Curi Susu Demi Keponakan, Perkara Remaja Banjarmasin Dihentikan Lewat Restorasi Justice Fakta Baru Pembacokan di SPBU Banjar, Tak Ada Duit yang Hilang Dear KPK! Jangan Sia-siakan Pengorbanan Kades Aisyah Kotabaru Anies Baswedan untuk Presiden 2024 Mulai Bergaung di Kalsel Diterjang Banjir Rob, Pemukiman Warga Pesisir Pantai Tala Porak Poranda

Nasib PPKM Level IV Banjarmasin, Ibnu Sina: Tunggu Keputusan Presiden!

Meminjam catatan Kementerian Kesehatan, pada periode 7 Agustus ditemukan 127 kasus terkonfirmasi di Banjarmasin, rawat inap
- Apahabar.com     Senin, 9 Agustus 2021 - 17:11 WITA

Nasib PPKM Level IV Banjarmasin, Ibnu Sina: Tunggu Keputusan Presiden!

Pemerintah belum memutuskan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level IV di Banjarmasin diperpanjang atau tidak. Foto-dok/apahabar.com

Meminjam catatan Kementerian Kesehatan, pada periode 7 Agustus ditemukan 127 kasus terkonfirmasi di Banjarmasin, rawat inap 88, dan meninggal 8. Banjarmasin menjadi penyumbang kasus terbanyak kedua di Kalsel setelah Banjarbaru. Tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakitnya alias BOR mencapai 67 persen. Standar WHO tidak boleh melebihi 60 persen.

Masih dalam periode yang sama, Barito Kuala, dan Banjarbaru menjadi dua daerah dengan BOR tertinggi di Kalsel, masing-masing 91 persen dan 90 persen.

Sementara, tingkat positivitas Banjarmasin berkisar 43 persen, dengan rasio kontak erat 0,2. Standar WHO tingkat positivitas di daerah mesti kurang dari 5 persen, atau lebih dari 14 orang dilakukan tracing ketika didapati kasus.

Sebagai pembanding, masih meminjam catatan Kementerian Kesehatan, pada 3 Agustus, Banjarmasin memiliki 164 kasus terkonfirmasi, rawat inap 81, dan meninggal 6.

Kala itu, Banjarmasin menjadi penyumbang kasus terbanyak ketiga di Kalsel setelah Banjarbaru, dan Tanah Laut. Sementara, tingkat positivitas Banjarmasin berkisar 47%, rasio kontak erat 0,7, dengan BOR berkisar 66%.

Penurunan tidak signifikan terhadap kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Banjarmasin selama periode itu, menurut Anggota Tim Pakar Covid-19, Universitas Lambung Mangkurat, Hidayatullah Muttaqin lebih karena jumlah testing yang menurun.

“Selama dua pekan PPKM insidensi penduduk yang dirawat di RS per 100 ribu penduduk justru naik, insidensi kasus kematian juga justru naik,” ujar Taqin dihubungi apahabar.com, Senin siang.

Berdasarkan asesmen situasi Covid-19, Kementerian Kesehatan RI masih menempatkan Banjarmasin pada situasi level 4.

Terbatasnya kapasitas respons sistem kesehatan perlu jadi perhatian lain, yang mana angka tingkat positivitas masih di atas 40 persen, kontak erat masih nol koma sedangkan BOR di atas 65 persen.

“Bukan pekerjaan mudah untuk memperlambat laju kasus infeksi Covid-19, menurunkan risiko masyarakat terpapar virus Corona. Tidak ada yang instan dan dapat dicapai dalam waktu singkat. Semuanya perlu keseriusan dengan mengerahkan segenap sumber daya yang dimiliki,” jelasnya.

Banjarmasin PPKM Berjilid-jilid: Prokes Malah Jeblok, Kematian Pecah Rekor!

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

36 Jam Tenggelam, ABK TB Bahar 77 di Kuin Cerucuk Banjarmasin Ditemukan
Kepala BPN Banjarmasin

Banjarmasin

Buntut Laporan Warga, Kepala BPN Banjarmasin Diperiksa Polda Kalsel
Distribusi Air

Banjarmasin

Pagi Ini Distribusi Air PDAM Bandarmasih Terganggu Selama 6 Jam, Berikut Wilayah Terdampak
KPK Banjarmasin

Banjarmasin

Di Banjarmasin, Wakil Ketua KPK Warning Modus Rasuah Pengadaan Barang Jasa

Banjarmasin

Geger Kucing Hutan Belang Macan Nyasar ke Pemukiman Warga Banjarmasin
Banjarmasin

Banjarmasin

4 Hari Tak Terlihat, Pria Sungai Baru Banjarmasin Ditemukan Meninggal Dalam Rumah
Banjarmasin

Banjarmasin

‘Iuran Aneh’ HKN di Banjarmasin Terindikasi Pungli: Dipelototi BPKP, Wali Kota Bergeming Atas Nama Panitia
Ngadat

Banjarmasin

Polemik Air Ngadat, PDAM Bandarmasih Siap Siap Kena Gugat!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com