Jembatan Ambruk, Warga Pingaran Ilir Terpaksa Menyeberang Pakai Perahu Tali Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng

Kurang Sosialisasi, Penerapan PPKM Level 4 di Barito Kuala Belum Efektif

%%excerpt%% Memasuki hari ketiga, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Barito Kuala belum terlihat efektif.
- Apahabar.com     Jumat, 13 Agustus 2021 - 22:24 WITA

Kurang Sosialisasi, Penerapan PPKM Level 4 di Barito Kuala Belum Efektif

Sejumlah kafe di Marabahan masih beroperasi seperti biasa, karena sosialisasi PPKM level 4 belum tersampaikan. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Memasuki hari ketiga, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Barito Kuala belum terlihat efektif.

Batola termasuk dalam 45 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM level 4, terhitung mulai 10 sampai 23 Agustus.

Namun memasuki hari ketiga, Jumat (13/8), penerapan PPKM level 4 di Bumi Selidah belum terlihat efektif.

Hal itu dibuktikan jam operasional sejumlah tempat makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang buka melewati ketentuan.

Sesuai Surat Edaran Nomor: 440/1560/Kesra-Setda yang ditandatangani Bupati Batola, usaha tersebut diizinkan buka hingga pukul 23.00 Wita dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kemudian rumah makan dan kafe skala kecil yang berada di lokasi sendiri, dapat melayani makan di tempat dengan ketentuan 25 persen dari kapasitas.

“Sebenarnya kami tahu dari berita-berita kalau Batola menerapkan PPKM level 4,” papar Kifli, salah seorang pedagang kaki lima di Marabahan.

“Namun kalau imbauan-imbauan langsung atau selebaran yang ditempel, kami belum mengetahui,” imbuhnya.

Hal serupa juga diakui Fadil, salah seorang pengelola kafe dan resto di Jalan MT Haryono Marabahan.

“Kami hanya pernah menerima sosialisasi PPKM level 3. Namun soal PPKM level 4, baru sebatas mengetahui dari sosial media dan berita-berita,” ungkap Fadil.

“Oleh karena belum disosialisasikan, kami terus buka sampai pukul 24.00 Wita,” sambungnya.

Kendati demikian, Fadil memastikan karyawan mematuhi protokol kesehatan dan bahkan sudah divaksinasi Covid-19.

“Kami juga mewajibkan pengunjung menggunakan masker dan hand sanitizer, serta selalu menjaga jarak,” beber Fadil.

Sementara Sekretaris Daerah Batola, Zukipli Yadi Noor, menjelaskan bahwa panduan PPKM sudah mulai disebarkan.

“Panduan PPKM level 4 itu dibagikan terpisah-pisah untuk tempat ibadah, atau warung dan kafe,” jelas Zukipli.

“Secara umum mengikuti Instruksi Menteri Dalam Negeri. Kami juga menitikberatkan penanganan di hulu seperti mewajibkan pakai masker dan menjauhi kerumunan,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kubah Datuk Abdusshamad

Batola

Pertimbangkan Protokol Kesehatan, Kubah Datuk Abdusshamad Marabahan Ditutup Lagi
apahabar.com

Batola

Masih Pandemi, Sekolah di Batola Jajaki Opsi Pembelajaran Tatap Muka

Batola

Jelang Bulan Puasa, Harga Bahan Pokok di Pasar Marabahan Tanpa Gejolak

Batola

Batola Turun ke PPKM Level 2, Sejumlah Aturan Ditinjau Ulang
banjir

Batola

10 Jam Perjalanan Darat, Bantuan Korban Banjir dari Barito Utara Tiba di Batola

Batola

Buka Selama Malam Bulan Puasa, Warga Kecam Pemilik Warung di Desa Batik Batola

Batola

Polres Batola Ungkap Misteri Pembuang Bayi di Sungai Tabunganen

Batola

Gandeng SKB Batola, Rutan Marabahan Berantas Buta Aksara Warga Binaan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com