Bocah Lumpuh Tak Punya Biaya Berobat di Kotabaru Turut Curi Perhatian Kemensos Turun Tangan Catat, Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2022 Capai Rp451 Triliun DITAHAN! Sopir Penyeruduk Tembok Pasar Antasari yang Tewaskan Bumil Xi Jinping Serukan ‘Perang’ Pemonopoli Ekonomi Digital Joget TikTok Bareng Cewek, Pratama Arhan Disentil Warganet

Sungai Dangkal, Jutaan Ikan Budidaya di Karang Intan Terancam Mati

Jutaan ikan milik pembudidaya terancam mati lantaran debit air di sungai aliran Riam Kanan, di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar
- Apahabar.com     Senin, 9 Agustus 2021 - 15:24 WITA

Sungai Dangkal, Jutaan Ikan Budidaya di Karang Intan Terancam Mati

Kondisi karamba jala apung di pinggir sungai aliran Riam Kanan, Kecamatan Karang Intan, mulai mengering, Senin (9/8). Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Jutaan ikan milik pembudidaya terancam mati lantaran debit air di sungai aliran Riam Kanan, di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalsel itu menurun sejak dua hari ini.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Banjar, Warhamni setelah menerima banyak laporan dari pembudidaya ikan di Desa Sungai Alang, Karang Intan, Senin (9/8).

“Dari laporan masyarakat, saat ini sudah banyak ikan yang mati. Posisi karamba jala apung yang berada di sisi sungai sudah tidak ada airnya,” ujar Warhamni.

Politikus Partai NasDem ini merasa khawatir, jika kondisi ini terus berlanjut sampai beberapa hari ke depan, maka jutaan ikan milik pembudidaya di sepanjang sungai aliran Riam Kanan, terancam mati.

“Dari keluhan-keluhan masyarakat tadi, kami meminta instansi terkait baik dari provinsi dan kabupaten yang menangani air Riam Kanan, agar bisa memperhatikan dampak dari pembudidaya,” terang Warhamni.

Oktober 2019 lalu, puluhan ton ikan siap panen mati secara massal di tiga desa Kecamatan Karang Intan, yakni Sungai Alang, Sungai Asam, dan Awang Bangkal.

Penyebabnya karena penurunan kualitas air dan berkurangnya kadar oksigen dalam air. Kondisi aliran air sungai kala itu arusnya berkurang, nyaris stagnan.

Kemudian, pada Februari 2020 peristiwa serupa kembali lagi terjadi. Penyebabnya masih hampir sama.

“Jangan sampai terjadi lagi seperti tahun lalu,” tandas Warhamni.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Titi Tali

Kalsel

Atraksi Titi Tali, Suguhan Kearifan Lokal di Siring Laut Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Polresta Banjarmasin Antisipasi Tawuran Susulan di Jalan Jati
Stok Oksigen

Kalsel

Stok Oksigen di RS Bhayangkara Banjarmasin Masih Aman untuk Dua Hari

Kalsel

Alihfungsi Lahan Kosong Jadi TPS Liar, DLH Banjarmasin Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Pilkada Serentak 2020, ASN dan Honorer di Banjarmasin Wajib Netral
Bupati Tabalong

Kalsel

Nyoblos di TPS 04 Pembataan, Bupati Tabalong Bawa Pulpen Sendiri
apahabar.com

Kalsel

Balapan Liar di Banjabaru Masih Marak, Lokasi Teranyar Jalan Baru ke Bandara
apahabar.com

Banjarbaru

Keluh Pedagang Soal Penutupan Pasar Bauntung Lama ke Pemkot Banjarbaru: Kami Makan Apa?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com