Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Terbentur Aturan Teknis, Balikpapan Batal Gunakan Kapal Pelni untuk Isoter

Pemkot Balikpapan sepertinya batal menggunakan kapal milik PELNI sebagai fasilitas tempat isolasi terpadu (isoter). Hal ini setelah
- Apahabar.com     Senin, 9 Agustus 2021 - 16:09 WITA

Terbentur Aturan Teknis, Balikpapan Batal Gunakan Kapal Pelni untuk Isoter

Banyak hal yang perlu diperhatikan saat melakukan isolasi mandiri di rumah. Terlebih mereka yang memiliki penyakit penyerta. Foto ilustrasi: Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan sepertinya batal menggunakan kapal milik PELNI sebagai fasilitas tempat isolasi terpadu (isoter). Hal ini setelah beberapa pertimbangan lantaran banyaknya persyaratan teknis yang harus dipenuhi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah pusat. Namun rupanya beberapa aturan teknis yang harus dipenuhi menjadi kendala. Seperti contoh menyediakan sumber daya manusia, serta adanya rumah sakit pengampuh.

“Kita cukup berat, karena menyediakan sumber daya manusia kan tidak mudah. Belum lagi harus ada rumah sakit pengampuh. Nah RSUD Beriman ini kan sudah menjadi pengampuh Asrama Haji, nggak boleh dua pengampuh dalam satu rumah sakit,” ungkapnya.

Kendala teknis lainnya yakni syarat berlabuh dan bersandar kapal di Pelabuhan. Yakni terdapat batas waktu dalam satu kapal yang harus berlabuh. Hal ini akan menyulitkan pihaknya dalam mobilisasi pasien ke kapal maupun sebaliknya.

“Dermaga Balikpapan rupanya tidak bisa bersandar lama. Nah ini ada kesulitan teknis sendiri kalau berlabuh dalam hal menaikkan turunkan pasien ataupun tenaga kesehatan ke kapal,” jelas wanita yang akrab disapa Dio itu.

Memang diakui Dio bahwa program tersebut sangatlah baik, bahkan ditanggung pembiayaannya oleh APBN. Hanya saja waktunya yang dirasa tak tepat lantaran pihaknya harus melakukan banyak persiapan dalam hal melengkapi persyaratan yang diminta.

“Waktunya belum tepat untuk di Balikpapan saat ini. Karena kita ketahui sangat sulit mencari SDM Kesehatan di Kaltim saat ini. Jadi kita optimalkan dulu fasilitas isolasi yang saat ini tersedia,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

pemkot samarinda

Kaltim

Deteksi Covid-19, Pemkot Samarinda Gunakan GeNose

Kaltim

Polisi Tetapkan Mantan Pacar Pelaku Investasi Bodong Balikpapan Tersangka

Kaltim

Brimob Polda Kaltim Kirim 200 Pasukan ke Papua, Bantu Pengamanan PON
kaltim

Kaltim

Kasus Kematian Covid-19 di Kaltim Tertinggi Kelima di Indonesia
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Masih Bergantung Migas dan Batu Bara, Sampai Kapan?
apahabar.com

Kaltim

Kecamatan Rantau Pulung di Kutim Terbebas dari Buang Air Sembarangan

Kaltim

Wuih, MUI Balikpapan Siapkan Sarana Podcast Syiar Islam

Kaltim

Tagih Hutang Rp50 Ribu, Pria di Tenggarong Dibacok hingga Sekarat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com