Kritik Pedas Pengamat Soal Komunitas Moge Lintasi Jembatan Alalak Baru Dua Hari Menghilang, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Bawah Kolong Rumah Banjarmasin Utara Nekat Buka Lahan, Dua Penambang Ilegal di Kukar Kaltim Ditangkap Klaim Kantongi Rekom Pemkot, Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Beroperasi Capaian Vaksinasi Dikritik, Dianggap Biang Kerok PPKM Level 4 Banjarmasin Diperpanjang

Kapolda Sumsel Minta Maaf ke Rakyat RI Soal Rp2 T Akidi Tio

- Apahabar.com     Kamis, 5 Agustus 2021 - 15:38 WITA

Kapolda Sumsel Minta Maaf ke Rakyat RI Soal Rp2 T Akidi Tio

Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Eko Indra Heri meminta maaf kepada masyarakat terkait polemik rencana pemberian bantuan sebesar Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19. Foto-Ist

apahabar.com, PALEMBANG – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Inspektur Jenderal Eko Indra Heri meminta maaf atas polemik rencana pemberian bantuan sebesar Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 yang menyebabkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Eko di Gedung Promoter Polda Sumsel, Kamis (5/8) didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Supriadi.

“Saya minta maaf kepada masyarakat Indonesia. Kegaduhan yang terjadi dapat dikatakan sebagai kelemahan saya sebagai individu,” ujar Kapolda, dikutip dari CNNIndonesia.

Eko mengungkapkan polemik bermula saat dirinya dihubungi oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy dan dokter pribadi keluarga Akidi Tio, Hardi Darmawan di rumah dinasnya.

Saat itu Eko mendapatkan informasi bahwa keluarga mendiang Akidi akan memberikan bantuan kepada masyarakat Sumsel terkait penanganan pandemi.

“Ini terjadi karena ketidakhati-hatian saya karena percaya dengan pemberian bantuan tanpa mengecek uang yang dijanjikan dulu sebelumnya,” ujar dia.

Saat itu, dirinya hanya mendapat kabar jika uang yang dijanjikan sedang diproses. Namun hingga saat ini uang tersebut sampai saat ini belum ada kejelasan.

“Saat itu saya sebagai kapolda hanya dipercayakan untuk menyalurkan bantuan ini. Uangnya diminta dikawal transparansinya,” ungkap dia.

Eko mengaku tidak mengenal anak bungsu Akidi Tio, Heriyanty. Dirinya hanya mengenal mendiang Akidi Tio saat bertugas di Palembang. Sedangkan mendiang anak sulung Akidi, Johan dikenalnya saat menjabat Kapolres Aceh Timur.

Dirinya meminta kepada seluruh pihak untuk menghilangkan seluruh kegaduhan ini dan kembali konsentrasi ke penanganan Covid-19 di Sumsel.

“Saya minta maaf khususnya kepada Kapolri, Pimpinan di Mabes Polri, anggota Polri, masyarakat Sumsel, tokoh agama dan tokoh adat. Terutama Forkompinda Sumsel, Gubernur, Pangdam dan Danrem. Saya sebagai manusia biasa memohon maaf. Ini terjadi akibat ke tidak hati-hatian saya,” ujar dia.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pemprov: KEK MBTK 100 Persen Siap Diresmikan
apahabar.com

Nasional

Banjir Samarinda, Ratusan Ton Cadangan Pangan Disiapkan
apahabar.com

Nasional

Berharap Program Inovasi Desa Berlanjut 5 Tahun ke Depan
apahabar.com

Nasional

Gempa 6,1 SR Guncang Manokwari
apahabar.com

Nasional

BPJAMSOSTEK Sudah Serahkan Data Calon Penerima Bantuan Subsidi Upah Gelombang Pertama
apahabar.com

Nasional

Seekor Badak Sumatera di Kalimantan Selamat dari Jebakan
apahabar.com

Nasional

“Maafkan Saya Merepotkan Pepo”
Dinkes DKI

Nasional

Dinkes DKI Waswas Laju Covid-19 Lebih Cepat dari Ruang Rawat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com