Duel Maut, Kakek Aniaya Tetangga hingga Tewas di Banjarmasin Terancam Hukuman Berat Ke Kalsel, Jokowi Tak Hanya Resmikan Jembatan Sei Alalak Prokes Dilonggarkan, Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram Geger! Warga Hilir Kotabaru Temukan Mayat Bayi dalam Kardus Setelah Kakak, Sang Adik yang Hilang di Hampang Kotabaru Ditemukan Meninggal

Pak Kapolri, Mata Ketiga Polantas Belum Efektif di Kalsel

- Apahabar.com     Jumat, 13 Agustus 2021 - 18:36 WITA

Pak Kapolri, Mata Ketiga Polantas Belum Efektif di Kalsel

Sejumlah ruas jalan di Banjarmasin sudah terpasang Electronic Traffic Law Enforcement sejak April lalu. apahabar.com/Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Sejumlah ruas jalan di Banjarmasin sudah terpasang Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) sejak April lalu.

Lokasinya ada dua di pertigaan kilometer enam, Jalan Ahmad Yani arah masuk dan ke luar kota. Satunya lagi di Jalan Pangeran Samudera perempatan hotel A.

Sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik itu sengaja dipasang Polda Kalsel seiring berkembangnya teknologi dan informasi.

Penerapan e-TLE ini sejatinya sudah diberlakukan secara nasional sejak Maret 2021 lalu. Para pelanggar lalu lintas bisa terekam secara otomatis melalui sistem ini.

Kendati sudah dipasang sejak beberapa bulan lalu, namun e-TLE di Kalsel belum berjalan efektif. Sampai saat ini masih dalam tahap sosialisasi ke masyarakat.

Direktur Lalu Lintas, Polda Kalsel Kombes Kombes Pol Maesa Soegriwo menyampaikan alasannya. E-TLE belum berjalan efektif lantaran belum diresmikan.

“Masih menunggu jadwal launching dari pusat (Korlantas Mabes Polri) karena masih PPKM level IV,” ujarnya kepada media ini, Jumat (13/8).

Rencananya, peresmian e-TLE di Kalsel bakal dilaksanakan berbarengan dengan 12 daerah lain di Indonesia yang mana peresmiannya masuk dalam tahap II.

Namun begitu, evaluasi sementara dari Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel, sejak April lalu sedikitnya 700 pelanggar terekam e-TLE.

Adapun pelanggaran yang tercatat mayoritas dilakukan pengendara motor, seperti menerobos atau lampu merah, atau berboncengan lebih dari dua orang.

Sedang, pengemudi mobil paling banyak melakukan pelanggaran menggunakan seat belt atau sabuk pengaman, serta menggunakan ponsel saat berkendara.

Kendati demikian para pelanggar tak serta-merta langsung disanksi berat berupa ditilang. Untuk saat ini sanksi yang diberikan hanya berupa teguran secara tertulis.

Teguran itu kemudian diantar ke alamat pengendara yang melakukan pelanggaran untuk kemudian ditegur dan dimintai klarifikasi.

Kamera E-TLE Catat 700 Pelanggar Lalin Per Hari, Terobos Traffic Light Mendominasi

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Geger, Pria Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa di Kampung Sasirangan Banjarmasin

Banjarmasin

Aksi Kamisan di Banjarmasin, Mahasiswa Angkat Hari Bumi Sedunia
Banjarmasin

Banjarmasin

Awas! Tipu-Tipu Berkedok Bansos di Banjarmasin, Pelaku Minta Rp300 Ribu

Banjarmasin

BST Dihentikan, Banjarmasin Tunggu Kemensos Soal Nasib Ribuan Warga Miskin
Dewas PDAM Bandarmasih

Banjarmasin

Biaya Meter Air Tuai Polemik, Dewas PDAM Bandarmasih ‘Turun Gunung’
Simpan Sabu

Banjarmasin

Simpan Sabu, Pria di Banjarmasin Selatan Digulung Polisi

Banjarmasin

ASN Sering Terlambat, Pemkot Banjarmasin Kembali Terapkan Fingerprint
Pj Sekdakot Banjarmasin

Banjarmasin

Sederet Prestasi Ibnu Sina – Hermansyah Selama 5 Tahun Pimpin Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com