Periksa Asjer Bank Kalsel, KPK Dalami Aliran Uang ‘Majid Hantu’ Warga Kandangan Geger, Jasad Pensiunan TNI Mengapung di Sungai Amandit HSS Kalsel Tuan Rumah, Masjid Al-Karomah Martapura Bakal Jadi Pusat MTQ Nasional 2022 Balangan Tambah Daftar Kawasan Terdampak Banjir di Kalsel Geger! Penemuan Jasad Pria Mengapung di Sarang Tiung Kotabaru

Indikator Ekonomi Nasional Positif, Presiden Jokowi: Tetap Hati-Hati

- Apahabar.com     Sabtu, 28 Agustus 2021 - 16:20 WITA

Indikator Ekonomi Nasional Positif, Presiden Jokowi: Tetap Hati-Hati

Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan para pimpinan partai politik koalisi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/8/2021). Foto- BPMI Setpres/Rusman

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan di tengah penanganan pandemi Covid-19, pemerintah terus berupaya untuk mengendalikan perekonomian nasional.

Keseimbangan “gas dan rem” antara penanganan di bidang kesehatan dan ekonomi menjadi tantangan yang tidak mudah untuk dihadapi.

Meski demikian, sejumlah indikator perekonomian nasional menunjukkan angka yang menggembirakan.

“Alhamdulillah di kuartal pertama 2021 dari minus 0,7 [persen], di kuartal kedua kita bisa sudah meloncat ke 7,07 [persen],” ujar Presiden Jokowi saat bertemu dengan para pimpinan partai politik koalisi di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (25/8) lalu.

Selain itu, angka inflasi juga relatif terkendali di angka 1,5 persen. Jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain, inflasi di Indonesia relatif lebih terjaga.

Indikator ekonomi lainnya yang juga membaik, yaitu ekspor yang pada kuartal kedua naik sebesar 31,8 persen. Angka tersebut utamanya didorong oleh sektor pertanian yang mengalami kenaikan cukup signifikan.

“Saya kira ini membuat kita optimistis,” tambah Presiden Jokowi.

Konsumsi masyarakat selama kuartal kedua berada di angka 5,9 persen. Sementara itu, investasi tumbuh sangat baik di angka 7,5 persen.

Perbaikan sejumlah indikator perekonomian tersebut dibarengi juga dengan naiknya Indeks Kepercayaan Pemerintah yang kini berada di angka 115,6 dibandingkan sebelumnya yang berada di angka 97,6. Kepala Negara memandang bahwa hal tersebut menunjukkan adanya optimisme masyarakat.

“Ini juga kepercayaan konsumen, kepercayaan publik, kepercayaan masyarakat kelihatan dari indeks-indeks seperti ini yang angkanya selalu kita peroleh apabila surveinya selesai. Artinya ada optimisme, arahnya positif, tetapi juga kita tetap harus berada pada posisi kehati-hatian, kewaspadaan karena memang sekali lagi sulit dihitung dan sulit dikalkulasi,” tandas Presiden Jokowi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

289 Anak di Papua Terpapar Covid-19
apahabar.com

Nasional

Menahan Pastikan Pemindahan Ibu Kota Sudah Melalui Kajian Strategis
apahabar.com

Nasional

PDI Perjuangan Tempatkan Saksi di TPS Seluruh Indonesia
apahabar.com

Nasional

Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Terbakar, 10 Penderita Panik Langsung Dievakuasi
Prosedur BUMN

Nasional

Presiden Jokowi Ingin Prosedur BUMN Jangan Ruwet Seperti Birokrasi!
apahabar.com

Nasional

Mantap, KFC Dukung Penuh Gerakan Non-Plastik Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Ingin Bansos Rp600 Ribu dari Pemerintah, Intip Cara dan Syaratnya
Nikita Mirzani

Nasional

Nikita Mirzani Sumbang Rp 100 Juta untuk Korban Banjir Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com