Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang Detik-Detik Laka Maut Sepagar Kotabaru yang Tewaskan Reski dan Ibunya Kabar Duka, Mantan Atlet Panahan Putri Andalan Kalsel Tutup Usia

Sederet Alasan Mengapa Tala, Batola, Tanbu, hingga Kotabaru Masuk PPKM Level IV

- Apahabar.com     Rabu, 11 Agustus 2021 - 11:37 WITA

Sederet Alasan Mengapa Tala, Batola, Tanbu, hingga Kotabaru Masuk PPKM Level IV

Tim Satgas Covid-19 masih mudah menemukan warga tanpa masker selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di sejumlah daerah Kalimantan Selatan. apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah pusat baru saja memperluas zona pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level IV. Nama Tanah Laut (Tala), Barito Kuala (Batola), Tanah Bumbu (Tanbu), dan Kotabaru masuk di antaranya.

Empat kabupaten tersebut resmi menyusul Banjarmasin dan Banjarbaru yang sejak 26 Juli lalu memberlakukan pembatasan darurat tersebut. PPKM level IV diberlakukan hingga 23 Agustus mendatang.

Masuknya empat daerah tersebut rupanya tidak mengejutkan Anggota Tim Pakar Covid-19, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Hidayatullah Muttaqin.

Sebab, berdasarkan asesmen atau penilaian Kementerian Kesehatan, situasi Covid-19 Tanah Laut sudah berada pada situasi level 4 sejak 29 Juli, Tanah Bumbu sejak 5 Agustus, Barito Kuala 6 Agustus, dan Kotabaru sejak 24 Juli.

Lebih rinci, asesmen situasi Covid-19 Kabupaten Tanah Laut berada di level 4 karena insiden kasus konfirmasi per minggu sangat tinggi melebihi 150, yaitu 170 orang per 100 ribu penduduk pada 9 Agustus.

PHP Angka Corona Banjarmasin: Kasus Melandai, karena Testing Turun

Kemudian pasien rawat inap 34 per 100 ribu penduduk atau 30 ke atas dan kejadian kematian 9 kasus per 100 ribu penduduk atau 5 kasus ke atas.

Dari sisi kapasitas respons terbatas karena Tingkat Positivitas Tanah Laut sebesar 56% jauh di ambang 15%, sedangkan Rasio Kontak Erat 0,7 jauh di bawah 5 dan BOR 91% melebihi 90%.

Sementara, situasi Covid-19 Barito Kuala berada di level 4 karena insidensi kasus konfirmasi 172 per 100 ribu penduduk, Tingkat Positivitas 73%, dan Rasio Kontak Erat hanya 0,5.

Sementara Tanah Bumbu masuk klasifikasi level 4 karena insidensi kasus konfirmasi 160 dan kematian 8 kasus per 100 ribu penduduk, serta Tingkat Positivitas 45% dan Rasio Kontak Erat nol.

“Untuk Kotabaru berada di level 4 akibat insiden rawat inap sebanyak 41 orang per 100 ribu penduduk, Tingkat Positivitas 63% dan Rasio Kontak Erat 1,6,” ujar dosen ilmu ekonomi dan studi pembangunan, ULM ini.

4 Daerah Terancam

Angka Kematian Covid-19 Kalsel Tinggi, Daerah Termasuk PPKM Level IV Meluas

Asesmen situasi Covid-19 sepekan terakhir Kementerian Kesehatan per 9 Agustus juga menempatkan Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Balangan pada situasi Level 4.

Artinya, jika dalam seminggu ke depan ke-4 kabupaten ini tidak menurun insidensi kasus Covid-19 dan kapasitas respons masih terbatas, maka bukan tidak mungkin juga akan diterapkan PPKM level 4.

“Tetapi hal itu sangat bergantung pada keputusan pemerintah pusat,” ujarnya.

Jadi apa yang harus dilakukan daerah untuk menurunkan level situasi dari 4 ke 3 hingga ke bawahnya?

Pemerintah daerah, saran Taqin, harus mengoptimalkan regulasi pembatasan pada PPKM level 4 untuk menurunkan mobilitas penduduk secara signifikan dan meningkatkan kepatuhan penerapan protokol kesehatan di masyarakat.

Tidak hanya itu, testing dan tracing harus dilipatgandakan. Testing yang masif sangat diperlukan untuk menemukan sebanyak-banyaknya penduduk yang telah terinfeksi dan mengisolasinya agar tidak terjadi penularan kepada warga yang sehat.

Testing perlu digalakkan hingga 10 kali lipat dari standar minimal WHO. Sedangkan tracing paling tidak dapat mencapai angka 10 bukan nol koma.

“Kemudian yang berisiko tinggi seperti lansia dan memiliki komorbid serta yang sudah bergejala agar bisa segera dirawat di rumah sakit untuk menurunkan risiko kematian,” ujarnya.

Tak hanya itu, kepatuhan penerapan prokes hingga minimal 95 persen wajib dicapai daerah agar bisa menekan laju penularan di tengah masyarakat khususnya area publik.

“Tanpa keseriusan dalam menerapkan pembatasan dan meningkatkan strategis 3T, maka kita akan terus berlarut dalam situasi tingginya kasus dan penularan,” tegasnya.

Ironi PPKM Level IV Banjarmasin: Anggaran Miliaran, Mobilitas Warga Malah Naik!

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tertinggi di Kalsel, Banjarmasin Minim Klaim Santunan Kematian
Pria Berjersey Barito

Kalsel

Geger! Pria Berjersey Barito Putera Tewas Berlumuran Darah di Satui Tanbu
Feri Kayutangi

Kalsel

Feri Penyeberangan di Alalak Berhenti Beroperasi, Kadishub Tawarkan Opsi Kedua
apahabar.com

Kalsel

Detik-Detik Penangkapan Pembakar Lahan di Sungai Kupang HSS
apahabar.com

Kalsel

Misteri Peluru Nyasar di Kepala Novianti, Korban Operasi Penyergapan di Tala
apahabar.com

Kalsel

Rumah Yatim Kalsel Salurkan Bantuan Peralatan Sekolah untuk Annisa

Kalsel

Gara-Gara Mobil Bergoyang, Sepasang Kekasih Digerebek di Tanah Laut
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Napi Kotabaru Terima Remisi Hari Kemerdekaan RI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com