Peredaran Rokok Ilegal Tinggi, KAKI Kalsel Geruduk Kantor Ditjen Bea Cukai Status Siaga Banjir di Balangan Berlaku hingga 12 Desember Waspada Banjir Rob, BPBD Tanah Bumbu Ingatkan Warga Pesisir Laut Puncak Harjad ke-56 Tabalong, Momentum Melanjutkan Estafet Pembangunan Lebih Maju Tergantung Status, Banjarmasin Punya Rp 500 Juta Siap Dirikan Dapur Umum-Logistik

Sedang Berlangsung, Sidang Vonis Eks Mensos Juliari Batubara

- Apahabar.com     Senin, 23 Agustus 2021 - 14:03 WITA

Sedang Berlangsung, Sidang Vonis Eks Mensos Juliari Batubara

Sedang Berlangsung, Sidang Vonis Eks Mensos Juliari Batubara. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Saat ini, sedang berlangsung sidang vonis, Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara.

Juliari disidang dalam perkara dugaan penerimaan suap terkait pengadaan bantuan sosial sembako Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Sidang pembacaan vonis pada hari ini dilakukan menggunakan “video conference”, dengan Juliari dan sebagian penasihat hukum ada di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, majelis hakim dan sebagian penasihat hukum Juliari ada di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam perkara ini, Juliari Batubara selaku Menteri Sosial 2019-2020 dituntut 11 tahun penjara, ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan, ditambah membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp14.597.450.000 subsider 2 tahun penjara.

Ia juga dituntut untuk dicabut hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 4 tahun.

Dalam surat tuntutannya, JPU KPK menyebut Juliari dinilai terbukti menerima suap Rp32,482 miliar dari 109 perusahaan penyedia bantuan sosial sembako Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Tujuan pemberian suap itu adalah karena Juliari menunjuk PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude yang diwakili Harry Van Sidabukke, PT Tigapilar Agro Utama yang diwakili Ardian Iskandar serta beberapa penyedia barang lainnya menjadi penyedia dalam pengadaan bansos sembako.

Uang suap itu, menurut jaksa, diterima dari Matheus Joko Santoso yang saat itu menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako periode April-Oktober 2020, dan Adi Wahyono selaku Kabiro Umum Kemensos sekaligus PPK pengadaan bansos sembako COVID-19 periode Oktober-Desember 2020.

Matheus Joko dan Adi Wahyono kemudian juga menggunakan “fee” tersebut untuk kegiatan operasional Juliari selaku Mensos, dan kegiatan operasional lain di Kemensos seperti pembelian ponsel, biaya tes “swab”, pembayaran makan dan minum, pembelian sepeda Brompton, pembayaran honor artis Cita Citata, pembayaran hewan kurban hingga penyewaan pesawat pribadi.

Terkait perkara ini, Matheus Joko Santoso dituntut 8 tahun penjara ditambah denda Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan serta membayar uang pengganti sebesar Rp1,56 miliar subsider 1 tahun penjara.

Sedangkan Adi Wahyono dituntut 7 tahun penjara ditambah denda Rp350 juta subsider 6 bulan kurungan.

Untuk jalannya sidang vonis Juliari P Batubara dapat klik link berikut: Sidang Vonis Juliari Batubara 

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Heboh, Begini Momen Plt Kadis Parekraf Jakarta Ditusuk
apahabar.com

Nasional

Puluhan Juta Vaksin Covid-19 Akan Disuntikkan Januari 2021
apahabar.com

Nasional

Ditanya Perppu KPK, Puan: Tunggu Pelantikan Presiden
apahabar.com

Nasional

3 Pasien Positif Covid-19 di Makassar Dinyatakan Sembuh
apahabar.com

Nasional

Kewenangan Camat di Kawasan Perbatasan Akan Ditambah, Ini Alasan BNPP
apahabar.com

Nasional

Penyerahan KIA Terbanyak, Harganas Kalsel Catatkan Rekor MURI Baru
apahabar.com

Nasional

Viral, Dua Pria Taruhan Tanah dalam Pilpres

Nasional

Tak Cuma Baha’i, Yahudi dan Sunda Wiwitan Pun Dilindungi RI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com