Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Banjarmasin Bebas PPKM Level IV, Tracing Covid-19 Kok Turun? Perampokan Bos Emas Banjar-Batulicin: Korban Disekap, Dibacok, Diseret Bak Binatang Obok-Obok Rutan Barabai: Petugas Dites Urine, Temukan Silet hingga Batu Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan

Sungai Dangkal, Puluhan Ribu Ikan Budidaya di Karang Intan Banjar Mati

- Apahabar.com     Selasa, 10 Agustus 2021 - 22:11 WITA

Sungai Dangkal, Puluhan Ribu Ikan Budidaya di Karang Intan Banjar Mati

Jala apung milik pembudidaya ikan tawar di pinggir sungai aliran Waduk Riam Kanan di Desa Awang Bangkal, Karang Intan, tampak kekeringan lantaran debit air berkurang, Selasa (10/8). Foto-apahabar.com/Hendra Lianor

apahabar.com, MARTAPURA – Pembudidaya ikan tawar di Desa Sungai Alang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar merugi puluhan juta rupiah akibat mendangkalnya sungai.

Matinya puluhan ribu ikan tersebut akibat pasokan debit air dari waduk Riam Kanan berkurang selama 4 hari terakhir ini. Yang paling terdampak di Desa Sungai Alang.

Anas Shaufi, salah satu pembudidaya ikan di Desa Awang Bangkal, mengatakan total ikan yang mati sekitar 80 ribu untuk seluruh pembudidaya di desanya.

Ikan yang mati rata-rata masih umur satu bulan yang kebanyakan jenis ikan nila. Sedangkan total kerugian diperkirakan Rp 25 juta.

“Kalau punya saya tujuh ribu lebih ikan yang mati dari total 17 ribu benih ikan yang ditebar bulan lalu,” ujar Anas kepada apahabar.com, Selasa (10/8).

Total kerugian tersebut belum dihitung modal pakan ikan. Juga belum termasuk pembudidaya ikan di desa tetangga.

Kerugian lainnya yang dirasakan pembudidaya ikan, yaitu makin lama waktu menuju panen ikan.

“Kalau biasanya empat bulan setengah sudah bisa panen. Bila kondisi surut seperti ini sampai lima bulan lebih,” terang Anas yang juga aparat Desa Sungai Alang.

Karena, lanjut Anas, dengan debit air yang surut, nafsu makan ikan menjadi berkurang akibat berkurangnya kadar oksigen dalam air.

“Kami pun tidak bisa terlalu banyak memberi makan ikan karena takut akan lebih banyak ikan mati,” tutur Anas.

Di sisi lain, ia bersyukur kerugian yang dialami pembudidaya masih tidak sebesar pada 2019 lalu.

“Kalau sekarang kita sudah siap, sehingga bila terjadi sungai surut seperti ini kerugian dapat diminimalisir,” imbuhnya.

Debit Air Sungai Mulai Naik

Hari ini, Kepala Dinas Perikanan Banjar M Riza Dauly meninjau langsung para pembudidaya ikan di Sungai Alang.

Tak hanya itu, ia juga berkoordinasi dengan pihak PLTA Wadung Riam Kanan meminta agar debit aliran ke sungai ditambah.

“Alhamdulillah Kepala Dinas Perikanan cepat tanggap atas keluhan kami. Hari ini aliran sungai mulai bertambah deras, dan ada keniakan debit air sekitar sehasta,” ucap Anas.

Meski begitu, tampak dari masih banyak sejumlah jala apung di pinggir sungai yang masih kekeringan.

Para pembudidaya sudah sejak beberapa hari lalu memindahkan ikan ke jala apung yang masih terendam air sungai.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Air Mata Iringi Prosesi Pemakaman Guru Zuhdi, Sang Ulama Tercinta
apahabar.com

Banjarbaru

Patroli PPKM ke Kafe Banjarbaru, Aditya Temukan Miras dan Pemilik Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Di Sela Kegiatan TMMD, Dandim 1022/Tanah Bumbu Sowan ke Alim Ulama di Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Fatwa Larangan Salat Jumat, MUI Kalsel: Bagi PDP dan Pasien Suspect Saja
Peduli

Kalsel

Peduli Banjir Kalsel, GJBK Salurkan Donasi ke Dapur Umum di Banjarbaru
Mayat Tanpa Identitas

Kalsel

Geger! Mayat Tanpa Identitas Mengapung Dekat Museum Wasaka Banjarmasin
Pasien Covid-19

Kalsel

Alhamdulillah, Hari ini 21 Pasien Covid-19 di Tanbu Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Fakta Baru Malam Minggu Berdarah di RK Ilir Banjarmasin Selatan; Tawa Berujung Petaka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com