Pemukiman Warga Danau Rangas Palangka Raya Kini Jadi Daerah Banjir Terparah Duh, Petugas Dishub Palangka Raya Dipukul Gegara Tertibkan Jukir Liar Tugu Soekarno Azis Syamsuddin Tersangka Dugaan Suap Terancam Hukuman Hanya 5 Tahun Penjara Jadi Tersangka, Azis Syamsuddin Diduga Suap Mantan Penyidik KPK Rp 3,1 Miliar Bukti Cukup, KPK Tetapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Tersangka Suap

Menilik Tradisi 10 Muharam di Kampung Para Ulama Banjar Lahir

- Apahabar.com     Kamis, 19 Agustus 2021 - 13:44 WITA

Menilik Tradisi 10 Muharam di Kampung Para Ulama Banjar Lahir

Warga Desa Tunggul Irang, kampung para ulama Banjar lahir, sedang membagikan uang kepada anak yatim piatu untuk memperingati 10 Muharam, Kamis (19/8). Foto-apahabar.com/istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Desa Tunggul Irang, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar punya tradisi mulia tiap 10 Muharam yang jatuh hari ini, Kamis (19/8).

Tradisi 10 Muharam bagi masyarakat di kampung para ulama Banjar lahir itu, yakni dengan membagi-bagikan uang kepada para anak yatim-piatu.

Waktunya selepas subuh sekitar pukul 06.00 hingga pukul 08.00 Wita.

Para anak-anak kecil berbondong-bondong mengelilingi desa, datang ke rumah-rumah warga untuk menerima uang yang jumlahnya beragam.

“Untuk anak yatim biasanya Rp 20 ribu, tapi terserah masing-masing, tergantung kemampuan saja,” ujar Pambakal Desa Tunggul Irang Ulu, Abdul Bari, kepada apahabar.com, Kamis siang.

Tradisi ini diungkapkannya, sudah menjadi kebiasaan sejak turun temurun. “Yang mampu memberi kepada yang kurang mampu,” tuturnya.

Di sisi lain, meskipun tujuan utamanya untuk menyantuni anak yatim, tapi tidak dipungkiri anak-anak lainnya juga turut meramaikan tradisi ini.

“Kalau anak yatim itu biasanya dapat lebih banyak sperti Rp 20 ribu, sedangkan bukan anak yatim Rp 5 ribu,” ujar salah satu warga Desa Tunggul Irang Seberang, Ali Haydar.

Ketutamaan Menyantuni Anak Yatim

Momentum 10 Muharram juga disebut sebagai Idul Yatama atau hari raya para anak yatim. Hal ini berdasarkan anjuran untuk menyantuni anak-anak yatim pada hari tersebut.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menyayangi anak-anak yatim. Dan beliau lebih menyayangi lagi pada hari Asyura (tanggal 10 Muharram).

Di mana pada tanggal tersebut, Beliau menjamu dan bersedekah bukan hanya kepada anak yatim, tapi juga keluarganya.

Kemudian dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiyaa-i wal Mursalin disebutkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda yang artinya:

“Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharram, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada’. Dan barang siapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya“.

Para ulama menjelaskan, esensi dari mengusap rambut anak yatim tersebut adalah menyantuni mereka.

Kampung Ulama Banjar Lahir

Desa Tunggul Irang, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, merupakan salah satu tempat para ulama Banjar lahir.

Seperti yang mahsyur, Guru Sekumpul atau KH Muhammad Zaini bin Abdul Gani.

Guru Sekumpul lahir di Tunggul Irang, 11 Februari 1942. Meninggal di Martapura, 10 Agustus 2005 pada umur 63 tahun.

Kemudian, pengarang Kitab Senjata Mukmin, KH Husin Qadri. Guru Husin Qadri lahir di Desa Tunggul Irang, 17 Ramadhan 1327 H (2 Oktober 1909).

Selanjutnya, KH Badaruddin, mantan Pimpinan Ponpes Darussalam dan Ketua Nazir Masjid Agung Al Karomah Martapura.

Guru Ibad, begitu kerap disapa, lahir di Desa Tunggul Irang, 29 Dzulkaidah tahun 1355 H bertepatan dengan tanggal 11 Februari tahun 1937.

Selain itu, ada KH Muhammad Rosyad yang juga lahir di sana, pada 3 Rabiul Awal tahun 1358 H, bertepatan dengan tanggal 15 April tahun 1939 M.

Baik Guru Husin Qadri, Guru Badaruddin dan Guru Rosyad merupakan kakak beradik. Ketiganya bermakam di Desa Tunggul Irang.

Sampai kini, ketiga bersaudara ini dikenal sebagai tokoh ulama kota Serambi Mekkah, Martapura, yang sampai hari ini masih harum namanya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Polda Kalsel

Kalsel

Terima Perintah MK, Polda Kalsel Siap Amankan PSU
apahabar.com

Kalsel

21 Anak di Banjarmasin Mengidap HIV/AIDS
apahabar.com

Kalsel

Enam Wilayah di Kalsel Berpotensi Hujan Lebat
apahabar.com

Kalsel

Update Pekapuran Raya, Kluster Paling Berbahaya di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Pembunuhan Kades di Tabalong, Pelaku Dikenal sebagai Pemburu Biawak
apahabar.com

Kalsel

KPU Banjarmasin Temukan Kerusakan Kotak Suara, Ini Laporannya
Nelayan

Kalsel

Kaki Tersangkut di Alat Tangkap, Seorang Nelayan di Kukar Hilang Tenggelam

Kalsel

Pansus RTRW Bahas Penataan Kawasan Kumuh di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com