Perampokan Bos Emas Banjar-Batulicin: Korban Disekap, Dibacok, Diseret Bak Binatang Obok-Obok Rutan Barabai: Petugas Dites Urine, Temukan Silet hingga Batu Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Kronologi Lengkap Pembunuhan di Pelambuan Gara-Gara Istri Diganggu

684.900 Dosis AstraZeneca Tahap ke-73 Tiba di Indonesia

- Apahabar.com     Rabu, 22 September 2021 - 15:56 WITA

684.900 Dosis AstraZeneca Tahap ke-73 Tiba di Indonesia

Tangkapan layar dari agenda kedatangan vaksin AstraZeneca tahap ke-73 di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (22/9/2021). Foto-Antara/Derma/GPRTV/Kominfo

apahabar.com, JAKARTA – Sebanyak 684.900 dosis vaksin AstraZeneca tahap ke-73 tiba di Bandara Soerkarno-Hatta, Tanggerang, Banten, Rabu (22/9).

Dengan kedatangan ratusan ribu dosis vaksin AstraZeneca tersebut pemerintah kembali menambah ketersediaan vaksin Covid-19 di Indonesia.

“Dengan tambahan ini, total vaksin jadi AstraZeneca, baik melalui pembelian langsung, multilateral, atau bilateral yang sudah hadir di Indonesia mencapai 24.520.300 dosis,” kata Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi melalui keterangan tertulis seperti dikutip dari Antara.

Nadia bilang kedatangan vaksin tahap ke-73 ini maka persediaan vaksin di Tanah Air bertambah menjadi total 268 juta dosis lebih dalam bentuk bahan baku atau bulk maupun produk jadi.

Menurut Nadia hingga Selasa (21/9) pukul 18.00 WIB, sudah 81 juta orang mendapatkan vaksin dosis pertama dan 46 juta orang di antaranya telah mendapatkan dosis lengkap. Artinya, 39 per 100 orang penduduk sasaran vaksinasi di Indonesia telah mendapatkan vaksin dosis pertama.

Nadia juga bilang capaian vaksinasi untuk kelompok remaja atau kelompok usia 12 hingga 17 tahun saat ini sudah mencapai 12,68 persen dari sasaran vaksinasi untuk dosis pertama.

Sementara capaian vaksinasi untuk dosis kedua atau dosis lengkap telah mencapai 8,68 persen dari target sasaran.

“Pemerintah sangat mengharapkan dukungan para orang tua, untuk membantu para penerus bangsa kita segera mendapatkan proteksi dari virus Covid-19. Mari kita antar anak-anak kita melakukan vaksinasi agar semakin banyak anggota keluarga yang terlindungi,” katanya.

Nadia menyoroti masih rendahnya cakupan vaksinasi bagi lansia yang belum menunjukkan peningkatan signifikan. Dari 21,5 juta sasaran vaksinasi, jumlah yang sudah mendapatkan dosis pertama masih berada pada kisaran angka 27,75 persen, sedangkan yang sudah mendapatkan dosis kedua sekitar 19,40 persen.

“Perlu dukungan semua pihak untuk mendorong vaksinasi lansia, karena kita ketahui bersama bahwa kelompok lansia memiliki risiko kematian tertinggi jika terinfeksi COVID-19,” katanya.

Nadia berharap para petugas di daerah dapat memberikan kemudahan akses dan layanan sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat lansia.

“Pemerintah juga mengajak keluarga para lansia untuk membantu menyegerakan vaksinasi yang sangat penting guna memberikan perlindungan kesehatan bagi kelompok rentan ini,” ujarnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Usia 24-44 Tahun Paling Rentan Alami Kekerasan di Kalsel
apahabar.com

Nasional

Dirjen Cipta Karya: Indonesia Kekurangan Banyak Insinyur
apahabar.com

Nasional

Lubang Bekas Tambang Kaltim Makan Korban Lagi!
apahabar.com

Nasional

Dukung Pemindahan Ibukota, Akademisi Sebut 7 Alasan Kalsel Layak Dipilih
apahabar.com

Nasional

Gara-Gara Corona, Bandara di Bali Putus Penerbangan dengan China

Nasional

Hari Ini Kuota Internet Belajar Siswa dan Guru Dikirim Langsung ke Nomor Peserta, Berikut Besar Subsidinya
apahabar.com

Nasional

Polisi Periksa Puluhan Pekerja Proyek RS Siloam
apahabar.com

Nasional

Tangis Haru Ibu-ibu Jemput Anaknya Ikut Aksi Anti-Omnibus Law di Kantor Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com