Cuaca Kalsel Hari Ini: Waspada! Hujan Petir Melanda Hampir Seluruh Wilayah Update Banjir Kalsel: Sudah 6 Kabupaten Terdampak! Parah, Empat Titik Longsor Sempat Tutup Akses Utama Loksado-Kandangan UPDATE Tinggi Air Jelang Puncak Banjir HST BREAKING! Bupati HST Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Keberadaan WNA China di PT MPP, Begini Penjelasan Kapolres Kapuas

- Apahabar.com     Senin, 2 Agustus 2021 - 21:17 WITA

Keberadaan WNA China di PT MPP, Begini Penjelasan Kapolres Kapuas

Bangunan corong penampung pasir milik PT. MPP yang ambruk menyebabkan 2 korban tewas dan 2 korban luka berat. Foto: Istimewa

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Sejumlah warga negara asing (WNA) asal China mengalami kecelakaan kerja di PT Mineral Palangkaraya Prima (MPP) yang beroperasi di wilayah Lahei Mangkutup, Mantangai, Kapuas, Kalteng.

Lantas, bagaimana WNA itu bisa masuk ke Kabupaten Kapuas dan bekerja di perusahaan tambang PT MPP tersebut?

Menurut Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti, para WNA asal China yang semuanya berjumlah 12 orang datang ke Indonesia tidak menggunakan visa kerja, melainkan menggunakan visa kunjungan.

Kemudian perusahaan tambang PT MPP mempekerjakan WNA tersebut juga tanpa dilengkapi dengan rencana penggunaan tenaga kerja asing.

“Sehingga perusahaan harus betul-betul bertanggung jawab secara administratif terkait penggunaan tenaga kerja itu,” kata Manang saat menggelar konferensi pers di Mapolres Kapuas, Senin (2/8).

Kapolres Kapuas bilang, berdasarkan Pasal 190 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja bahwa perusahaan tersebut (PT MPP) dapat dikenai sanksi admnistrasi atas pelanggaran yang dilakukan.

Dalam pasal itu disebutkan bahwa pemerintah pusat atau pemerintah daerah berdasarkan kewenangannya mengenakan sanksi admnistrasi atas pelanggaran setiap pemberi kerja yang memperkerjakan tenaga kerja asing tidak memiliki rencana penggunaan tenaga kerja asing.

“Jadi, perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja asing wajib memiliki rencana penggunaan tenaga kerja asing yang disahkan oleh pemerintah pusat,” kata Manang.

“Untuk tindaklanjut terhadap ke 12 orang tenaga asing kerja itu akan ditangani oleh pihak imigrasi untuk kemudian dilakukan deportasi ketika proses penyidikan kami selesai,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Bupati Kobar Akan Buka Pasar Hewan Qurban
apahabar.com

Kalteng

Duh, Jalan Penghubung 2 Desa di Terusan Kapuas Rusak Parah
dinas perdagangan

Kalteng

Dinas Perdagangan Kapuas Ingatkan Pangkalan Jual Gas Elpiji Sesuai HET
apahabar.com

Kalteng

Dekan FISIP Kecewa UPR Dituding Tidak Tegas Tangani Kasus Kekerasan Seksual
apahabar.com

Kalteng

HUT RI, ASN di Kapuas Diminta Pasang Bendera di Rumah

Kalteng

Palangka Raya Perketat Dua Titik Pemeriksaan, Pengendara Tidak Asal Masuk
Kapuas Cerdas

Kalteng

Guru di Tamban Catur Dijejali Program Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas
apahabar.com

Kalteng

Bawaslu Kapuas Kalteng Sosialisasikan Pengembangan Pengawasan Pemilu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com