OTT di Amuntai dan Sejarah Korupsi di Kalsel yang Sudah Ada Sejak Zaman Kesultanan Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas

Rugikan Negara Rp41 M, KPK dan Kejati Tangkap Buronan Koruptor Sejak 2011

- Apahabar.com     Selasa, 31 Agustus 2021 - 17:08 WITA

Rugikan Negara Rp41 M, KPK dan Kejati Tangkap Buronan Koruptor Sejak 2011

KPK bantu Kejati DKI tangkap tersangka korupsi penyaluran KUR Tahun 2011-2012 Bank Jatim. Foto-dok.kpk

apahabar.com, JAKARTA – DPO atas nama Hasan berhasil ditangkap KPK melalui Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah II bersama Tim Gabungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakartam Selasa (31/08). Hasan diduga telah melakukan korupsi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang merugikan negara sekitar Rp 41 miliar.

Hasan merupakan tersangka perkara tindak pidana korupsi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tahun 2011-2012 pada Bank Jawa Timur Cabang Pembantu Wolter Monginsidi Jakarta. Hasan diduga berperan sebagai pengepul dan penampung dana KUR 82 Debitur fiktif.

“Kerugian negara yang ditimbulkan pada perkara ini sekitar Rp41 miliar,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (31/8).

Ali mengatakan Hasan merupakan DPO sejak 2011 lalu. Atas kerja sama ini, Hasan berhasil ditangkap pagi tadi pukul 08.30 WIB, di daerah Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

“DPO atas nama Hasan ditangkap di sebuah minimarket apartemen, di daerah Cengkareng Timur, Jakarta Barat pada hari Selasa 31 Agustus 2021 sekitar pukul 08.30 WIB,” ujar Ali.

Ali menyebut ada dua tersangka lainnya dalam kasus ini. Dua tersangka yang masih dalam proses pencarian itu yakni Heriyanto Nurdin dan Ng Sai Ngo.

“Selain Hasan, penyidik Kejati DKI telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Heriyanto Nurdin dan Ng Sai Ngo. Keduanya masih dalam proses pencarian,” ujarnya.

“Setelah ditangkap, Hasan diamankan di Kejaksaan Negeri Jakarta Utara untuk pengecekan kesehatan. Selanjutnya tersangka dibawa ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk kebutuhan penyidikan dan penahanan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ali mengatakan KPK memang sudah memfasilitasi Kejaksaan Tinggi DKI untuk pencarian DPO sejak 16 Maret 2018. Hal ini merupakan bentuk sinergi antara KPK dengan kejaksaan dalam menangani perkara korupsi.

“Pada saat tim lapangan KPK mendapatkan informasi keberadaan DPO, kemudian berkoordinasi dan Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta melakukan penangkapan serta pengamanan kepada tersangka di wilayah hukum DKI Jakarta,” jelas dia.

“Penangkapan DPO atas nama tersangka Hasan merupakan bentuk sinergi antara KPK dan Kejaksaan dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi. KPK berkomitmen untuk terus meningkatkan implementasi kerja sama antar-APH dalam upaya pemberantasan korupsi,” sambungnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Soal ABK Kotabaru Negatif Corona: Diobservasi 3 Hari
FPI

Nasional

Hadiri Baiat Anggota FPI ke ISIS, Munarman Ikut Diusut
apahabar.com

Nasional

Presiden ke Kalimantan, Istana: Tidak Ada Opsi Perppu
apahabar.com

Nasional

Komnas HAM Survei Kepatuhan Warga Ibadah Ramadan di Rumah
apahabar.com

Nasional

Imlek 2021 Tahun Kerbau Logam, Shio Ini Diramal Paling Beruntung
apahabar.com

Nasional

Begini Sikap MUI Tentang Kasus Anjing Masuk Masjid
apahabar.com

Nasional

Anak Sapi Bermata Satu Lahir di Pontianak, Pertanda Apa Itu?
apahabar.com

Nasional

Pangdam Cenderawasih Tegaskan Tidak Ada Penarikan Prajurit dari Nduga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com