‘Banyu’ Naik, Remaja Tewas Tersetrum di Siring Amuntai Kala Tapin Siap Jadi Lumbung Pangan IKN Baru di Kaltim Rangkaian Hari Menanam Indonesia, Wali Kota dan DLH Banjarbaru Tanam Ribuan Pohon Ternyata Rumah Ambruk di Gatot Subroto Banjarmasin tidak Kantongi IMB Kebanjiran Terus, Kalsel Siapkan Megaproyek Kolam Regulasi, Wabup HST Bantah Ilegal Logging

Pemerintah Utamakan Distribusi Vaksin Pfizer di Jabodetabek

- Apahabar.com     Senin, 23 Agustus 2021 - 00:25 WITA

Pemerintah Utamakan Distribusi Vaksin Pfizer di Jabodetabek

Pemerintah bakal memprioritaskan distribusi vaksin virus corona (Covid-19) jenis Pfizer dengan merek Comirnaty di Jabodetabek. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah bakal memprioritaskan distribusi vaksin virus corona (Covid-19) jenis Pfizer dengan merek Comirnaty menuju di Jabodetabek. Dosis vaksin Pfizer akan diutamakan untuk warga yang belum pernah menerima suntikan vaksin.

“Pada tahap awal, vaksin ini telah didistribusikan ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Tangerang Selatan dan Bekasi,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati mengutip Antara, Minggu (22/8).

Widyawati menjelaskan bahwa Jabodetabek menjadi prioritas karena vaksin Pfizer membutuhkan penanganan dan penyimpanan yang khusus dan harus segera digunakan. Vaksin ini harus disimpan khusus di dalam tempat dengan suhu yang sangat rendah antara minus 90 hingga minus 60 derajat Celcius.

“Vaksin ini harus disiapkan oleh petugas kesehatan yang sudah dilatih menggunakan teknik tertentu dalam menangani rantai dingin, termasuk cara mencairkan dan mengencerkan vaksin sebelum disuntikan,” katanya.

Sebanyak 1.560.780 juta dosis vaksin Pfizer tiba di Indonesia pada Kamis (19/8) melalui skema pembelian langsung. Secara bertahap, 50 juta vaksin Pfizer akan tiba di Indonesia tahun ini melalui skema tersebut.

Jumlah tersebut termasuk vaksin Pfizer yang akan didapatkan secara gratis melalui skema GAVI/Covax sebanyak 4,6 juta dosis dalam beberapa pekan ke depan.

Vaksin Pfizer juga telah memperoleh Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM pada 14 Juli 2021, sehingga bisa langsung disuntikkan kepada masyarakat.

Meski terdapat beberapa jenis vaksin selain Pfizer, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak pilih-pilih. Pemerintah sudah menjamin keamanan dan khasiat dari vaksin Covid-19 yang digunakan saat ini.

Saat ini terdapat 6 jenis vaksin yang digunakan di Indonesia untuk melawan virus COVID-19, yaitu vaksin Coronavac, vaksin jadi buatan Sinovac asal Tiongkok, vaksin Covid-19, vaksin produksi Bio Farma dengan bahan baku dari Sinovac, vaksin AstraZeneca asal Inggris, vaksin Moderna dan Pfizer asal Amerika Serikat.

“Kembali saya tekankan, jangan pilih-pilih vaksin, semuanya aman dan berkhasiat dan segera lakukan vaksinasi,” kata Widyawati
Papua Barat Siap Terima Pfizer

Dinas Kesehatan Papua Barat mengaku siap menerima vaksin Pfizer dari pemerintah Pusat. Dinkes Papua Barat sudah memiliki tempat penyimpanan khusus vaksin Pfizer.

“Untuk ruangan penyimpanan kami ada. Perlu kita inventarisir lagi dan minta petunjuk pusat. Kita juga memiliki dua orang tenaga pengelola rantai dingin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Patorongan kepada CNNIndonesia.com.

Otto mengatakan sejauh ini pemerintah pusat masih melakukan pemetaan terhadap provinsi yang mampu menyimpan vaksin Pfizer. Papua Barat, lanjutnya, termasuk provinsi yang mampu karena telah memiliki tempat penyimpanan yang dibutuhkan.

“Sebab, cara penyimpanan vaksin ini jauh berbeda-beda dengan vaksin lain, bahkan berbeda juga dengan Vaksin Moderna,” ujarnya.

Selain itu, Otto mengatakan Papua Barat pun telah memiliki vaksinator yang telah terlatih. Dengan demikian, proses vaksinasi akan bisa lekas dilakukan jika dosis vaksin Pfizer dikirim ke Papua Barat.

“Jadi nanti setelah dipetakan pemerintah pusat, kita tunggu petunjuk selanjutnya,” tandasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

11 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi: Pembatasan Sosial Perlu Didampingi Kebijakan Darurat Sipil
apahabar.com

Nasional

Satgas Sebut Kasus Aktif Virus Corona Nasional Terus Turun hingga 19,17 Persen
apahabar.com

Nasional

Pemindahan Ibu Kota Indonesia Jadi Atensi Warganet: ‘Ibu kota boleh pindah, tapi jangan hatimu’
apahabar.com

Nasional

Penegak Hukum Main Peras, Presiden: Jadi Musuh Bersama
apahabar.com

Nasional

Angkasa Pura I Raih PenghargaanThe 6th Indonesia Law Awards 2019
Mahfud

Nasional

Indonesia Bukan Negara Islam, Mahfud: Kita Perjuangkan Ajarannya
apahabar.com

Nasional

Gugatan atas PT MCM Ditolak, Walhi Daftarkan Kasasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com