Dugaan Penyelundupan, Sederet Hewan Disita di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Polres Tala Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Banjir HST Balangan Tambah Daftar Kawasan Terdampak Banjir di Kalsel Eks Galian Tambang Banjarbaru Siap Disulap Atasi Banjir dan Tempat Wisata Periksa Asjer Bank Kalsel, KPK Dalami Aliran Uang ‘Majid Hantu’

Permintaan Turun, Harga Minyak Stagnan

- Apahabar.com     Minggu, 15 Agustus 2021 - 13:34 WITA

Permintaan Turun, Harga Minyak Stagnan

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Sepekan terakhir, harga minyak mentah dunia stagnan setelah munculnya berbagai sentimen negatif yang muncul bagi seperti permintaan yang berisiko turun.

Harga kontrak berjangka komoditas minyak mentah Brent naik tipis 0,15% dalam sepekan ke level US$ 70,59/barel. Senasib seperjuangan, kontrak WTI juga tak bergerak banyak setelah dalam sepekan hanya mampu terapresiasi 0,23% ke level US$ 68,44/barel.

Stagnasi harga emas hitam yang gagal naik terjadi merespons peringatan dariInternational Energy Agency(IEA). Lembaga yang berbasis di Paris ini memperkirakan permintaan minyak berisiko melambat karena penyebaran virus corona varian delta.

“Pertumbuhan permintaan pada paruh kedua 2021 diturunkan lumayan tajam. Ini karena pemberlakuan pembatasan sosial yang kembali terjadi di banyak negara, termasuk konsumen minyak utama terutama di Asia. Kami memperkirakan permintaan jatuh pada Juli 2021 seiring perlambatan permintaan di China, Indonesia, dan negara-negara Asia lainnya,” sebut laporan bulanan IEA, dikutip dari CNBC Indonesia.

Pada Juli 2021, IEA memperkirakan permintaan minyak turun 120.000 barel/hari. Sementara untuk semester II-2021, proyeksi permintaan diturunkan 500.000 barel/hari dibandingkan perkiraan sebelumnya.

IEA menyinggung soal penurunan permintaan di Indonesia. Jika melihat data mobilitas penduduk, sepertinya pernyataan itu benar adanya.

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli yang kemudian berlanjut ke PPKM Level 4 di Jawa-Bali membuat mobilitas masyarakat berkurang. Mengutip laporan Apple Mobility Index, indeks mobilitas masyarakat Indonesia dengan mengemudi pada Juli 2021 rata-rata adalah 82,59 per hari. Turun dibandingkan sebulan sebelumnya yaitu 110,63 per hari dan ketimbang Juli 2020 yang sebesar 97,12 per hari.

Penurunan mobilitas dengan mengemudi berarti permintaan bahan bakar minyak (BBM) pun berkurang. Jadi apa yang dikatakan IEA tentang Indonesia memang terjadi di lapangan. Tidak heran harga minyak ikut terkoreksi.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

IHSG

Ekbis

Didorong Euforia Kedatangan Vaksin Covid-19, IHSG Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Kampanyekan #AntiHoax, Telkomsel Roadshow #InternetBaik Sambangi Banjarmasin

Ekbis

Harga Batu Bara Turun Tiga Hari Beruntun
apahabar.com

Ekbis

Soal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dibatalkan, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani
apahabar.com

Ekbis

Tiket Garuda Turun Jadi Rp 999.999

Ekbis

Luffy Siap Beraksi di Game Terbaru One Piece
apahabar.com

Ekbis

Tahun Ini, Kelompok Usaha di Kaltara Kecipratan Rp 2,3 M
Bjb

Ekbis

Uang Elektronik Jadi Kebutuhan, Bjb DigiCash Jawabannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com