[FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka Ini Daftar Korban Kecelakaan Beruntun di Balikpapan

Kondisi Ekonomi Kuartal II Bikin Presiden Jokowi Waspada

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menguatirkan situasi perekonomian di kuartal III 2021 akibat merebaknya Covid-19 varian Delta.Presiden Jokowi..
- Apahabar.com     Selasa, 10 Agustus 2021 - 15:20 WITA

Kondisi Ekonomi Kuartal II Bikin Presiden Jokowi Waspada

Presiden Joko Widodo menguatirkan situasi perekonomian di kuartal III-2021. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menguatirkan situasi perekonomian di kuartal III 2021 akibat merebaknya Covid-19 varian Delta.

Presiden Jokowi mengatakan penularan varian Delta Covid-19 telah memaksa pemerintah untuk memperketat mobilitas masyarakat sejak awal Juli 2021 atau sejak awal kuartal III 2021 yang berdampak pada kegiatan ekonomi domestik.

“Kita tetap harus waspada. Pada kuartal III 2021, kondisi perekonomian lebih berat. Kita tahu awal bulan Juli, varian Delta telah memaksa kita untuk memperketat mobiltas masyarakat yang tentu saja berdampak pada ekonomi nasional kita,” kata Presiden Jokowi, dalam sambutan secara virtual di HUT ke-44 Pasar Modal di Jakarta, Selasa (10/8), dilansir Antara.

Presiden juga mengingatkan situasi tersebut harus turut diwaspadai para pelaku pasar modal. Namun, kata Jokowi, sektor pasar modal Indonesia tetap berpeluang untuk bertumbuh lebih baik.

Mengacu pada pengalaman sebelumnya, saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), nilai transaksi harian di bursa efek justru meningkat menjadi Rp7,5 triliun-Rp8 triliun.

Setelah PSBB berakhir, nilai transaksi harian kembali meningkat mencapai Rp13,1 triliun. Presiden Jokowi meminta momentum pertumbuhan ini terus dijaga.

“Peningkatan kepercayaan agar pasar modal harus menjadi prioritas, digitalisasi dipercepat, produktivitas kualitas pelayanan harus diperbaiki, penegakan hukum harus tegas dan transparan, ekosistem perekonomian nasional harus sama-sama kita perbaiki,” kata Presiden Jokowi.

Presiden juga mengapresiasi penambahan investor pasar modal yang sangat signifikan hingga Juli 2021. Ia bersyukur peningkatan jumlah investor pasar modal banyak dikontribusikan oleh investor domestik dan juga investor kalangan millenial.

Menurutnya, hal ini akan berkontribusi untuk memperkuat pasar modal domestik ketika menghadapi tekanan pasar di kemudian hari.

“Selama pandemi jumlah perusahaan yang melakukan IPO di bursa tidak menurun, jumlahnya, IPO-nya tetap tertinggi di ASEAN. Capaian yang baik ini telah dicapai selama 4 tahun berturut-turut,” ujar Presiden Jokowi.

Adapun pada kuartal II 2021 perekonomian Indonesia telah keluar dari zona resesi setelah bertumbuh 7,07 persen (year on year/yoy), dan mengakhiri periode pertumbuhan ekonomi negatif sejak kuartal II 2020.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Update Corona 20 Maret, Jumlah Kasus Kembali Meningkat
Populer Kalsel

Nasional

Bikin Haru, Momen ‘Pamitan’ Pemilik Warung Soto Banjar di Pontianak Sebelum Naik Sriwijaya Air SJ-182
PPKM Darurat

Nasional

Kecuali Menlu, Jokowi Larang Menteri ke Luar Negeri Saat PPKM Darurat

Nasional

Prihatin Macet saat PPKM Darurat, Menkes: Mobilitas Warga Tak Terkontrol!
apahabar.com

Nasional

Proses Pemilihan Komisaris dan Direksi Perusahaan BUMN Digelar Seperti Era SBY
apahabar.com

Nasional

Beroperasi Penuh, Ini Tarif 3 Ruas Tol Trans Jawa di Jawa Timur Per 21 Januari 2019
Syarat Naik Pesawat

Nasional

Kebijakan Baru Berlaku Hari Ini, Simak Syarat Lengkap Naik Pesawat

Nasional

Putra Ahok Diduga Menganiaya Wanita, Korban Didorong Keluar Mobil
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com