Arus Lalu Lintas Jembatan Sei Alalak Sementara Dialihkan, Catat Kapan Ditutup Total Asyik di Hammock, 4 Pasang Muda-Mudi Banjarbaru Digaruk Pol PP Geger Api di Hapalah Tabalong, Bantuan Mulai Mengalir Namanya Menasional, MHM Dinilai Potensial untuk RI-2 Lakon “Hamil” STB Uniska Warning Krisis Kepedulian Generasi Muda

Kabar Baik, Mensos Siapkan Bantuan Sosial Khusus Anak Yatim

- Apahabar.com     Senin, 16 Agustus 2021 - 23:02 WITA

Kabar Baik, Mensos Siapkan Bantuan Sosial Khusus Anak Yatim

Anak yatim bakal mendapatkan bantuan sosial dari negara tahun 2022 mendatang. Foto-ilustrasi/bisnis.com

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan pihaknya tengah menyiapkan bantuan sosial (bansos) khusus untuk anak yatim.

Anak yatim dimaksud, termasuk yang ditinggalkan orang tuanya akibat Covid-19.

“Kita lagi bahas untuk membantu para anak-anak yatim yang saat ini ditinggalkan orang tuanya, baik karena Covid-19 atau karena memang anak yatim,” kata Risma dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2022 secara daring di Jakarta, Senin (16/8).

Risma menegaskan hal itu sesuai dengan amanat UUD 45, bahwa fakir miskin dan anak telantar dipelihara negara.

Menurut Risma, saat ini rencana tersebut masih dalam pembicaraan dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas.
Namun, Menkeu Sri Mulyani sudah memberi sinyal untuk menyetujui program yang akan diluncurkan selambat-lambatnya tahun 2022 mendatang.

“Kemudian saat ini yang sedang kami proses, Ibu Menkeu lagi kita bahas dengan Kemenkeu dan Bappenas,” jelas Risma.

Risma melanjutkan pemerintah sedang merancang penyaluran anggaran yang cocok untuk anak-anak yang telah kehilangan orang tua.

Ia mengatakan akan melakukan pelacakan melalui kartu keluarga untuk mengetahui siapa yang merawat anak itu.
Kalau dirawat oleh yayasan, bantuan sosial khusus tersebut akan disalurkan kepada yayasan.

“Kita bisa saja tracing di data kependudukan misal kakak dari bapaknya, tapi begitu walinya yayasan atau lembaga sosial, itu kemudian akan putus sehingga kita harus mencari aturan yang tepat untuk mengakomodir,” sambungnya.

Pada 2022 mendatang, ia juga akan terus melakukan pembaharuan data penerima bansos setiap bulan untuk menyesuaikan perubahan yang terjadi, seperti kematian, perubahan alamat, dan keadaan finansial.

Di samping itu, ia juga menyiapkan aplikasi usul sanggah untuk wadah bagi masyarakat yang hendak mengusulkan orang yang layak menerima bansos atau membatalkan pemberian bansos bagi warga yang hanya mendapatkan bansos karena mengenal pejabat penyalurnya.

“Beberapa hari ini saya menerima surat itu dan menindaklanjuti ternyata setelah kita cek di lapangan kemudian kita tahu sebetulnya dia tidak berhak, tidak sesuai kriteria, dia mengundurkan diri,” imbuhnya.
​​​

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sosok Terduga VS, Artis yang Terjerat Prostitusi Online di Lampung
apahabar.com

Nasional

Fakta-Fakta Penangkapan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, Kini Polisi Buru Sang Pemasok
apahabar.com

Nasional

Simak Poin-poin Kontroversial di Draf Omnibus Law Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

Penajam Kondusif, Kapolda: Jangan Terpancing Isu Provokatif!
apahabar.com

Nasional

Tingkatkan Ekonomi Desa, Telkom Group Resmikan Balkondes Sambirejo
apahabar.com

Nasional

Petugas KPPS yang Meninggal Jadi 469 Orang
apahabar.com

Nasional

IDI Catat Jumlah Tenaga Medis yang Gugur akibat Covid-19 Meningkat
apahabar.com

Nasional

Jangan Sembarang Konsumsi Tanaman Bajakah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com