Jurkani Dibacok, Tim Macan Kalsel Turun Gunung Advokat Jurkani Dibacok OTK di Angsana Menguji Klaim Jembatan Sei Alalak Antigempa hingga Tahan Seabad Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan

Vaksinasi Masih Rendah, Angka Kematian Akibat Covid-19 RI Tertinggi

- Apahabar.com     Selasa, 24 Agustus 2021 - 12:10 WITA

Vaksinasi Masih Rendah, Angka Kematian Akibat Covid-19 RI Tertinggi

Angka kematian kasus akibat Covid-19 di Indonesia rupanya jauh lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat (AS) dan India. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Case Fatality Rate (CFR) atau angka kematian kasus akibat Covid-19 di Indonesia rupanya jauh lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat (AS) dan India.

Hal ini disampaikan mantan Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama.

“Case Fatality Rate (CFR) Indonesia lebih tinggi dari kebanyakan negara tetangga ASEAN dan beberapa negara lain,” kata Tjandra dilansir dari CNBC Indonesia, Selasa (24/8/2021).

Tjandra membeberkan jika CFR Indonesia mencapai 3,2%. Angka ini tertinggi di wilayah Asia Tenggara. Malaysia sendiri tercatat hanya memiliki 0,9%, Thailand (0,9%), Kamboja (2,0%), Vietnam (2,2%), Singapura (0,1%), Laos (0,1%), dan Myanmar (3,8%) serta Timor Leste (0,3%).\

Jika dibandingkan dengan negara lain, angka CFR RI tetap lebih tinggi. Tercatat Korea Selatan memiliki 0,9%, AS (1,7%) dan India (1,3%).

“Meski ada pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sejak awal Juli 2021 yang lalu, tetapi kita lihat angka kematian masih tinggi,” katanya.

Lalu mengapa angka kematian di Indonesia bisa lebih tinggi dibandingkan negara-negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia? Menurut Tjandra, setidaknya ada beberapa penjelasan mengenai hal ini.

“Dengan angka kematian sekitar 3% sekarang ini maka masih tingginya yang meninggal juga terjadi karena masih tingginya jumlah kasus di masyarakat, sehingga presentasi yang meninggal juga masih tinggi,” katanya.

Tjandra mengatakan tingginya angka penularan di masyarakat juga menjadi faktor naiknya angka kematian. Angka positif Indonesia sekitar 20%, ini empat kali lebih tinggi dari angka WHO dan hampir 10 kali lebih tinggi dari India.

Kemudian ada pula faktor kurangnya penanganan dan edukasi kepada pasien isolasi mandiri (isoman) yang memiliki gejala ringan hingga parah. Terkadang pasien baru dibawa ke rumah sakit saat pasien sudah beberapa hari memiliki gejala parah, baik dengan komorbid atau tidak, sehingga biasanya mereka tidak dapat tertolong lagi.

Tes Covid-19 di Indonesia juga dikatakan belum mencapai target 400 ribu sehari, dengan telusur (tracing) 15 kontak per kasus positif. Akibatnya belum semua kasus kasus yang ada di masyarakat dapat terdeteksi sehingga kasus-kasus baru tidak terlacak dengan baik.

Lalu, tingginya angka kematian juga dapat dihubungkan dengan rendahnya cakupan vaksinasi, yang masih sekitar 15% di Indonesia. Sehingga masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan proteksi dari vaksin.

Indonesia kini tercatat memiliki total 3.989.060 kasus infeksi dan 127.214 kematian, menurut data Worldometers.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Nahas, Suami Istri Tewas Terbakar Usai Terjebak di Kamar Mandi
apahabar.com

Nasional

Diguncang Gempa M 5,1, Warga Nias Utara Berhamburan ke Luar Rumah
apahabar.com

Nasional

Ketum DPP LDII Abdullah Syam Tutup Usia
apahabar.com

Nasional

Mundur dari Menpora, Imam Nahrawi Ingatkan Koleganya Tetap Lanjutkan Kerja
apahabar.com

Nasional

Sidang Perdana, Oknum Pengasuh Cabul Ponpes Limpasu Didampingi 2 Istri
kapolri

Nasional

Dear Jenderal Listyo Sigit Prabowo, MPR Beber Sederet PR Polri Saat Ini
Rusia Tuduh AS

Nasional

Rusia Tuduh AS Terlibat Persaingan Tidak Sehat Media Sosial
Harga Pakan

Nasional

Peternak Menjerit, Jokowi Minta Harga Pakan Turun ke Rp 4.500
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com