Duel Maut, Kakek Aniaya Tetangga hingga Tewas di Banjarmasin Terancam Hukuman Berat Ke Kalsel, Jokowi Tak Hanya Resmikan Jembatan Sei Alalak Prokes Dilonggarkan, Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram Geger! Warga Hilir Kotabaru Temukan Mayat Bayi dalam Kardus Setelah Kakak, Sang Adik yang Hilang di Hampang Kotabaru Ditemukan Meninggal

Puluhan Tahun Jualan Pernak-pernik Agustusan di Tabalong, Azis: Pandemi Ini Paling Anjlok

- Apahabar.com     Jumat, 13 Agustus 2021 - 14:43 WITA

Puluhan Tahun Jualan Pernak-pernik Agustusan di Tabalong, Azis: Pandemi Ini Paling Anjlok

Azis, pedagang pernak pernik Agustusan mengaku omzet penjualannya jauh menurun di masa pandemi Covid-19 tahun ini. Foto-apahabar.com/Muhammad Al-Amin

apahabar.com, TANJUNG – Penjual pernak-pernik Agustusan terlihat menggelar barang dagangannya di jalanan kota Tanjung, Tabalong, Kalsel, menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-76.

Pantauan apahabar.com, Jumat (13/8), para penjual tampak berjualan di Jalan PHM Noor di Kelurahan Tanjung, Pembataan hingga di Jalan A Yani Mabuun.

Mereka menggelar dagangannya di sejumlah titik di jalan tersebut.

Suasananya pun sepi, satu jam media ini bertahan di salah satu lapak pedagang di tepi jalan A Yani, Mabuun tidak ada pembeli yang mampir baik melihat pernak-pernik Agustusan itu apalagi membelinya.

Salah seorang pedagang pernak-pernik Agustusan, Azis (22) asal Garut, Jawa Barat, menuturkan, omzet penjualan di tahun ini turun drastis dibandingkan tahun lalu meski sama-sama di masa pandemi Covid-19.

“Tahun lalu masih beromzet Rp 1.500.000 per hari, sedangkan sejak tanggal 26 Juli hingga hari ini rata-rata hanya Rp 500.000,” tutur Azis kepada media ini.

“Selama puluhan tahun atau 10 tahun berjualan pernak- pernik Agustusan di Tabalong, pandemi tahun ini omzetnya paling anjlok,” sambungnya.

Azis bilang, untuk hari ini saja baru 10 lembar bendera merah putih yang terjual. Sedangkan backdrof, banner, umbul-umbul dan lainnya belum ada yang laku.

Untuk bendera harga jualnya antara Rp 35 ribu sampai Rp 65 ribu dengan persen berkisar Rp 10 ribu per lembar.

Sementara untuk umbul-umbul harga jualnya Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu, setiap lembar ia mendapatkan Rp 12.000.

Sedangkan backdrof merah putih harganya Rp 300 ribu, bila laku ia mendapatkan fee Rp 100 ribu. Banner seharga Rp 55.000, bila laku ia mendapatkan Rp 15.000 per lembarnya.

Keuntungan yang ia dapatkan juga belum bersih, karena selama di Tabalong harus membayar rumah kontrakkan Rp 500 ribu selama 22 hari (dihitung tetap 1 bulan).

Selain itu, biaya hidup juga ditanggung sendiri termasuk transportasi dari Garut ke Tabalong dan sebaliknya.

“Meski demikian ya Alhamdulillah aja, meski dapatnya sedikit tapi ada sajalah hasil yang dibawa pulang sampai tanggal 16 nanti,” ucap Azis.

Azis berharap, pandemi ini cepat berlalu sehingga penjualan pernak pernik Agustusan kembali normal.

“Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu, sehingga penjualan kembali normal, kasian seperti kami ini rakyat kecil,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

‘NGODIM’, Warga Bangga dan Terharu Bisa Ngobrol Langsung dengan Dandim 1022/Tanah Bumbu

Kalsel

Banjarmasin Siapkan Ratusan Tempat Tidur Pasien Covid-19, Cek Lokasinya!
apahabar.com

Kalsel

Kelola Anggaran dengan Baik, Polda Kalsel Sabet Penghargaan dari Kanwil Dirjen Perbendaharaan
Buaya

Kalsel

Breaking News! Buaya Terkam Wanita di Manunggul Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Hujan Berkelanjutan, Air Menggenangi Titik Sentral di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Lurah dan Camat Banjarbaru Dikabarkan ke Luar Negeri
Kotabaru

Kalsel

Pengakuan Sopir Truk Pelindas Kakak-Beradik di Plajau Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Tanggul Eks Lubang Tambang di Tapin Jebol, Ulah Penambang Liar?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com