Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Kebijakan Tarif PCR Baru, RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan Terpaksa Tombok

- Apahabar.com     Selasa, 31 Agustus 2021 - 13:19 WITA

Kebijakan Tarif PCR Baru, RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan Terpaksa Tombok

Ruang tes PCR di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brigjend H Hasan Basry Kandangan. Foto-apahabar.com/Nuha

apahabar.com, KANDANGAN – Pasca kebijakan pemangkasan biaya tes polymerase chain reaction (PCR) oleh Presiden RI Joko Widodo, seluruh rumah sakit penyedia diagnosis kasus positif Covid-19 serentak menurunkan tarif layanan tersebut. Tak terkecuali tes PCR di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Terhitung sejak 18 Agustus 2021 kemarin, biaya pemeriksaan di sana turun menjadi Rp525 ribu dari sebelumnya sekitar Rp900 ribu.

Tetapi dibalik murahnya tes PCR ini, ternyata pihak RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan terpaksa menutupi kerugian lantaran tak sebanding dengan biaya operasional.

Rumah sakit rujukan pasien Covid-19 wilayah HSS dan kabupaten tetangga itu dapat melayani tes PCR sebanyak 16 kali pemeriksaan satu kali jalan dengan biaya reagen mencapai Rp11 juta.

Jika dikalkulasikan, kerugian pihak rumah sakit yakni biaya reagen Rp11 juta dibagi 16 hasilnya Rp687.500-Rp525 ribu (biaya PCR) adalah minus Rp162.500.

“Sebenarnya secara perhitungan tidak menutupi, biaya belum termasuk peralatan lain dan listrik,” ucap Direktur RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan Hj Rasyidah, Selasa (31/8).

Mau tidak mau, pihak rumah sakit terpaksa harus mengeluarkan biaya operasional untuk menutup kerugian sejak harga dipangkas.

Menurutnya, RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan hanya menjalankan kebijakan Presiden Joko Widodo meskipun sementara harus menutupi kerugian.

“Kami berharap kebijakan pemerintah agar harga reagen bisa diturunkan seiring biaya tes PCR,” katanya.

Menurut Hj Rasyidah, pihaknya tidak ingin menurunkan kualitas pelayanan dengan membeli reagen yang ‘abal-abal’ atau di bawah standar.

“Kami tidak ingin membeli reagen yang tidak sesuai, karena hasilnya kemungkinan besar tidak valid,” jelasnya.

Sedangkan untuk tes PCR, RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan lebih mengutamakan memberikan pelayanan kepada pasien Covid-19 dan rujukan, tracking tenaga kesehatan, selanjutnya masyarakat umum.

“Mudah-mudahan ada solusi dari pemerintah, kami rasa harga sama dengan modal saja sudah cukup,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

HSS

Bupati Sampaikan KUA dan PPAS Perubahan Anggaran 2019
apahabar.com

HSS

Empat Kecamatan di HSS Selesaikan Rekapitulasi Suara
BPK Kalsel

HSS

BPK Kalsel Datang, Bupati HSS Beri Sambutan
apahabar.com

HSS

Pemkab HSS Gelar Ramah Tamah Bersama Tim Penilai Asman Toga
Loksado

HSS

Jelang Natal dan Tahun Baru, Loksado Diprediksi Dibanjiri Wisatawan
apahabar.com

HSS

Berhasil Panen Padi di Lahan Eks Galian C
apahabar.com

HSS

Fikry Minta Radio Sehati Kandangan Jadi Mitra Pemerintah
apahabar.com

HSS

Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan, Distan HSS Awasi Penyembelihan Hewan Kurban
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com