OTT KPK di Amuntai HSU: Kadis PU hingga Eks Ajudan Bupati Diamankan, Modusnya Fee Proyek BREAKING! Polisi HSU Bekuk Pembunuh Brutal di Amuntai Tengah Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang

Paralimpiade Tokyo 2020: Paralimpian Tanah Bumbu Urung Tambah Medali Indonesia

- Apahabar.com     Selasa, 31 Agustus 2021 - 16:19 WITA

Paralimpiade Tokyo 2020: Paralimpian Tanah Bumbu Urung Tambah Medali Indonesia

Paralimpian lompat jauh Indonesia, Setyo Budi Hartanto, bertanding belum berhasil menambah medali di Paralimpiade Tokyo 2020, Selasa (31/8). Antara

apahabar.com, TOKYO – Paralimpian dari Tanah Bumbu, Setyo Budi Hartanto, belum berhasil menambah medali Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020, Selasa (31/8).

Setyo yang bertanding di final nomor lompat jauh putra kategori T47, menempati urutan kesepuluh dari total 13 atlet.

Dari tiga percobaan, Setyo membukukan lompatan terbaik 6,47 meter. Ini merupakan total lompatan terbaik yang pernah dilakukan Setyo.

Emas diraih Robiel Yankiel Sol Cervantes. Atlet dari Kuba ini membukukan lompatan sejauh 7,46 meter yang menjadi rekor baru di Paralimpiade.

Sedangkan perak disabet paralimpian Amerika Serikat, Roderick Townsend, dengan lompatan 7,43 meter.

Kemudian perunggu direbut atlet Komite Paralimpiade Rusia, Nikita Kotukov, dengan lompatan 7,34 meter.

Peluang Indonesia untuk menambah medali dari lari 100 meter putri kategori T13, juga tidak berhasil diwujudkan.

Putri Aulia tidak berhasil ke putaran final, karena kandas dalam kualifikasi heat 3. Namun demikian, penampilan Putri sejatinya sudah bagus.

Wanita berusia 27 tahun ini menempati urutan 10 dari total 18 peserta yang mengikuti kualifikasi, serta mencatatkan waktu 12,55 detik yang menjadi rekor pribadi.

Sementara perenang Syuci Indriani, juga belum dapat lolos ke putaran final tunggal putri medley 200 meter kategori SM14.

Syuci menempati posisi 13 dari total 17 peserta kualifikasi. Sementara hanya 8 peserta yang berhak lolos ke putaran final atau perebutan medali.

Indonesia juga dipastikan tersingkir dari babak 16 besar tenis meja beregu putra kelas 9-10, menyusul kekalahan 0-2 dari China.

David Jacobs yang menyumbangkan perunggu di kategori perorangan, dikalahkan Hao Lian di partai tunggal putra dengan skor 8-11, 10-12 dan 5-11.

Lalu ketika berpasangan dengan Komet Akbar di partai gada putra, mereka kalah dari pasangan China Hao Lian/Yiqing Zhao dengan skor 9-11, 12-10, 4-11 dan 4-11.

Kekalahan 0-2 ini membuat pertandingan tunggal putra kedua antara Komet Akbar melawan Yiqing Zhao, tidak perlu dimainkan lagi.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Martapura FC

Sport

Lepas Kepemilikan Klub, Begini Penjelasan Manajemen Martapura FC
apahabar.com

Sport

Diimbangi Semen Padang 1-1, Jacksen Puji Bayu Pradana sebagai Kapten Barito

Sport

Hasil Piala Menpora 2021: Raih Kemenangan Perdana, PSS Sleman Jaga Peluang Lolos

Sport

Hasil Liga Champions: Tekuk Borussia Dortmund, Manchester City Belum Aman
apahabar.com

Sport

Usul FIFA, Boleh Ganti Pemain Lima Kali per Pertandingan
apahabar.com

Sport

Messi Akan Tinggalkan Barcelona pada 2021, ke Mana Akan Berlabuh? Ada Guardiola dan Aguero di Man City
apahabar.com

Sport

Ditanya Seberapa Tajir, Simak Jawaban Valentino Rossi
apahabar.com

Sport

Rutin Gelar Silaturrahmi, BPFC Miliki 32 Ribu Anggota di FB
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com