8) kemarin. Taufik Basari memberikan keterangan di sidang dalam kapasitasnya sebagai kuasa hukum DPR RI.

Sidang itu diajukan oleh Dwi Pratiwi, Santi Warastuti dan Nafiah Murhayati yang meminta MK melegalkan ganja untuk kesehatan. Dwi merupakan ibu dari anak yang menderita cerebral palsy, yakni lumpuh otak yang disebabkan oleh perkembangan otak yang tidak normal.

Sedangkan Santi dan Nafiah merupakan ibu yang anaknya epilepsi.

“Bahwa pendekatan terhadap kebijakan narkotika tidak boleh sekadar atau semata dilakukan dengan pendekatan hukum, tapi juga harus sudah dengan pendekatan kesehatan,” tegas Taufik yang juga politikus Partai NasDem itu.

Hakim konstitusi Suhartoyo menyatakan sikap DPR sudah jelas yaitu permasalahan yang diajukan di MK ini adalah bukan persoalan konstitusionalitas norma yang menjadi ranahnya MK, Namun, DPR mengakui bahwa persoalan tersebut merupakan persoalan kemanusiaan yang tetap menjadi masalah yang harus dicarikan jalan keluarnya bagi pembentukan hukum ke depan (ius constituendum).

“Nah, pertanyaan saya tentunya begini. Apakah sudah ada wacana untuk revisi di Prolegnas 2021 tentang undang-undang ini, berkaitan dengan substansi yang dipersoalkan Pemohon ini? Para Pemohon ini seperti apa sesungguhnya, Pak Taufik? Apakah sudah merupakan bagian yang ada di DIM?” tanya Soehartoyo.

Taufik menjawab bila DPR sudah memasukkan revisi UU Narkotika dalam Prolegnas 2021.

“Terkait revisi Undang-Undang Narkotika perlu saya jelaskan di sini sudah masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2021, tapi posisinya adalah usul dari Pemerintah. Oleh karena itu, yang nanti menyusun naskah akademik dan draf RUU adalah Pemerintah. Jadi, bolanya ada di Pemerintah, kita akan menunggu hasil dari naskah akademik dan draf RUU itu dari Pemerintah, kemudian baru nanti DPR akan memberikan DIM-nya,” jawab Taufik.

Editor: Tim Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bayar Online dan Ijab Kabul Zakat Tanpa Bersalaman, Apakah Sah?
apahabar.com

Nasional

Pembinaan Karakter Jadi Tantangan Pendidikan Indonesia
apahabar.com

Nasional

Polisi Ungkap Identitas Asli Lucinta Luna: Di KTP Dia Wanita…
Teguh

Nasional

Ketum JMSI Soal SKB Pedoman ITE: Angin Segar untuk Perusahaan Media
apahabar.com

Nasional

Besok, BI Luncurkan Uang Baru Edisi Khusus 17 Agustus
apahabar.com

Nasional

Asyik Nongkrong, Puluhan Remaja Tak Pakai Masker Disanksi Push Up
apahabar.com

Nasional

Kelanjutan RKUHP dan RUU Pas, Yasona Tunggu Instruksi Jokowi
apahabar.com

Nasional

Menaker: Besaran Gaji Program Pra Kerja Belum Final
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com