Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Moeldoko Layangkan Somasi Ketiga ke ICW Sebelum Lapor Polisi

- Apahabar.com     Jumat, 20 Agustus 2021 - 19:48 WITA

Moeldoko Layangkan Somasi Ketiga ke ICW Sebelum Lapor Polisi

Otto Hasibuan, kuasa hukum Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko melayangkan somasi ketiga ke pihak Indonesia Corruption Watch (ICW), Jumat (20/8).

Somasi itu masih terkait perkara tuduhan keterlibatan Moeldoko dalam kerja sama dengan produsen obat Ivermectin, PT Harsen Laboratories.

Menurut Otto Hasibuan, kliennya merasa dirugikan secara moril terhadap tuduhan ICW.

“Jadi Pak Moeldoko ini tidak mempersoalkan kerugian materiil tapi utama adalah kerugian moril. Coba bayangkan bahwa berita tersebut judulnya saja menyatakan berburu rente,” kata penasihat hukum Moeldoko, Otto Hasibuan, dalam konferensi pers virtual di Jakarta seperti dilansir Antara, Jumat (20/8).

Moeldoko melalui Otto Hasibuan sudah melayangkan dua somasi kepada peneliti ICW Egi Primayogha yaitu pada 30 Juli 2021 dan 6 Agustus 2021.

Dalam kedua somasi tersebut, Otto meminta agar peneliti Egi Primayogha memberikan bukti-bukti dari mengenai pernyataan soal Moeldoko mengambil rente dari peredaran Ivermectin serta menggunakan jabatannya untuk melakukan ekspor beras.

Bila tidak dapat memberikan bukti, maka Moeldoko meminta permintaan maaf dan bila tidak ada pernyataan maaf akan dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Lebih tegasnya lagi ‘mens rea’ (niat jahat) mereka disampaikan dalam surat balasan yang membuat definisi berburu rente. Dengan tegas mereka mengatakan definisinya adalah mencari untung dengan menyalahgunakan kekuasaan. Jadi terkandung maksud seakan-akan Pak Moeldoko ini mengambil untung dan melakukan korupsi kira-kira begitu,” ungkap Otto.

Menurut Otto, hal tersebut menjadi sangat berbahaya karena ICW tidak menyadari kerugian moril yang dialami Pak Moeldoko.

“Kita tidak menuntut kerugian materiil tapi kita menuntut kerugian moril yaitu namanya pencemaran nama baik itu. Itulah yang harus dipulihkan,” tambah Otto.

Selanjutnya soal beras, Otto juga menyebut kliennya mengalami kerugian morilnya.

“Coba dikatakan Pak Moeldoko itu dituduh melakukan ekspor beras seakan-akan pejabat melakukan ekspor beras. Ya boro-boro ekspor beras, Indonesia ini kan melakukan impor beras jadi mereka sudah tahu salah, mengaku salah, dia bilang itu misinformasi tapi tidak mencabut beritanya atau minta maaf,” jelas Otto.

Otto pun memberi waktu 5×24 jam setelah somasi ketiga dikirimkan kepada ICW untuk memberikan bukti dan bila tidak dapat membuktikan untuk meminta maaf kepada Moeldoko.

Bila permintaan maaf tidak disampaikan maka Moeldoko akan melaporkan peneliti ICW Egi Primayogha dengan tuduhan pencemaran nama baik ke kepolisian.

Dalam konferensi pers ICW pada 22 Juli 2021 disebutkan Moeldoko dalam jabatannya sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) punya hubungan dengan PT Noorpay Nusantara Perkasa yaitu mengadakan program pelatihan petani di Thailand.

PT Noorpay sahamnya dimiliki oleh Sofia Koswara sebagai Wakil Presiden PT Harsen Laboratories, produsen Ivermectin yang disebut-sebut sebagai salah satu obat Covid-19.

Jejaring itu diduga mencari keuntungan di tengah krisis pandemi lewat relasi politik apalagi putri Moeldoko yaitu Joanina Rachman adalah pemegang saham mayoritas di PT Noorpay Nusantara Perkasa.

ICW juga mengungkapkan pada awal Juni 2021, Ivermectin didistribusikan oleh PT Harsen ke kabupaten Kudus melalui HKTI.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pemerintah Harus Tiru Vietnam Manfaatkan Perang Dagang Amerika-China
apahabar.com

Nasional

Beratribut 01, Pengemudi Taksi Online Turunkan Penumpang
Geng Motor

Nasional

Bentrok Dua Kelompok Geng Motor, 2 Orang Terluka

Nasional

Sistem Hybrid, Opsi Perhelatan Acara Musik Masa Pandemi di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Youtube Indonesia Buat Youtube Rewind Versi Indonesia
apahabar.com

Nasional

Prancis Sebut Tak Ada Bukti Covid-19 Terkait dengan Lab Penelitian Wuhan
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Ani Yudhoyono Peduli Masyarakat Daerah Bencana

Nasional

Tata Cara Pelaporan Harta Kekayaan PNS Sesuai Aturan Presiden Jokowi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com