Sssttt.. Catcalling Mahasiswi di Banjarmasin Cuma Satu dari Sekian Banyak Kasus KPK Rilis Hasil Penggeledahan Kedua di Amuntai HSU Kritik Pedas Pengamat Soal Komunitas Moge Lintasi Jembatan Alalak Baru Dua Hari Menghilang, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Bawah Kolong Rumah Banjarmasin Utara Nekat Buka Lahan, Dua Penambang Ilegal di Kukar Kaltim Ditangkap

Unair Bakal Uji Vaksin Merah Putih dengan Corona Varian Delta

- Apahabar.com     Minggu, 1 Agustus 2021 - 17:49 WITA

Unair Bakal Uji Vaksin Merah Putih dengan Corona Varian Delta

Koordinator Produk Riset COVID-19 Unair Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih. Foto-Net

apahabar.com, SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bakal menguji vaksin merah putih dengan virus Corona Varian Delta. Namun, hasilnya belum bisa disampaikan dalam waktu dekat, karena sedang proses uji coba pada monyet Makaka.

“Pastinya kan belum dijawab sekarang. Nanti akan kita lakukan uji tantang, ini kan inactivated ya platformnya. Jadi Monyet yang sudah diimunisasi, nanti dia punya antibodi, nah akan ditantang untuk uji netralisasi dengan varian delta,” ujar Koordinator Produk Riset Covid-19 Unair Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih seperti dilansir detikcom, Minggu (1/8).

“Karena yang varian delta ini, Unair melalui Institute of Tropical Disease (ITD) lembaga penyakit tropis sudah berhasil mengkulturkan varian delta. Kalau uji tantang, kan ditantang sama virusnya. Nah ini yang harus dilakukan di Animal BSL-3 (Bio Self Level 3) Unair, karena kita akan menantangkan si kera dengan virus,” tambahnya.

Setelah itu, tim peneliti baru bisa melihat, apakah Makaka ini bisa bertahan tidak terinfeksi virus varian delta. Jika nantinya terinfeksi, maka bisa dinetralisir oleh antibodi yang dihasilkan oleh monyet makaka. Sehingga makaka bisa menetralisir varian delta.

“Ini tentunya masih dalam proses penelitian, karena makaka nya baru mulai jalan. Kan sekarang nunggu sistem imunnya dulu, antobodi ada dulu, baru bisa uji tantang. Jadi belum bisa menjawab (bisa untuk varian delta atau tidak). Tentu harapan kita tentu bisa menetralisir,” ujarnya.

Nyoman mengatakan jika berdasarkan informasi dari WHO yang menyampaikan bahwa COVID-19 varian delta bisa menginfeksi orang-orang yang sudah divaksin. Tapi, gejala atau dampak infeksi, daya imun atau daya netralisir dari orang yang sudah divaksin jauh lebih baik.

“Sehingga, walaupun efikasi agak menurun, namun masih di batas minimal dari efikasi yang disarankan WHO. WHO minimal 50%. 50% ke atas kan masih layak sebagai vaksin. Saya rasa sampai hari ini belum ada yang mengkhawatirkan, masih di batas diizinkan WHO minimal 50%. Mudah-mudahan vaksin Merah Putih platform Unair juga mampu melakukan itu (menetralisir), perlu riset dan data,” jelas Nyoman.

Saat ditanya apakah nantinya akan diuji tantang dengan varian lainnya selain varian delta, Nyoman mengatakan jika pihaknya mengutamakan varian delta. Sebab, varian tersebut saat ini yang sedang mendominasi.

“Sekarang varian delta hampir mendominasi, varian delta mungkin yang utama. Kayaknya delta sudah mendominasi di seluruh SARS-CoV-2. Mendominasi di Indonesia dari komunitas virus ini, varian delta yang kita utamakan untuk uji tantang,” katanya.

Namun ada catatannya, yaitu, meskipun varian delta banyak beredar, jika tidak bisa mengkulturkan, maka tidak bisa diuji tantang. Sebab, tidak semua varian harus dikoleksi.

“Mengkulturkan itu tidak mudah juga, untuk menguji netralisir dari hewan yang diimunisasi. Ini bukan hambatan, ini tantangan dalam melakukan riset, kita memproduksi sesuatu yang mempunyai nilai manfaat dan kondisi yang saat ini sudah berbeda dengan tahun lalu. Makanya sejak pembaruan-pembaruan terus dilakukan, kalau ada varian baru, bisa nggak mengkultulkan untuk digunakan sebagai uji tantang. Kalau tidak bisa mengkulturkan, artinya tidak bisa melakukan uji netralisasi,” pungkas Nyoman.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Resmi, Suharso Monoarfa Dikukuhkan sebagai Plt Ketum PPP
apahabar.com

Nasional

Cerita dari Jacksen Tiago, Begini Situasi Covid-19 di Brasil
apahabar.com

Nasional

Demo Anti-Omnibus Law di Jakarta, 400 Orang Ditangkap
apahabar.com

Nasional

Penyiraman Air Keras Asep: Polisi Curigai Keterlibatan Orang Dalam
apahabar.com

Nasional

Kawal Pelantikan Jokowi, Petugas Keamanan MPR Dibayar Berapa?
apahabar.com

Nasional

KKP Tangkap 3 Kapal Vietnam Pencuri Ikan di Natuna
apahabar.com

Nasional

Habib Aboe Bakar Siap Jamin Penangguhan Penahanan Rizieq
apahabar.com

Nasional

Update Corona di Indonesia: Kasus Positif Jadi 450, Bertambah 81
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com