Jokowi Resmikan Jembatan Alalak, Jalan Hasan Basri Kayutangi Macet Parah Jokowi Resmikan Pabrik Johnlin, Paman Birin Pinta Dua PSN Tiba di Banjarbaru, Presiden Jokowi Bertolak ke Banjarmasin Pak Jokowi! Siswa Peserta Vaksinasi Banjarmasin Tak Mau Sepeda Jokowi Tiba di Kalsel, Panggung Alalak Jadi Tontonan Warga

Salak Nglumut Organik Lereng Merapi Mulai Dilirik China

- Apahabar.com     Jumat, 27 Agustus 2021 - 10:27 WITA

Salak Nglumut Organik Lereng Merapi Mulai Dilirik China

Seorang warga menyortir salak Nglumut yang baru di panen di tempat pengepulan Salak desa Srumbung, Magelang, Jateng, Rabu (30/12). Saat sekarang ini petani Salak di kawasan lereng gunung Merapi sedang panen raya, harga Salak Nglumut berkisar Rp 2.500-Rp 5.000 per kilogram dan dipasarkan ke berbagai provinsi di Indonesia. Foto-Antara

apahabar.com, MAGELANG – Kabid Tanaman Pangan dan Hortikuktura, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Ade Srikuncoro Kusumaningtyas, mengatakan China mulai melirik komoditas buah salak nglumut organik di kawasan lereng Gunung Merapi untuk diperkenalkan kepada warganya.

“Guna menindaklanjuti rencana tersebut lembaga karantina negeri tirai bambu itu, yakni General Administration of Custom China (GACC) telah melakukan audit secara virtual terkait proses pengemasan buah salak nglumut,” katan Ade di Magelang, seperti dilansir Antara, Jumat (27/8).

Ade menyampaikan proses audit digelar secara terbuka di rumah pengemasan (Packing House) milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ngudi Luhur Desa Kaliurang, Srumbung, Magelang.

Proses audit virtual itu terkait pengelolaan buah yang akan diekspor, standar operasional prosedur karantina dan yang paling utama adalah penerapan protokol kesehatan (prokes) para pekerja dalam pengemasan.

Menurut dia proses audit secara virtual ini untuk menjamin mutu dan keamanan pangan khususnya komoditas salak nglumut yang akan diperkenalkan ke masyarakat China.

Jika nantinya hasil audit GACC menyatakan layak proses, katanya maka Gapoktan Ngudi Luhur dapat memulai ekspor buah salak nglumut ke China.

Lahan pertanian salak nglumut yang dikelola Gapoktan Ngudi Luhur luasnya hampir 200 hektare.

Di masa pandemi Covid-19 Gapoktan Ngudi Luhur tetap eksis ekspor buah salak organik ke Thailand dan Kamboja.

“Harapan besar untuk bisa ekspor ke China agar peluang pasar salak semakin besar sehingga semakin meningkat kesejahteraan petani,” katanya.

Menut dia salak nglumut yang dikembangkan para petani itu berasal dari lahan pertanian organik sehingga memiliki citarasa lebih manis dan segar dibanding salak lainnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Restrukturisasi, Solusi Tepat Erick Thohir Selamatkan Jiwasraya
apahabar.com

Ekbis

Sentuh Rp 630, Harga Saham Garuda Tertinggi dalam 6 Tahun
Rupiah

Ekbis

Data Manufaktur AS Turun, Rupiah Kembali Menguat
apahabar.com

Ekbis

Wakil Menteri ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG Pertamina Aman
Festival Belanja Online

Ekbis

Festival Belanja Online 12.12, Xiaomi Berikan Penawaran Menarik

Ekbis

Jelang Rilis Data Cadangan Devisa, Hari Ini IHSG Diramal Menguat
apahabar.com

Ekbis

Kembali Layani Penerbangan, Garuda Terapkan Prosedur Ketat
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Digitalisasi Bisnis dan Security Perum Peruri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com