Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Komisioner HAM PPB Soroti Pelanggaran Taliban

- Apahabar.com     Selasa, 24 Agustus 2021 - 21:01 WITA

Komisioner HAM PPB Soroti Pelanggaran Taliban

Komisioner Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet berbicara dalam sebuah konferensi pers. Foto-Reuters

apahabar.com, JENEWA – Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Michelle Bachelet menyatakan telah menerima laporan tentang pelanggaran serius yang dilakukan Taliban di Afghanistan.

Pelanggaran itu termasuk eksekusi terhadap warga sipil dan larangan terhadap perempuan.

Bachelet tidak memberikan rincian eksekusi dalam pidatonya kepada Dewan HAM PBB, Selasa (24/8), tetapi mendesak forum Jenewa itu untuk membentuk mekanisme untuk memantau secara dekat tindakan Taliban.

“Perlakuan Taliban terhadap perempuan yang akan menjadi batas mendasar yang keamanannya tidak lagi bisa dijamin,” kata Bachelet pada sesi darurat forum, yang diadakan atas permintaan Pakistan dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dilansir Antara.

“Ada ketakutan besar bagi perempuan, jurnalis, dan generasi baru pemimpin masyarakat sipil yang muncul dalam beberapa tahun terakhir,” kata Bachelet menambahkan.

Bachelet bilang, keanekaragaman etnis dan agama minoritas Afghanistan juga berisiko mengalami kekerasan dan penindasan, mengingat pola pelanggaran serius sebelumnya di bawah pemerintahan Taliban dan laporan pembunuhan dan serangan yang ditargetkan dalam beberapa bulan terakhir.

Nasir Ahmad Andisha, seorang diplomat senior Afghanistan dari pemerintah yang digulingkan, menyerukan pertanggungjawaban atas tindakan Taliban. Ia menggambarkan situasi tidak pasti dan mengerikan, di mana jutaan orang takut akan kehilangan nyawa mereka.

Pakar hak asasi manusia independen PBB, dalam sebuah pernyataan bersama, mengatakan bahwa banyak orang bersembunyi karena takut akan pembalasan karena Taliban terus menggeledah rumah dari pintu ke pintu.

“Penggeledahan, penangkapan, pelecehan, dan intimidasi serta penyitaan properti dan pembalasan sudah dilaporkan,” kata mereka.

Dewan HAM PBB akan mempertimbangkan rancangan resolusi, yang diajukan oleh Pakistan atas nama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang menyuarakan keprihatinan atas laporan pelanggaran.

Namun, rancangan resolusi itu tidak menyebutkan nama Taliban, juga tidak akan membentuk misi pencarian fakta untuk menyelidiki mereka.

Sebaliknya, Dewan meminta Bachelet untuk melaporkan kembali ke forum pada sesi Maret 2022 dan mendesak semua pihak untuk menghormati hukum hak asasi manusia termasuk “partisipasi perempuan yang penuh dan bermakna” dan kelompok minoritas.

“Kami mengharapkan teks yang lebih kuat, ini sangat minimalis dan kami kecewa,” kata seorang diplomat Barat kepada Reuters saat negosiasi panas berlanjut pada teks tersebut.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Ngeri, Bocah di Ukraina Dimutilasi 2 Anjing Gembala Jerman Saat Rayakan Ultah Kedua, Alat Kelamin Dirobek-robek

Internasional

Lindungi Situs Sejarah Yerusalem Timur, UNESCO Adopsi 2 Resolusi Pro-Palestina
apahabar.com

Internasional

Gempa Magnitude 7,1 di Turki Sebabkan Tsunami, Berdampak ke Indonesia?
apahabar.com

Internasional

17 Hari Tanpa Kasus, Selandia Baru Klaim Bersih dari Corona
Malaysia Catat 19.913 Kasus Corona Sehari

Internasional

Malaysia Catat 19.913 Kasus Corona Sehari, 83 Persen Gejala Ringan
apahabar.com

Internasional

Berikan Penghormatan untuk Korban Pembantaian, Ini yang Dilakukan Geng Suku Asli Australia di Depan Masjid Christchurch
Ilustrasi ledakan bom. Foto-iStockPhoto via Liputan6.com

Internasional

Bom Bunuh Diri Saat Natal di Kongo, 5 Orang Tewas
Masjidil Haram

Internasional

Insiden Salat Jumat di Masjidil Haram, Begini Pengakuan Pria Penyerang Khatib
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com