Dikira Orang Mabuk, Ternyata Api Mengamuk di Komet Banjarbaru Tanpa Naturalisasi, Berikut Pemain Tambahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Kartu Prakerja Lanjut di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun Disiapkan Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu Longsor Kotabaru Tewaskan 4 Warga Maradapan, Cek Faktanya

Tak Hanya Lirik Vaknus, Turki Juga Tawarkan Lokasi Uji Klinis

- Apahabar.com     Rabu, 25 Agustus 2021 - 17:09 WITA

Tak Hanya Lirik Vaknus, Turki Juga Tawarkan Lokasi Uji Klinis

Mantan Menkes Siti Fadilah dan mantan Menkes Terawan Agus Putranto seusai mengikuti proses ujicoba vaksinasi Vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pertengahan April silam. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah Turki dikabarkan berminat mendatangkan vaksin nusantara.

Kabar itu disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Biokimia, dan Biologi Molekular Universitas Airlangga Prof Chairul Anwar Nidom.

Lantas, apa alasan Turki melirik vaksin yang justru menjadi polemik di Indonesia itu?

Menurut Nidom, hal itu boleh jadi disebabkan karena Vaksin Nusantara berasal dari darah calon penerima vaksin.

“Sehingga aman,” ujarnya dilansir dari Bisnis.com, Rabu (25/8).

Butuh waktu 7 hari untuk penyuntikan vaksin setelah darah dari calon penerima vaksin diambil dan diproses, serta siap disuntikkan.

Alasan kedua, Vaksin Nusantara tidak mengandung bahan kimia atau benda asing seperti vaksin konvensional menggunakan aluminium hidroksida untuk meningkatkan antibodi.

Zat ini, menurut Nidom, bisa bersifat neurotoksik di dalam tubuh atau disebut neurotoksin. Adapun, gejala yang bisa muncul antara lain kejang, serangan jantung.

Neurotoksin adalah zat sintetis atau alami yang merusak, menghancurkan, atau mengganggu fungsi sistem saraf pusat dan atau perifer (sistem saraf tepi).

Sehingga dari segi agama, Vaksin Nusantara aman. Karena tidak mengandung zat atau mineral lain, diproses dari darah orang yang akan divaksin.

“Juga aman untuk orang yang memiliki komorbid,” ujar Nidom.

Dari hasil uji klinis fase 1 dan 2, 17 hari setelah penyuntikan, maka muncul antibodi untuk melawan Virus Corona SARS-CoV-2 dan tidak ada efek samping (KIPI) serius, tambah Nidom.

Sebelumnya, niat mengimpor Vaksin Nusantara disampaikan Turki secara pribadi kepada Terawan pada 1,5 bulan lalu.

Selain itu, Turki juga menawarkan diri sebagai lokasi uji klinis fase 3 Vaksin Nusantara berbasis sel dendritik itu.

“Jadi, untuk Turki, vaksin Nusantara ini justru menguntungkan, karena terus terang dari aspek risiko toksisitas (keracunan), faktor sosial agama itu kan enggak ada masalah. Jadi kalau dia bisa menangkap itu, paling tidak negara Islam akan di-cover sama Turki,” katanya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Polri soal Kebakaran Lapas Tangerang: Ada Potensi Tersangka
Juliari

Nasional

Duh, Juliari Diduga Terima Fee Rp 10 Ribu per Paket Bansos
Omnibus Law

Nasional

Ambigunya Putusan MK Soal UU Ciptaker: Inkonstitusional, Tapi Masih Berlaku
apahabar.com

Nasional

2.500 Korban Tsunami Mengungsi di Kantor Gubernur Lampung
apahabar.com

Nasional

Penumpang Serangan Jantung, Silk Air Mendarat Darurat di Makassar
apahabar.com

Nasional

Pengakuan Ibu Mendadak Hamil Lalu Melahirkan dalam Hitungan Jam

Nasional

KRI Nanggala-402 Terbelah Jadi 3 Bagian
apahabar.com

Nasional

Tentara Ngamuk di Thailand, Belasan Warga Tewas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com