Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan

Tak Lagi Digunakan, Alat GeNose Seharga Ratusan Juta di Balikpapan Menganggur

Masih ingat dengan alat screening yang menggunakan kantong plastik dengan cara ditiup untuk mengetahui kondisi seseorang terpapar
- Apahabar.com     Senin, 2 Agustus 2021 - 19:44 WITA

Tak Lagi Digunakan, Alat GeNose Seharga Ratusan Juta di Balikpapan Menganggur

Proses screening dengan alat GeNose di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Foto-dok.apahabar.com/Riyadi

apahabar.com, BALIKPAPAN – Masih ingat dengan alat screening yang menggunakan kantong plastik dengan cara ditiup untuk mengetahui kondisi seseorang terpapar Covid-19 atau tidak? Ya, GeNose namanya.

Kini alat yang berada di Bandara SAMS Sepinggan dan Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kaltim tersebut seolah tak terdengar kabarnya.

Munculnya kebijakan yang baru seperti persyaratan perjalanan dengan menggunakan swab PCR dan Antigen hampir di seluruh Indonesia, GeNose pun perlahan ditinggalkan dan hingga kini tak lagi digunakan.

“Sementara ini tidak ada GeNose, alatnya mungkin disimpan Penyelenggara,” ujar Retnowati, Humas Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

Bahkan kuat kemungkinan alat tersebut tidak akan lagi digunakan sebagai alat screening para penumpang.
Mengingat kebijakan saat ini mewajibkan penumpang menyertakan hasil negatif antigen atau PCR. Belum lagi adanya persyaratan wajib menyertakan surat vaksin membuat GeNose semakin ditinggalkan.

“Ke depannya belum tahu, kalau lihat kondisi sekarang sepertinya tidak ada lagi. Tapi kalau ke depannya ada kebijakan untuk digunakan lagi ya kita ikut aturannya saja,” ungkapnya.

Senada yang dialami di Pelabuhan Semayang. Dua alat GeNose juga menganggur lantaran kebijakan saat ini mewajibkan penumpang menyertakan hasil negatif antigen serta surat vaksin.

“Kalau GeNose untuk sementara tidak difungsikan lagi. Sekarang kita mengikut keimbauan pemerintah untuk gunakan PCR,” ungkap Fanny Herling, Manager Pelayanan Barang dan Aneka Usaha Pelindo IV Balikpapan.

Diketahui sebelumnya investasi alat GeNose di Pelabuhan Semayang sebesar Rp 150 juta per unitnya. Kini, dua unit GeNose tersebut menganggur dan tak lagi digunakan.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kaltim

Hina Tragedi KRI Nanggala 402, Pria Paruh Baya Menyerahkan Diri ke Lanal Balikpapan
Rahmad Masud

Kaltim

Usai Pelantikan, Pengganti Wawali Balikpapan Terpilih Wafat Ditentukan

Kaltim

Truk Pengangkut Elpiji Hilang Kendali di Samboja Kukar, Sopir Tewas

Kaltim

Ujian Sekolah Tingkat SD di Balikpapan Dimulai, SDN 003 Pilih Daring

Kaltim

Tim Labfor Mabes Polri Gelar Olah TKP Kebakaran Gunung Bugis Balikpapan

Kaltim

Heboh Aksi Hot Diduga Karyawati Bank Swasta Samarinda Beredar di Twitter
apahabar.com

Kaltim

Disdik Kaltim Ajak Sekolah Lestarikan Tanaman Endemik

Kaltim

Selama Dua Tahun, Bapak Kandung di Balikpapan Setubuhi Anaknya Berkali-Kali
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com