Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Mural Kritis Dihapus Satpol PP Banjarmasin, Ibnu Sina: Saya Tidak Anti Kritik

Mural 'Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan' jadi salah satu yang belakangan ramai dibahas.Mural di Jalan RE Martadinata, Kota Banjarmasin
- Apahabar.com     Rabu, 25 Agustus 2021 - 20:43 WITA

Mural Kritis Dihapus Satpol PP Banjarmasin, Ibnu Sina: Saya Tidak Anti Kritik

Mural ‘Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan’ sebelum dihapus Satpol PP dan Damkar Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Mural ‘Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan’ jadi salah satu yang belakangan ramai dibahas.

Mural di Jalan RE Martadinata, Kota Banjarmasin ini telah dihapus oleh anggota Satpol PP dan Damkar setempat pada Rabu (18/8) malam lalu.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyebutkan dirinya bukan sosok pemimpin yang anti kritik. Menurutnya kritik seperti apapun yang dilontarkan kepada pihaknya tak jadi masalah.

“Mural bernada kritik atau segala macam tidak masalah. Asalkan bagus saja tidak masalah. Saya tidak anti kritik. Orang demo di sini saja kita layani,” ucapnya, Rabu (25/8).

Menurutnya lagi pengakuan tersebut lantaran pihaknya merasa pernah menggelar lomba penulisan mural yang diklaimnya sebagai bentuk kebebasan berekspresi di muka publik.

“Pemkot Banjarmasin, dahulu pernah menggelar lomba mural. Jadi sebenarnya, pemerintah justru memberikan space atau ruang,” ungkapnya.

Ia pun lantas menekankan. Bahwa soal kritik hingga masukan, pihaknya bahkan membuka kanal resmi. Salah satunya melalui kanal pengaduan di aplikasi e-lapor.

Lantas, apakah kini ruang untuk para seniman mural atau grafiti itu tersedia? Menanggapi hal itu, berharap seniman mural atau grafiti bisa bekerja sama dengan penyedia tempat-tempat tertentu.

Misalnya pemilik usaha kecil menengah, restoran, hingga rumah makan yang bisa menyediakan ruang untuk seniman mural. Misalnya di dinding halaman parkirnya.

“Ruang ekspresinya bisa dituangkan di situ. Termasuk berisi pesan-pesan positif, membangun, juga optimis. Dan saya kira itu bisa dilakukan. Secara umum, kalau muralnya membangun, orang pasti aman-aman saja. Tak masalah,” ucapnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kabupaten Banjar

Penemuan Jasad Perempuan di Sungai Tabuk, Begini Penjelasan Polisi
apahabar.com

Kalsel

Iuran BPJS Kesehatan Masih Mahal, Menunggu Revisi Perpres Baru
Bombarbeer

Banjarmasin

Sidak THM Bombarbeer, Satpol PP Banjarmasin Temukan Ini
apahabar.com

Kalsel

Kisah Dewi, Petugas KPH Kotabaru Lolos dari Maut: Parang Menempel di Leher
apahabar.com

Kalsel

Soroti Karhutla, Mabes Polri: Jangan Tunggu Api Besar!

Banjarmasin

Peduli Penyandang Disabilitas di Banjarmasin, KNPI Kalsel Bagikan Puluhan Paket Beras

Kalsel

Tembus Lebih Satu Juta Vaksinasi, Faisal Akbar Apresiasi Pemprov Kalsel

Kalsel

Waspada! Tinggi Air di Banjarmasin Malam Ini Diprediksi 2,5 Meter
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com