Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas Masih Berlangsung! Penggeledahan KPK di Kantor Dinas PUP HSU

PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru

- Apahabar.com     Kamis, 5 Agustus 2021 - 21:24 WITA

PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di Banjarbaru rupanya tak menyedot anggaran sebesar di Banjarmasin. apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARBARU – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di Banjarbaru rupanya tak menyedot anggaran sebesar di Banjarmasin. Untuk jilid pertama, Pemkot Banjarbaru hanya menganggarkan Rp2,2 miliar.

Nilai itu bahkan tak sampai seperempat dari anggaran PPKM Banjarmasin yang mencapai Rp34 miliar.

Seperti diketahui, PPKM Level IV di Banjarbaru telah memasuki tahap kedua. Pembatasan darurat akan dihelat hingga 9 Agustus nanti.

Anggaran senilai Rp2,2 miliar disiapkan Pemkot Banjarbaru untuk menunjang pelbagai program PPKM level IV.

Mulai dari alokasi anggaran penertiban oleh aparat penegak hukum, sosialisasi, bantuan sosial hingga proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19.

Adapun anggaran tersebut berdasar usulan dinas teknis. Semisal, Satpol PP, Dinas Sosial dan BPBD Banjarbaru.

“Ini untuk usulan PPKM level IV tahap pertama, yang masuk ke kita ada tiga SKPD. Jika ditotal, ketiganya mengusulkan anggaran dengan jumlah keseluruhan sekitar 2,2 miliar rupiah,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Banjarbaru, Jainuddin kepada apahabar.com, Kamis (5/8).

Satpol PP Banjarbaru untuk penegakan aturan dan sosialisasi mengusulkan anggaran sebesar Rp216 juta, lalu Dinsos untuk bantuan sosial sebesar 200 juta rupiah dan BPBD sebesar 1,8 miliar rupiah.

“Total keseluruhan Rp2,2 miliar untuk tahap 1. Anggaran tersebut sudah dirapatkan dan diverifikasi oleh tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), namun belum dicairkan,” terangnya.

Pencairan, kata Jainuddin, tergantung dari SKPD yang mengusulkan. Yang mana sejauh ini katanya belum ada dinas-dinas tersebut yang meminta pencairan.

Karenanya, pihaknya masih menunggu rancangan kebutuhan belanja atau RKB dari dinas pengusul.

“Pada dasarnya anggarannya sudah siap, ini bersumber dari APBD kita melalui pos anggaran BTT (belanja tidak terduga). Jika mereka ingin mencairkan dan sudah sesuai persyaratan, maka kita cairkan,” tambahnya.

Banjarmasin PPKM Berjilid-jilid: Prokes Malah Jeblok, Kematian Pecah Rekor!

Lantas, bagaimana dengan usulan untuk PPKM jilid 2?

Jainuddin menjawab sampai sekarang pihaknya belum menerima usulan baru.

Diperkirakannya dinas-dinas masih akan fokus pada kegiatan sesuai pagu anggaran yang ada.

“Mereka sudah menjalankan kegiatannya, soal anggarannya kapan dicairkan tergantung mereka. Untuk usulan (baru) belum ada kita terima. Untuk sementara ya itu tadi, ada 2,2 miliar usulan tiga SKPD,” tuntasnya.

Situasi pandemi Covid-19 di Banjarbaru dan Banjarbaru belum juga membaik mesti PPKM level IV diterapkan. Hingga kini, penularan Covid-19 di Banjarmasin maupun Banjarbaru masih terbilang sama-sama masif.

Sejak diterapkannya PPKM level IV, dalam periode 26-30 Juli, jumlah warga yang dikonfirmasi terinfeksi Covid-19 malah bertambah sebanyak 795 orang di Banjarmasin, dan 571 di Banjarbaru atau mencakup 40% kasus konfirmasi Provinsi Kalimantan Selatan.

Sedangkan warga yang dinyatakan sembuh bertambah sebanyak 281 di Banjarmasin dan 187 orang di Banjarbaru. Adapun kasus kematian bertambah sebanyak 12 di Banjarmasin dan 24 orang di Banjarbaru.

Lantas, bagaimana situasinya kini?

Masih menggunakan data Kementerian Kesehatan, dalam periode 1-4 Agustus, jumlah warga yang dikonfirmasi terinfeksi Covid-19 di Banjarmasin bertambah sebanyak 607 orang, dan 309 di Banjarbaru. Adapun kasus kematian bertambah sebanyak 16 di Banjarmasin dan 18 orang di Banjarbaru.

Sebagai gambaran, dalam periode 3 Agustus kemarin terdapat sebanyak 319 kasus penularan, pasien rawat inap RS 38, dan meninggal 7.

Banjarbaru menjadi daerah dengan transmisi komunitas Covid-19 tertinggi di Kalsel. Sementara, Banjarmasin berada di posisi ketiga dengan 164 kasus terkonfirmasi Covid-19, rawat inap RS 81, dan meninggal 6.

Nah Loh, Dana PPKM Level IV Banjarmasin Gagal Cair

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

produksi tuak

Banjarbaru

Polisi Bongkar Produksi Tuak di Banjarbaru, 2 Pelaku Diringkus
Banjarbaru

Banjarbaru

JANGAN PANIK! Banjarbaru Resmi Terapkan PPKM Level IV 26 Juli
Apahabar.com

Banjarbaru

Pemkot Banjarbaru Tutup 3 Lokasi Karantina Covid-19

Banjarbaru

Aksi Peduli Kucing Jalanan Terdampak PPKM Level IV Banjarbaru
Kalsel

Banjarbaru

Dahsyatnya Tsunami Covid-19, Kalsel Resmi Tutup Pintu untuk Warga India
Denny

Banjarbaru

Isolasi Hari Kedua, Denny Indrayana Tulis Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi

Banjarbaru

Sabu Senilai Rp 3,8 Miliar Diblender di Banjarbaru
KNPI Banjarbaru

Banjarbaru

KNPI Banjarbaru Bagikan Kitab Fiqih dan Hadis ke Majelis Al-Misbah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com