Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas Jalan Provinsi di HSU Rusak Parah, Truk Bermuatan Semen Amblas Persiba Cuci Gudang, Coret Tujuh Pemain Jelang Delapan Besar Liga 2 Paman Birin Minta Wali Kota dan Bupati Maksimalkan Serapan Anggaran 2022 Kasus Covid-19 di 21 Daerah Naik, Pemerintah Meminta Masyarakat Tetap Waspada

Turki Pesan 5,2 Juta Vaksin Nusantara, Pemerintah Diminta Respons Cepat

- Apahabar.com     Kamis, 26 Agustus 2021 - 20:20 WITA

Turki Pesan 5,2 Juta Vaksin Nusantara, Pemerintah Diminta Respons Cepat

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyambut positif terkait kabar vaksin Nusantara yang diminati oleh Turki. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyambut positif terkait kabar vaksin Nusantara yang diminati oleh Turki.

Melalui video di kanal YouTube Siti Fadilah Supari ‘Siti Fadilah & Nidom: Vaksin Nusantara, Harapan Yang Tertunda’, Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekuler Unair, Prof drh Chairul Anwar Nidom, mengungkapkan bahwa Turki telah memesan 5,2 juta dosis vaksin Nusantara.

Untuk itu, LaNyalla berharap pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama mendukung hal tersebut agar dapat terealisasi. Dengan demikian, vaksin Nusantara gagasan dr. Terawan ini dapat segera diproduksi massal.

“Ini kabar yang sangat baik untuk kita. Dukungan harus diberikan. Indonesia harus segera bersiap dengan rencana ekspor vaksin Nusantara ke Turki sebanyak 5,2 juta dosis. Vaksin ini harus segera diproduksi massal untuk memenuhi permintaan Turki,” tutur LaNyalla dalam keterangan tertulis, Kamis (26/8/2021).

Lebih lanjut LaNyalla menjelaskan vaksin Nusantara diketahui bermanfaat untuk penyakit lain selain Covid-19. Di samping itu, vaksin ini telah lolos uji dan telah dikaji terkait titer antibodi proteksivitasnya.

“Kabar yang kita dapat, vaksin Nusantara disebutkan telah diakui oleh Organisasi kesehatan dunia atau WHO. Tetapi penggunaan vaksin ini masih menunggu izin resmi Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM),” tuturnya.

Menurut LaNyalla, jika WHO telah mengakui vaksin ini dan Turki terbukti telah memesan, pemerintah seharusnya dapat bergerak cepat mengeluarkan izin BPOM. Selain mendukung karya anak bangsa, upaya ini juga dapat menyelamatkan banyak orang dari paparan virus.

“Jangan sampai masalah ini menjadi kontroversi dan minim dukungan terhadap hasil karya anak bangsa. Lewat vaksin ini kita dapat menyelamatkan jutaan jiwa manusia dari potensi terpapar virus dan penyakit,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Daftar Nama 41 Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang
apahabar.com

Nasional

Dibekuk Tim Siber, Polisi Dalami Motif Pelaku Mengaitkan Kematian Levie

Nasional

Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf: Sayangi Negeri Kita Indonesia
Pelarangan Mudik

Nasional

Pelarangan Mudik Berakhir, Polda Metro Jaya Akhiri Penyekatan
apahabar.com

Nasional

Sambut Baik Kehadiran JMSI, LSF Siap Berkolaborasi Kampanyekan Program Sensor Mandiri
apahabar.com

Nasional

Agar Bisa Dilantik, KPK Imbau Caleg Terpilih Segera Setor LHKPN
apahabar.com

Nasional

Ijtima Ulama Tegaskan Money Politic Haram, MUI Kalsel: Bisa Hukum Cambuk
apahabar.com

Nasional

Ini Alasan Tito Karnavian Ganti Kapolda NTB dengan Brigjen Pol Nana Sujana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com