Pembelaan Lengkap Wahid: Minta Bebas hingga Tak Sita Semua Hartanya Hotel Aria Barito dan Armani: Fasilitas Berbintang Alat Damkar Kelas Melati Ini 5 Strategi INDEF Selamatkan Perekonomian Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk Salut.. AKBP Afeb Dkk Inisiasi Darul Qur’an di Sungai Jingah
agustus

Dua Pekan Tutup, Sistem Perbankan Afghanistan Terancam Ambruk

- Apahabar.com     Minggu, 29 Agustus 2021 - 00:01 WITA

Dua Pekan Tutup, Sistem Perbankan Afghanistan Terancam Ambruk

Ilustrasi, mata uang Afghanistan. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Sudah hampir dua pekan, bank-bank di Afghanistan tutup. Hal itu membuat masyarakat tidak memiliki akses ke uang tunai sejak Taliban mengambil alih kekuasaan. Kondisi tersebut menyeret Afghanistan ke dalam masalah ekonomi, yakni kehancuran sistem perbankan.

“Tidak ada yang punya uang,” kata seorang pegawai bank sentral Afghanistan seperti dilansir CNN Indonesia, Jumat (27/8).

Karyawan yang mau dikutip anonim tersebut mengatakan banyak keluarga tidak memiliki cukup uang untuk pengeluaran harian mereka, sedangkan pembayaran gaji telah dihentikan.

Semua ini menimbulkan momok krisis ekonomi dan krisis kemanusiaan yang parah di Afghanistan, hanya dua minggu setelah Taliban mengambilalih kekuasaan negara.

Tantangan utama yang sedang menghantui adalah ketergantungan Afghanistan terhadap negara luar dan bantuan internasional. Sementara, sebagian besar akses luar telah diblokir sejak jatuhnya Kabul.

Menurut Bank Dunia, 75 persen pengeluaran untuk publik Afghanistan selama ini berasal dari hibah.

Kendati Taliban memerintahkan bank dan layanan lain untuk kembali dibuka, hingga kini bank masih tutup karena hampir kehabisan uang, kata seorang sumber bank sentral.

“Begitu Anda membuka bank, itu akan mengekspos betapa rapuhnya sistem ini,” ujar seseorang yang akrab dengan situasi ekonomi Afghanistan.

Kamar Dagang Afghanistan-Amerika memperingatkan potensi kehancuran industri perbankan Afghanistan. Bank sentral Afghanistan, sebagai landasan sistem keuangan, tampaknya tengah berada dalam kekacauan internal.

“Afghanistan dan sektor perbankannya berada pada ‘krisis eksistensial’ dengan keruntuhan sektor perbankan sudah dekat,” bunyi memo tertanggal 23 Agustus yang dikirim oleh Kamar Dagang Afghanistan-Amerika.

Memo itu ditulis kelompok kerja perbankan dan keuangan yang terdiri dari bank-bank komersial utama Afghanistan, pelanggan, dan investor.

Memo itu menyebut para kepala bank sentral Afghanistan menolak berbagai bentuk komunikasi dengan industri perbankan. Permintaan akses ke uang tunai juga tidak diberikan.

Oleh karena itu, grup perbankan Afghanistan disebut memutuskan menutup semua bank pada 15 Agustus dan belum dibuka lagi karena kekhawatiran penarikan jumlah besar dari nasabah.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PPKM Mikro Desa

Tak Berkategori

Anggota DPRD Kalsel Berharap Posko PPKM Mikro Desa Berjalan Optimal

Tak Berkategori

Akses Terbuka Bagi Calon Investor untuk PSN Jorong Tala
apahabar.com

Tak Berkategori

Kemenkop Carikan Solusi UMKM Dapatkan Sertifikasi Halal
apahabar.com

Tak Berkategori

Dewan Pers: Tabloid Indonesia Barokah Bukan Produk Jurnalistik
apahabar.com

Tak Berkategori

Jelang Lebaran Besok, Kue Kering Diserbu Pembeli
Bright gas

Tak Berkategori

Naik 21%, Pertamina: Bright Gas 5,5 Kg Jadi Pilihan

Tak Berkategori

Perekonomian Global, China Hadapi Tantangan Salah Urus Perusahaan
apahabar.com

Tak Berkategori

Banjir di Perumahan Maluyung, Shabara Polres Tabalong Evakuasi Warga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com