MPP Banjarbaru Bawa Angin Segar, Investasi Lampaui Target hingga 124 Persen Peredaran Rokok Ilegal Tinggi, KAKI Kalsel Geruduk Kantor Ditjen Bea Cukai Status Siaga Banjir di Balangan Berlaku hingga 12 Desember Waspada Banjir Rob, BPBD Tanah Bumbu Ingatkan Warga Pesisir Laut Puncak Harjad ke-56 Tabalong, Momentum Melanjutkan Estafet Pembangunan Lebih Maju

Paling Ditunggu Setiap Musim Buah, Langsat Tanta Malah Terancam Punah

- Apahabar.com     Minggu, 8 Agustus 2021 - 12:51 WITA

Paling Ditunggu Setiap Musim Buah, Langsat Tanta Malah Terancam Punah

Kepala Desa Tanta, Budi Irianto, mengkhawatirkan populasi langsat berkurang akibat aksi pencurian. Foto: Istimewa

apahabar.com, TANJUNG – Sudah menjadi komoditas buah yang paling diminati, buah langsat dari Tanta, Tabalong, justru terancam punah.

Kecamatan Tanta merupakan salah satu kawasan penghasil buah langsat di Tabalong.

Namun dibandingkan kawasan lain, pamor langsat dari Tanta terbilang sudah masyhur dan menjadi buruan warga ketika musim buah tiba.

Tidak hanya menjadi primadona warga Tabalong, langsat dari Tanta ini juga diincar masyarakat dari luar.

Namun keberadaan langsat dari Tanta terancam punah akibat aksi sekumpulan pencuri.

Sedianya pencuri-pencuri itu tidak langsung menjarah buah. Mereka hanya mengambil madu kelulut yang bersarang di pohon langsat.

Masalahnya pencurian madu kelulut itu dilakukan dengan cara menebang pohon langsat.

Aksi meresahkan itu setidaknya mulai sering terjadi di Desa Tanta, Padangin dan Teluk Bayur. Terakhir pencuri beraksi menebang pohon langsat milik Budi Irianto, Jumat (6/8).

“2 pohon langsat dan 1 pohon rambutan telah ditebang pencuri yang mengambil sarang kelulut,” ungkap Budi Irianto yang juga Kepala Desa Tanta, Minggu (8/8).

Penebangan itu dilakukan malam hari dengan cara digergaji. Aksi pencuri itu sulit dideteksi, mengingat lokasi perkebunan jauh dari pemukiman.

Langsat milik Budi Irianto yang ditebang pencuri itu berumur sekitar 50 tahun. Dalam setiap musim, pohon tersebut menghasilkan buah sebanyak 200 kilogram atau menghasilkan pemasukan setara Rp6 juta.

“Kalau terus dibiarkan, saya khawatir akan mengurangi populasi dan hasil langsat di Tanta. Tidak menutup kemungkinan punah, kalau pencurian semakin marak,” tukas Budi.

Agar terhindar dari aksi penebangan, masyarakat berinisiatif menutup sarang kelulut hingga bahkan dimatikan. Mereka juga akan semakin giat berpatroli di perkebunan.

“Kalau masih beraksi juga, kami tak segan menyerahkan pelakunya kepada polisi untuk diproses hukum,” tegas Budi.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tabalong

Tak Bisa Belajar Daring, Guru di Tabalong Rela Kunjungi Siswa yang Tak Punya Ponsel
Tabalong

Tabalong

Ngeyel, Masih Ada Warga Tabalong Pakai Masker di Dagu Saat ke Pasar
apahabar.com

Tabalong

8 Warga Terjaring Operasi Yustisi di Tabalong, 4 Orang Diperintah Beli Masker
TMMD 110

Tabalong

TMMD 110, Anggota dan Warga Kebut Penyelesaian Pembangunan RTLH

Tabalong

Dishub Tabalong Akan Buka Median Jalan di Depan Simpang Terminal Mabuun
Pilkades Serentak

Tabalong

Pilkades Serentak di Tabalong Digelar Besok, Forkompincam Murung Pudak Lakukan Monitoring
Tabalong

Tabalong

Isi Tuntutan Lengkap Demo Ribuan Karyawan PT SIS Buntut Polemik Libur Mayday
apahabar.com

Tabalong

Puluhan Pasangan Nikah Siri di Panaan Tabalong Akan Dapat Buku Nikah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com