Bocah Lumpuh Tak Punya Biaya Berobat di Kotabaru Turut Curi Perhatian Kemensos Turun Tangan Catat, Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2022 Capai Rp451 Triliun DITAHAN! Sopir Penyeruduk Tembok Pasar Antasari yang Tewaskan Bumil Xi Jinping Serukan ‘Perang’ Pemonopoli Ekonomi Digital Joget TikTok Bareng Cewek, Pratama Arhan Disentil Warganet

Penyelesaian Pengendalian Limbah Air Tambang Mundur, Sungai Amandit HSS Keruh Lagi

Penyelesaian pembuatan saluran terbuka atau open channel sepanjang 1.8 kilogram oleh PT Antang Gunung Meratus (AGM) dan KUD Karya Murni
- Apahabar.com     Senin, 9 Agustus 2021 - 14:36 WITA

Penyelesaian Pengendalian Limbah Air Tambang Mundur, Sungai Amandit HSS Keruh Lagi

Kondisi terkini Sungai Amandit dari Jembatan Loklua Kecamatan Kandangan. Foto-apahabar.com/Nuha

apahabar.com, KANDANGAN – Penyelesaian pembuatan saluran terbuka atau open channel sepanjang 1.8 kilometer oleh PT Antang Gunung Meratus (AGM) dan KUD Karya Murni sebagai pengendalian kekeruhan Sungai Amandit dari limbah air tambang dipastikan mundur dari jadwal, Senin (9/8).

Akibatnya, sudah seminggu lebih Sungai Amandit mengalami kekeruhan air yang mana salah satu penyebabnya dari pembuangan perusahaan tambang tersebut.

Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad menyampaikan, pihaknya bersama PT AGM dan KUD Karya Murni telah menyepakati bahwa tanggal 5 Agustus kemarin pengerjaan tersebut sudah selesai.

Namun, PT AGM meminta kelonggaran batas waktu pengerjaan saluran kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS dalam kesepakatan beberapa bulan lalu itu.

“Kami sampai dengan saat ini tidak memberikan kelonggaran,” jelasnya.

Pihaknya mengakui, terdapat masalah mendasar dalam pengerjaan open channel sehingga limbah tambang yang keluar tetap tersalurkan ke Sungai Amandit karena air penampungan perusahaan penuh.

Sekda HSS dan Kepala Dispera KPLH bersama PT AGM dan KUD Karya Murni melihat pembuatan open channel sepanjang 1.8 kilometer. Foto-Istimewa

Sementara, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Dispera KPLH) HSS Ronaldy Prana Putra menambahkan bahwa timnya terus melakukan monitoring penanganan kekeruhan Sungai Amandit.

Alasan molornya pembuatan open channel sepanjang 1.8 kilometer oleh PT AGM karena lamanya pembebasan lahan di lokasi.

“Untungnya, pada awal Agustus kemarin pembebasan lahan telah selesai 100 persen,” jelas Ronaldy Prana Putra.

Sedangkan untuk capaian pengerjaan tersebut berdasarkan data sudah mencapai 87 persen, dengan estimasi rampung diperkirakan dalam waktu dekat.

“Insyaallah dalam bulan ini juga pengerjaannya akan mencapai 100 persen,” katanya.

Mantan Camat Kandangan ini juga telah meminta agar perusahaan tambang batubara di wilayah HSS itu melaksanakan percepatan.

Pengerjaan dilaksanakan dua shift dengan waktu 24 jam sehari serta penambahan alat.

Kemudian, pengaktifan open channel diminta supaya melakukan secara bertahap agar tidak terjadi kekeruhan air Sungai Amandit.

Bahkan, Ronaldy Prana Putra menuturkan, timnya sedang menuju lokasi tambang milik KUD Karya Murni dan PT AGM guna memastikan kondisi terakhir perkembangan kekeruhan air.

Terpisah, SHE KUD Karya Murni Totok mengatakan pihaknya sudah dua kali melakukan maintenance kolam penampungan limbah.

Karena kolam tersebut dalam perbaikan, maka terjadi kekeruhan skala kecil dan tidak berlangsung lama.

“Intinya tidak kami biarkan, sebenarnya dua hari lagi selesai tapi alat berat sedang rusak,” tandasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Covid-19 Kotabaru

Kalsel

Covid-19 Kotabaru 5 Januari 2021: Positif 694, Sembuh 623
apahabar.com

Kalsel

Hari Pers di Kalsel, IKWI Gelar Konsolidasi

Kalsel

Pascalebaran, Segini Harga Bahan Pokok di Tanah Bumbu
apahabar.com

Kalsel

2000 Bibit Pohon Hijaukan Banjarmasin Selatan
apahabar.com

Kalsel

Termasuk Pasien Awal, 18 Warga Batola Sembuh Dari Covid-19
apahabar.com

Kalsel

DPRD Harapkan Pertambangan di Kalsel Lebih Tertata
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Siapkan 10 Ribu Ekor Sapi Kurban, Bisa Dipesan Online
Banjir

Kalsel

Paman Birin Bergerak, Kalsel Resmi Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com