Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas Masih Berlangsung! Penggeledahan KPK di Kantor Dinas PUP HSU

LAPAN Ungkap Fenomena Matahari Memutih Sebab Suhu Dingin Indonesia

- Apahabar.com     Minggu, 1 Agustus 2021 - 08:45 WITA

LAPAN Ungkap Fenomena Matahari Memutih Sebab Suhu Dingin Indonesia

Ilustrasi Matahari tampak memutih. Foto-antarafoto/Indrayadi TH

apahabar.com, JAKARTA – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan fenomena surya “pethak” atau Matahari tampak memutih berpotensi terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Fenomena surya pethak adalah saat matahari merona putih selama siang hari sejak terbit hingga terbenam.

“Setiap wilayah di seluruh indonesia berpotensi mengalami surya ‘pethak’,” kata peneliti di Pusat Sains dan Antariksa Lapan Andi Pangerang, kutip CNNIndonesia.com dari Antara, Minggu (1/1).

Menurut dia jika dikaitkan dengan musim, surya pethak umumnya hanya terjadi di musim-musim penghujan, yang saat itu penguapan air cenderung tinggi sehingga kabut awan lebih mudah terbentuk.

“Surya pethak hanya bisa terjadi jika kualitas udara di lokasi pengamatan kurang baik, dan dari sisi meteorologis, lokasi tersebut tertutup kabut awan, sehingga penghamburan (scattering) tidak sekuat ketika langit bersih dan cerah,” katanya.

Penyebab surya pethak

Penyebab munculnya surya pethak karena letusan gunung berapi dan perubahan sirkulasi air laut yang dapat memengaruhi penguapan dan pembentukan awan.

Secara harfiah, katanya, surya “pethak” bermakna matahari tampak memutih. Surya “pethak” dapat dimaknai sebagai alam sunya ruri atau siang hari yang temaram seperti malam hari. Siang hari yang dimaksud di sini adalah dihitung sejak matahari terbit hingga matahari terbenam.

Menurut dia sinar matahari yang biasa kemerahan ketika terbit dan terbenam akan memutih, sedangkan ketika matahari meninggi, sinar matahari tidak begitu terik dikarenakan terhalang oleh semacam kabut awan.

Kejadian tersebut dapat berlangsung selama tujuh hingga empat puluh hari paling lama.

Efek dari surya pethak dapat membuat suhu permukaan Bumi menjadi lebih dingin, sehingga tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan optimal dan manusia akan mudah menggigil.

Editor: Tim Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jangan Panik, Luapan Bendungan Bili-bili Masih Wajar
Palestina

Nasional

Menlu Ungkap Upaya RI Perjuangkan Hak-hak Palestina

Nasional

Menkumham Nilai RUU KUHAP Penting Beri Kepastian Hukum
Pemerintah Siapkan Skenario Vaksin Dosis Ketiga

Nasional

IDI Minta Pemerintah Siapkan Skenario Vaksin Dosis Ketiga untuk Masyarakat
apahabar.com

Nasional

Akibat Tsunami, 25 Persen Pemesanan Hotel di Banten Dibatalkan
apahabar.com

Nasional

Gara-Gara Kabut Asap, 7 Penerbangan di Syamsudin Noor Delay!
apahabar.com

Nasional

Review Arahan Presiden, Paman Birin: Dapat Barangnya, Bukan Realisasi Belanjanya
Mahasiswa

Nasional

Soal PPN Sembako, Tagar ‘Mahasiswa Mati Suri’ Bergema
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com