Kapten TNI Tewas Ditembak OTK di Aceh Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Satu Sekarat Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Pria Tewas Bersimbah Darah Jalan Tambang Sisakan Lumpur di Tapin, Warga Ngadu ke DPRD Kalsel Penyerangan Brutal Jurkani di Tanbu, Komnas HAM hingga LSPSK Turun Tangan

Presiden Jokowi: Kebijakan PPKM Berhasil Turunkan Bed Occupancy Rate

- Apahabar.com     Minggu, 15 Agustus 2021 - 23:14 WITA

Presiden Jokowi: Kebijakan PPKM Berhasil Turunkan Bed Occupancy Rate

Presiden Joko Widodo. Foto-Antara/Ho-Biro Pers Setpres

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) telah berhasil menurunkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit.

“Alhamdulillah, BOR di Jakarta sudah berada di kisaran 29,4 persen, di Jawa Barat 32 persen, di Jawa Tengah 38,3 persen, di Jawa Timur 52,3 persen, di Banten 33,4 persen, di Daerah Istimewa Yogyakarta 54,7 persen,” ujar Presiden Jokowi saat menjawab pertanyaan terkait dampak kebijakan PPKM terhadap penurunan BOR, dalam sebuah sesi wawancara yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, seperti dilansir Antara, Minggu (15/8).

Presiden Jokowi mengatakan BOR di Wisma Atlet juga sudah turun di angka 19,64 persen, dan secara nasional, BOR berada di angka 48,14 persen.

Seiring dengan hal tersebut, Presiden Jokowi meminta agar vaksinasi Covid-19 harian terus dipercepat.

Menurut Presiden Jokowi, saat ini vaksinasi harian secara nasional telah mencapai 1,6 juta suntikan dalam satu hari.

Selain itu, Kepala Negara juga meminta untuk dilakukan isolasi terpusat yang menurutnya memegang peranan penting dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

Demikian juga dengan pengetesan dan penelusuran kasus konfirmasi positif Covid-19 yang diminta untuk terus ditingkatkan.

“Seminggu terakhir, saya melihat angka testing kita berkisar di antara 130 ribu sampai 140 ribu dan untuk indikator tracing kita di antara 5 sampai 7. Meskipun ini masih berada di kategori sedang, tetapi saya patut mengapresiasi karena ada peningkatan. Testing harus terus diperbanyak agar kita mengetahui mereka yang terpapar sehingga segera bisa ditangani dan tidak menularkan kepada orang lain,” tuturnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sempat Mencekam, Polisi: Situasi Penajam Sudah Pulih

Nasional

Hari Ini, Kivlan Zen Jalani Sidang Tuntutan Kasus Kepemilikan Senpi Ilegal
apahabar.com

Nasional

Kejati Riau SP3 Dugaan Tipikor RTH
apahabar.com

Nasional

Jokowi Serahkan 2.576 Sertifikat Tanah di Bireuen Aceh
apahabar.com

Nasional

Kaltim Jadi Ibu Kota, Kukar Minta Jalan Trans Kalimantan Diperbaiki
apahabar.com

Nasional

Indonesia Kecam Israel yang Hancurkan Perumahan Palestina di Sur Bahir
Kapolri

Nasional

Larang Media Liput Kekerasan Aparat, DP Desak Kapolri Buka Suara
Paskibraka

Nasional

Sah! Presiden Jokowi Kukuhkan 69 Anggota Paskibraka 2021, Azhar-Regyna Wakili Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com