Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

Ikan Pembudidaya Terancam Mati, Kadiskan Banjar Beri Penjelasan

Para pembudidaya ikan di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, terancam merugi setelah terjadi penurunan debit air sungai aliran Riam....
- Apahabar.com     Selasa, 10 Agustus 2021 - 11:06 WITA

Ikan Pembudidaya Terancam Mati, Kadiskan Banjar Beri Penjelasan

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar, HM Riza Dauly. Foto-apahabar.com/hendralianor

apahabar.com, MARTAPURA – Para pembudidaya ikan di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, terancam merugi setelah terjadi penurunan debit air sungai aliran Riam Kanan.

Kepala Dinas Perikanan (Kadiskan) Banjar, M Riza Dauly, mengaku sudah menerima laporan tersebut dari pembudidaya ikan tawar beberapa desa di Karang Intan.

“Debit air yang masuk ke sungai dari Bendungan Riam Kanan menurun. Manajer PLTA Riam Kanan juga sudah menginformasikan ke kami,” ujar Riza Dauly, Selasa (10/8).

Ia melanjutkan kondisi waduk Riam Kanan saat ini mengalami penurunan debit air.

Pihak PLTA pun melakukan penghematan air dengan hanya membuka satu pintu waduk demi menjaga pasokan listrik tetap normal.

Sungai Dangkal, Jutaan Ikan Budidaya di Karang Intan Terancam Mati

“Kalau seperti biasanya dua sampai tiga pintu dibuka saat volume waduk melimpah,” terangnya.

Selain untuk pasokan listrik, waduk Riam Kanan diprioritaskan menghasilkan bahan air baku dan irigasi untuk pertanian.

“Memang itu yang utamanya. Kita ini (perikanan) sektor sampingan saja,” kata Kadiskan.

Lebih jauh Riza Dauly menjelaskan sejak bulan Mei lalu ia sudah mewanti-wanti pembudidaya terkait masuknya musim kemarau.

“Sehingga langkah-langkah strategis untuk menghindari kematian ikan dan kerugian pembudidaya, sudah kami imbauan agar melakukan penebaran benih dan siklus panen, sehingga tidak berisiko kerugian besar,” papar Riza Dauly.

Pembudidaya juga diimbau waktu itu agar segera memberikan vitamin atau probiotik, termasuk menjaga kebersihan lingkungan ikan.

“Hingga sampai masa usia panen mereka memanen, kemudian memindahkan ke tempat lebih apabila sudah tidak memungkinkan lagi di jala apung. Kami tidak menginginkan kejadian seperti 2019 kembali terulang lagi,” tutur Riza Dauly.

Ia menambahkan, saat ini sudah ada beberapa pembudidaya ikan tawar di Karang Intan yang ikannya sudah mulai mati.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bupati Banjar

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Serahkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung
Meriam Karbit

Kabupaten Banjar

8 Meriam Karbit Disita Polisi, Tim Gabungan Akan Gelar Patroli di Martapura Timur
Masjid Al-Karomah

Kabupaten Banjar

Inovatif! Masjid Al-Karomah Martapura Punya Fasilitas Air Siap Minum
SKPP Bawaslu

Kabupaten Banjar

SKPP Bawaslu, Bupati Banjar Sampaikan Pesan untuk Kader
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Ratusan Sopir Angkut dan Kelotok di Kabupaten Banjar Terima BLT
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Kabupaten Banjar Tetapkan Status Siaga Darurat Sampai 30 Juni
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Dalam Waktu Dekat Raperda Perubahan APBD 2020 Disahkan
Ir Nasrun Syah

Kabupaten Banjar

Kabar Duka, Mantan Sekda Banjar Ir Nasrun Syah Wafat di RS Ulin Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com