Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu… Ratusan Anggota Polda Kalsel Naik Pangkat, Irjen Rikwanto Beri Wanti-wanti

Kasus Pemalsuan Hasil PCR di Balikpapan, Satu Klinik Ditutup Sementara

Usai penetapan tersangka kasus pemalsuan hasil PCR di Balikpapan, satu klinik ditutup sementara.Polisi telah menetapkan tiga orang tersangka
- Apahabar.com     Jumat, 6 Agustus 2021 - 21:42 WITA

Kasus Pemalsuan Hasil PCR di Balikpapan, Satu Klinik Ditutup Sementara

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Andi Sri Juliarty, ketika menjelaskan kasus pemalsuan PCR. Foto: apahabar.com/Ahmad Riyadi

apahabar.com, BALIKPAPAN – Usai penetapan tersangka kasus pemalsuan hasil PCR di Balikpapan, satu klinik ditutup sementara.

Polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus pemalsuan hasil PCR ini. Mereka juga berkoordinasi Dinas Kesehatan Balikpapan untuk menyelidiki status dari klinik yang terlibat.

Penyebabnya dua dari tiga tersangka merupakan oknum karyawan klinik yang berada di kawasan Balikpapan Selatan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menjelaskan bahwa klinik tersebut sejatinya terdaftar resmi.

Namun demikian, mereka belum dapat menerbitkan hasil PCR, karena harus mengirimkan sampel ke Speed Lab di Jakarta.

“Kami berharap sampel tidak diperiksa di klinik, karena izin pemeriksaan PCR di Balikpapan belum tersedia,” ungkap Andi Sri Juliarty, Jumat (6/8).

Untuk menindaklanjuti kasus tersebut, klinik yang terlibat ditutup. Penutupan ini juga demi mempermudah pemeriksaan kepolisian.

“Pun kalau sudah selesai pemeriksaan, akan dinilai lagi soal kelayakan beroperasi. Terkait keterlibatan personal, oknum atau manajemen, kami tunggu hasil penyelidikan polisi,” tukas Andi.

Di sisi lain, Andi Sri Juliarty membantah klinik tersebut milik pemerintah, sembari mengimbau masyarakat agar selalu memeriksakan diri ke klinik resmi dan mengikuti prosedur.

“Kami mengharapkan masyarakat juga sesuai prosedur, karena pemeriksaan ini bertujuan mengurangi penularan. Juga jangan tergoda iming-iming calo,” pungkas Andi.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Cak Lontong

Tak Berkategori

Alasan Cak Lontong Tolak Jabatan Bupati-Wakil Wali Kota di Surabaya
apahabar.com

Tak Berkategori

Guru Bomber Gereja di Surabaya Hanya Dihukum 10 Tahun Penjara
apahabar.com

Tak Berkategori

Pemabuk Rusak Pot Bunga Senilai Rp7,7 Juta Diamankan
apahabar.com

Tak Berkategori

Sandiaga Batal Ziarah ke Sekumpul Hari Ini

Tak Berkategori

Rangkaian HUT ke-76 TNI, Kodim 1022/Tanah Bumbu Tabur Bunga di TMP Mattone Pagatan
apahabar.com

Tak Berkategori

Kebakaran Kilang di Balikpapan Dijamin Tak Ganggu Produksi
apahabar.com

Tak Berkategori

Film Sudah Dirilis, ‘Bumblebee’ Suguhkan Final Trailer
apahabar.com

Tak Berkategori

Medsos Cs Picu Trafik Data Telkomsel Selama Lebaran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com