OTT KPK di Amuntai HSU: Kadis PU hingga Eks Ajudan Bupati Diamankan, Modusnya Fee Proyek BREAKING! Polisi HSU Bekuk Pembunuh Brutal di Amuntai Tengah Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang

Simak Ketentuan Lengkap Pelonggaran PPKM

- Apahabar.com     Selasa, 31 Agustus 2021 - 11:35 WITA

Simak Ketentuan Lengkap Pelonggaran PPKM

Pelonggaran PPKM. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel hingga 6 September 2021 di seluruh wilayah Indonesia.

“Di Jawa dan Bali terdapat penambahan wilayah aglomerasi level 3, yakni Malang Raya dan Solo Raya. Sehingga wilayah level 3 pada minggu ini aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya, Malang dan Solo,” kata Jokowi dalam keterangan pers yang ditayangkan langsung di laman YouTube Sekretariat Negara, dikutip Selasa (31/8/2021).

Jokowi mengatakan, Semarang berhasil turun ke PPKM level 2, sehingga secara keseluruhan di wilayah Jawa dan Bali ada perkembangan cukup baik.

“Level 4 dari 51 kabupaten/kota menjadi 25 kabupaten/kota, level 3 dari 67 kabupaten/kota menjadi 76 kabupaten/kota, level 2 dari 10 kabupaten/kota jadi 27 kabupaten kota,” ungkapnya.

Sedangkan untuk wilayah luar Jawa Bali juga ada perbaikan, untuk level 4 ada 7 provinsi, level 4 dari 104 kabupaten/kota jadi 85 kabupaten/kota, level 3 dari 234 jadi 232 kabupaten/kota, level 2 dari 48 kabupaten/kota jadi 68 kabupaten/kota, dan level 1 dari tidak ada jadi 1 kabupaten/kota.

Selain itu, Jokowi turut mengutip penanganan Covid-19 di Indonesia yang terus menunjukkan tren perbaikan. Indikasi ini salah satunya ditunjukkan dengan menurunnya tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19.

“Tingkat positive rate terus menurun dalam 7 hari terakhir, tingkat keterisian RS untuk kasus Covid-19 semakin membaik, rata-rata BOR nasional sudah berada di sekitar 27 persen,” ujar Jokowi.

Penanganan Covid-19 membaik

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, penanganan kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan tren perbaikan. Seperti halnya dalam penurunan kasus Covid-19 yang mengalami penurunan signifikan.

“Perkembangan kasus secara nasional terus menunjukkan perbaikan dengan capaian yang sangat baik sekali. Hal ini dapat terlihat dari tren kasus konfirmasi secara nasional yang turun hingga 90,4 persen pada hari ini,” kata Luhut.

Dia menyebut, kasus Covid-19 di Jawa dan Bali mengalami penurunan hingga 94 persen dibandingkan pada 15 Juli 2021. Perbaikan ini berdampak pada penurunan level PPKM di sejumlah wilayah.

“Jumlah kota kabupaten yang masuk menjadi level 2 meningkat dari 10 menjadi 27, level 3 dari 67 menjadi 76, dan level 4 turun dari 51 menjadi 25,” papar dia.

Luhut pun menilai, poses pemulihan ekonomi bergerak cepat seiring dengan melandainya kasus penularan Covid-19 di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan, ia menyebutkan, waktu pemulihan ekonomi ini lebih cepat dari apa yang diprediksikan oleh pemerintah.

“Seiring dengan turunnya kasus (Covid-19) dan banyaknya kabupaten dan kota yang membaik, kita melihat pemulihan ekonomi berjalan dengan cepat. Lebih cepat dari apa yang kami duga,” ujarnya.

Operasional Mal Dilonggarkan

Berkaca pada situasi perbaikan tadi, pemerintah lantas memberikan kelonggaran bagi pusat perbelanjaan atau mal, baik dari sisi kapasitas pengunjung maupun waktu operasional.

“Kapasitas dine in (makan di tempat) di dalam mal jadi 50 persen, dan waktu operasional mal diperpanjang menjadi 21.00,” kata Luhut.

Luhut mengatakan, untuk uji coba 1.000 outlet restoran di luar mal dan yang berada di ruang tertutup akan dilakukan. Kapasitasnya pun juga dilakukan pembatasan.

“Restoran di luar mal dan yang berada di ruang tertutup bisa beroperasi dengan 25 persen kapasitas di Surabaya, Jakarta, Bandung dan Semarang,” ucap dia.

Yogyakarta dan Bali Masih PPKM Level 4

Kendati begitu, Luhut meminta agar masyarakat tetap waspada. Sebab ancaman Covid-19 masih di depan mata, dan beberapa wilayah seperti di Yogyakarta dan Bali tetap berada dalam kategori PPKM level 4.

Dia memprediksi, kedua provinsi tersebut akan mengalami penurunan level PPKM dalam beberapa waktu dekat. Sebab saat ini kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan tren perbaikan.

“Saya kira akan masuk pada level 3 bukan minggu depan, tapi dalam beberapa hari ke depan,” ucapnya.

Tak Boleh Lengah

Oleh karenanya, Luhut meminta masyarakat agar tak boleh lengah sedikitpun dari ancaman Covid-19. Begitu pun pemerintah, yang akan melakukan perubahan kategori warna pada aplikasi PeduliLindungi. Akan ada penambahan kategori warna hitam bagi orang yang teridentifikasi positif Covid-19 atau kontak erat, sehingga bisa segera dilakukan pencegahan penyebaran kasus.

“Jika orang-orang ini masih memaksa melakukan aktivitas di ruang publik, maka mereka akan langsung dievakuasi untuk isolasi atau karantina,” tegasnya.

Berdasarkan data per 29 Agustus kemarin, total masyarakat yang melakukan skrining dengan menggunakan PeduliLindungi di beberapa sektor publik seperti pusat perbelanjaan, industri, olahraga dan lainnya telah mencapai 13,6 juta orang.

“Dari total 13,6 juta orang tersebut, terdapat 462 ribu orang yang masuk kategori merah, tidak diperkenankan masuk atau melakukan aktivitas oleh sistem,” ungkapnya.

Mobilitas Masih Tinggi

Senada, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, masih ada 9 kabupaten/kota di luar wilayah Jawa dan Bali yang mengalami tingkat mobilitas yang masih tinggi. Hal ini dikhawatirkan memicu kenaikan kasus Covid-19.

“Terdapat 9 kabupaten/kota yang ada kecenderungan meningkat. Yaitu Lampung, Pekanbaru, Pematang Siantar, karena ini merupakan aglomerasi dengan Simalungun. Kemudian Kota Jambi, Sumba Timur, Kupang, Jayapura, Padang dan Palembang,” paparnya.

Sementara itu, masih terdapat 4 provinsi di luar Jawa-Bali yang kini masih memberlakukan PPKM level 4. Jumlah itu turun dari sebelumnya sebanyak 7 provinsi.

“Di tingkat provinsi terjadi perbaikan level asesmen pada 18 Agustus terdapat 7 provinsi dengan level 4 dan turun jadi 4 provinsi pada 28 Agustus. Sulawesi Utara, Bangka Belitung, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur,” terang Airlangga.

Penurunan jumlah wilayah di PPKM level 4 luar Jawa-Bali juga terjadi untuk 85 kabupaten/kota pada 20 Agustus 2021. Lalu level 3 turun dari 234 kabupaten/kota menjadi 232 kabupaten/kota.

“Kemudian tingkat 2 naik dari 48 kabupaten/kota jadi 68 kabupaten/kota pada 28 Agustus. Dan tingkat 1 naik dari 0 menjadi 1, dan dari level tersebut di luar Jawa Bali terjadi perbaikan level asesmen,” ungkap Airlangga.

Kasus Harian Turun

Namun, Airlangga mengklaim angka kasus harian positif Covid-19 juga mengalami penurunan, termasuk di luar Jawa dan Bali yang masih memberlakukan Instruksi Mendagri nomor 36/2021 serta Instruksi Mendagri Nomor 37/2021 hingga 6 September.

Dia menyampaikan asesmen terhadap beberapa hal sesuai arahan Jokowi di evaluasi setiap pekan, khususnya untuk penurunan kasus positif Covid-19 di berbagai wilayah luar Jawa-Bali.

“Di Sumatera ini kasus fatality rate 3,35 persen dan kasus aktifnya turun minus 42,7 persen,” jelas Airlangga dalam sesi teleconference, Senin (30/8/2021).

Airlangga melanjutkan, di Nusa tenggara, confirm fatality rate di 2,23 persen, kasus turun tajam minus 65,35 persen. Kemudian di Kalimantan, confirm fatality rate 3,1 persen dan kasus aktifnya turun dari 9-30 September minus 51,72 persen.

“Di Sulawesi CFR 2,48 persen dan kasusnya turun minus 47,34 persen. Dan Maluku Papua cfr 1,55 persen dan kasusnya turun 29,9 persen. Sehingga sejalan dengan nasional itu terjadi perbaikan,” terangnya.

PEN dan Bansos Lanjut Terus

Di sisi lain, Airlangga mengatakan pemerintah terus mengimplementasikan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan bantuan sosial (bansos) untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19.

Menurut laporannya, realisasi PEN hingga saat ini sudah mencapai Rp 340,83 triliun. Angka ini setara dengan 45,8 persen dari pagu sebesar Rp 744,77 triliun.

Di sisi lain, pemerintah juga sudah menuntaskan program bansos beras 10 kg dan bantuan subsidi upah sesuai target yang telah dicanangkan.

“Program bantuan beras 10 kg sudah seluruhnya tersalurkan sesuai dengan target 28,8 juta warga. Bantuan subsidi upah ini Rp 1 juta per pekerja proses Dipa sudah selesai, dan telah dicairkan kepada 2,09 juta pekerja,” tuturnya, kutip Liputan6.com.

Program lainnya yang juga sudah selesai disalurkan 100 persen yakni Bantuan Pangan Non-Tunai atau BPNT non-PKH untuk 8,8 juta keluarga penerima manfaat.

Airlangga pun turut mengabarkan realisasi penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) untuk pelaku UMKM. “Terkait BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro), realisasi Rp 14,2 triliun untuk 11,84 (juta) pelaku usaha mikro,” tandasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

WNI yang Dievakuasi dari Wuhan Akan Dikarantina di Pangkalan Milter Natuna
apahabar.com

Nasional

Mahasiswa ULM Banjarmasin Gaet Best of The Best IndonesiaNEXT 2019

Nasional

Jokowi Ulang Tahun, Netizen Layangkan Doa hingga Minta Sepeda
apahabar.com

Nasional

Kembali Nahkodai Partai Gerindra, Prabowo Curhat Soal Jabatan Menhan
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tiba di Canberra
apahabar.com

Nasional

Polisi Gelar Trauma Healing untuk Anak-Anak Pengungsi di Wouma
Megawati

Nasional

Laut NKRI Diobok-obok, Megawati Ungkap Penyebabnya
Kemenkes RI

Nasional

Kapan Guru Mulai Divaksinasi? Kemenkes RI Beri Tanggapan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com